
Setelah melakukan penyatuan cinta mereka beristirahat sebentar
"Sayang kamu mandi lah dulu biar aku menyuruh orang untuk membawakan baju ganti untuk mu "ucap Angga, Reni pun pergi ke kamar mandi yang sudah tersedia di kamar itu
Lalu Angga memakai baju nya kembali dan setelah itu ia menelpon seseorang untuk membawakan baju milik sang istri
Takk berselang lama ada yang mengetuk pintu ruangan Angga dan itu ternyata Bibi yang membawa kan baju untuk Reni
Angga pun masuk kembali ke dalam Reni sudah selesai mandi
"Mas baju nya apa sudah datang "tanya Reni
" udah Sayang, ini baju mu "Angga menyondor kan tas yang isi nya baju
Reni pun memakai baju nya terlebih dahulu, untung di kampus sudah tidak ada siswa karena memegang sudah sore dan siswa sudah pulang
" yuk Sayang kita pulang "ajak Angga, Reni pun mengangguk
Mereka pun pulang ke rumah sekitar pukul 4 sore, pasti nanti sampai rumah di introgasi Mama Anis dan Papa Denil karena jam segini baru pulang
Setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai di rumah Angga
Mereka pun turun dari mobil dan lagsung masuk ke dalam
Di dapati Mama Anis dan Papa Denil lagi menonton Tv
Angga dan Reni tak ingin menganggu kuda orang taunya dan mereka lagsung masuk ke dalam kamar
"Mas mandi dulu sana "ucap Reni menyuruh sang suami Angga pun patuh pada sang Istri
Sedangkan Reni menyiapkan baju untuk sang suami, setelah ia menyiapkan baju Reni membaca sebuah buku Novel yang sudah ia beli waktu itu
Dan tiba-tiba ponsel Angga berbunyi dan Reni yang mengangkat nya
Dret
Dret
Dret
"siap yang telpon Mas Angga???"Reni bertanya pada diri nya sendiri
📞Reni
"Hallo ya Denil ada apa "
📞Denil
" Eh Reni, Angga nya ada "
📞Reni
" oh Mas Angga nya di lagi mandi
📞Denil
"ya sudah nanti gue telpon lagi aja "
Tut
__ADS_1
Tut
Tut
Telepon di matikan Reni kembali duduk di tempat yang tadi
Di saat itu Angga baru keluar dari kamar mandi" tadi siapa yang telpon Sayang??? "tanya Angga sambil menganti baju nya
" itu Mas Denil yang telpon "jawab Reni yang masih asik membaca Novel
" terus Denil ngomong apa???"tanya Angga lagi
"dia cari Mas tapi aku bilang Mas lagi mandi, terus Denil bilang mau telpon Mas lagi nanti "jelas Reni
Angga pun mengangguk paham ia mendekati sang Istri yang lagi asyik membaca Novel
" Sayang mau turun gak, kan sebentar lagi makan malam "tanya Angga Reni pun mendongok melihat wajah Angga
" ya udah turun yuk Mas "
Mereka pun turun dari kamar menuju ke bawah untuk makan malam
Karena Angga dan Reni telat turun Mama Anis dan Papa Denil sudah makan terlibat dahulu Reni dan Angga pun lagsung ikut bergabung
Setelah makan malam selesai semua pun kembali ke kamar masing-masing
Di kamar Mama Anis dan Papa Denil sedang mendiskusikan sesuatu
"Ma setelah pernikahan Alex aku akan ke luar negri untuk mengurus bisnis di sana "ucap Papa Denil
" ia Pa, tapi Mama ikut ya "ujar Mama Anis
Kedua orang itu pun memutuskan untuk tidur karena merasa lelah
Sedangkan Di kamar Reni dan Angga nampak Reni sudah terlelap mugkin iya masih capek karena tadi melakukan pertempuran sengit
Sedangkan kan Angga tak lagsung tidur ia masuk ke dalam ruang kerja nya untuk kembali menelpon Denil takut nya jika ada hal penting
📞Angga
"Hallo nil tadi lo mau ngomong apa "
📞Denil
" besok kita berkumpul di Cafe gue sama Alex ada sesuatu hal yang sangat penting yang harus lo tau "
📞Angga
" besok jam berapa "
📞Denil
" pas jam makan siang saja "
📞Angga
" oky "
Tut
__ADS_1
Tut
Tut
Panggil di putus secara sepihak Denil mendegkus kesal dengan Angga
Setelah menelpon Angga pun ikut membaring kan tubuh nya di samping sang Istri dan Memeluk nya dengan erat agar terasa hanga
......🌵🌵🌵🌵🌵🌵......
Pagi hari nya Angga pergi ke kampus sendiri karena Reni tak inginkan ikut lagi
Setelah makan berjalan Angga dan papa Denil pamit untuk bekerja, sedangkan Mama Anis dan Reni berencana akan berbelanja di Mall
Karena Mama Anis akan pergi ke luar negeri jadi Mama Anis mau membeli baju, tas, sepatu dan beberapa perhiasan yang baru
Reni pun ikut antusias walaupun ia sedih kalo mama Anis akan pergi ke luar negeri cukup lama bersama Papa Denil
Saat makan siang pun tiba, Angga yang tak lupa bahwa Denil dan Alex menyuruh nya berkumpul di sebuah Cafe
Angga pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang
Tak butuh waktu lama Mobil Angga sampai di sebuah Cafe yang lumayan besar
Ia lagsung melangkah masuk dan ternyata sudah ada Alex dan Denil, Angga pun lagsung duduk bersama mereka
"ada apa sampai tidak bisa di bicarakan lewat Telpon???"tanya Angga melihat kedua sahabat nya itu
"di markas ada yang berhiyanat "lirih Denil takut jika ada yang mendegar
" cari mati orang itu, siapa orang nya??? "kesal Angga ia benar-benar tak habis pikir ada yang berani meghiyanati nya
" Roy "jawab Alex
" apa hanya dia sendiri atau ada yang lain??? "tanya Angga dengan tatapan yang sudah penuh dengan amarah
" hanya Roy saja "jawab Denil
Alex dan Denil menelan Silvanya melihat perubahan sikap Angga yang menjadi harimau yang ingin menerkam masanya dan membagi buta
Angga tanpa kata lagi lagsung bangkit dari duduk nya dan meninggal kan Denil dan Alex, Mereka berdua yang tau kalo Angga sedag marah, Alex dan Denil mengikuti kemana pergi nya Angga
Sedangkan Angga yang sudah tersulut emosi membawa mobil nya dengan kecepatan penuh menuju ke markas nya
Denil dan Alex pun tak kalah cepat mengikuti Angga dari belakang, di pastikan Roy akan mati dengan sangat megenas kan, karena Angga sangat tidak suka jika ada yang berani meghiyanati nya
Mobil Angga pun sampai di markas setelah gerbang di buka Angga masuk dan memarkirkan mobil nya
Para penjaga yang melihat raut wajah sang Tuan berdigit ngeri di pastikan sang Tuan sedang dalam mode marah tingkat tinggi
Ia berjalan masuk ke dalam markas untuk mencari Roy, Angga juga mebwa samurai kesayangan nya semua penjaga yang ada di dalam menelan Silvanya dengan sangat susah
Ia mendapati Roy di dalam ruangan nya dengan hati-hati Angga masuk dan lagsung berteriak sambil mengangkat samurai nya
"ROY"teriak Angga
Saat Roy berbalik samurai itu berhasil Membelah Roy menjadi dua
Darah segar pun mengalir deras "Cih dasar tak tau diri, bersihkan tempat ini dan aman kan ponselnya nya, jangan sampai rusak jika rusak nasip kalian sama seperti itu" perintah Angga dan lagsung pergi
__ADS_1
Semua penjaga berdigit ngeri dengan patuh para penjaga melaksakan perintah Tuan nya