
Angga dan Denil hanya menyaksikan dua gadis yang sedang melawan preman dari jarak jauh tapi masih terlihat
"wah hebat juga ya gadis-gadis cantik ini "ucap salah satu preman dan berdiri lagi karena belum kalah juga
Ke empat preman itu berdiri lagi dan mulai melawan Reni dan Devi sedangkan Reni dan Devi siap melayani serangan yang di berikan oleh preman itu
Lagi-lagi preman itu tersungkur ke tanah
*Bruk
Bruk
Bruk*
"apa masih mau lagi,"ucap Reni dengan tatapan membunuh " apa mau mati di sini sekalian" lanjut ucapan Reni dengan tatap yang sama tatapan membunuh
Tapi preman itu tidak takut sama sekali dan malah meludah di depan Reni, seketika suasana di tempat itu berubah menjadi dingin
Dan itu pun di rasakan oleh Angga dan Denil
__ADS_1
"Ga kenapa suasananya kenapa jadi dingin dan mebut gue jadi merinding"Denil merasa negri dengan suasananya saat ini, Angga hanya melirik Denil sekilas
"kenapa setelah preman itu meludah suasananya menjadi berbeda, sebenar nya apa yang terjadi di sana "Angga bicara di dalam hati dan tetap metapat ke arah arah depan
Seketika Reni menunduk dan Devi melihat sahabatnya itu pun menepuk punggung Reni
" Ren.... Reni lo denger gue gak, Ren tahan emosi lu "ucap Devi menyadarkan Reni ya Devi tau kalo Reni memiliki dua sisi yang berbeda
" ya tuhan bagaimana ini Rein muncul lagi"Devi berbicara dengan diri sendiri di dalam hati
"Dev menjauh dari gue sekarang "ucap Reni tegas menyuruh Devi menjauh dari deket Reni tapi Reni masih menundukkan kepalanya
Angga dan Denil heran kenapa Devi menjauh dari Reni
" kenapa Devi menjauh dari Reni" gumam Angga yang bingung sedangkan Denil hanya gelang-geleng kepala karena memang tidak tau
Reni mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk sekarang sudah tidak menunduk dan menatap satu persatu preman itu, preman itu sangat terkejut melihat di tangga mata yang tadinya berwarna coklat sekarang berubah menjadi biru pekat
Ke empat preman itu merasa merinding dengan tatapan Reni, tapi sekarang yang menguasai Reni adalah Rein sisi lain yang ada di tubuhnya sejak kecil karena Rein adalah teman baik Reni
__ADS_1
"kenapa menjauh dari ku om"ucap Rein yang mendekati para preman itu dengan senyum yang mengerikan
"menjauh kau dasar iblis "ucap salah satu preman, sedangkan Rein tertawa yang membuat preman itu semakin gemetar
" sini om katanya mau main kok om palah mau pergi "ucap Rein yang semakin mendekat, dan memegang tangan salah satu preman dan mendekatkan kepada dirinya
Rein megunakan kuku panjang nya untuk megoreskan luka di pipi preman itu
Srekkkk
"Akhhh..... Si**N kau" ucap preman itu ingin memukul Rein tapi dengan cepat Rein menepisnya, dan sekarang Rein benar-benar marah karena Reni di ludah i oleh preman itu
Kemudian Rein memukul perut preman itu sampai tembus ke belakang dan preman itu muntah darah dan jatuh ke tanah setelah itu Rein menginjak dada preman itu dengan keras dan akhirnya preman itu mati
Tersisa tiga preman lagi yang sudah takut dengan apa yang di lakukan Rein
Denil pun ngeri melihat adegan tadi kalo Angga dia tetap bisa saja dengan apa yang di lihatnya walaupun sebenarnya sedikit kaget kalo calon istrinya sanggat berani
"dia kerasukan apa ya? "Denil terlihat bingung kenapa Reni bisa melakukan itu
__ADS_1