
**Reni keluar dari ruangan Pak Angga dengan kesal, "Ah... Menyebalkan sekali Bos kulkas itu, gak cuma dingin kayak es ternyata dia suka memaksa, menyebalkan sekalih", geram Reni dengan Bosnya itu, "tenang Ren tenang yang penting masalah sudah selesai dan lu gak bakal masuk lagi ke ruangan itu", Reni bersyukur karena semua telah berakhir.
"Ren... Reni " teriak seorang perempuan yang mampu menyadarkan lamun Reni, tapi Reni seperti tidak asing dengan suwara yang memanggilnya, seperti dugaan Reni dan ternyata yang memanggilnya adalah Devi yang tak lain sahabatnua sendiri.
" lu gua cariin palah ngelamun disini, lagi ada masalah apa"ucap Devi dengan nafas yang tidak beraturan karena berlari-lari memanggil Reni,
"hiya Ren ada apa kok muka kamu kayak lagi kesel ", sahut Nita menanyakan** keadaannya," gue gak apa apa kok sante saja kalian ", ucap Reni agar sahabatnya tidak khawatir dengannya
Oh hiya Nita adalah teman baru Reni dan Devi belum lama ini dan menjadi sahabat mereka
(Visual Nita Aulia)
" lo serius Ren, eh gue baru inget tadi kan lo ke ruangan Pak Angga apa terjadi sesuatu antara kalian, "tanya Devi yang sudah penasaran apa yang terjadi di ruangan Pak Angga
" lo ngapain ke ruangan Pak Angga, apa ada masalah ", Nita pun ikut bertanya
__ADS_1
" gue kesel sama Bos kulkas, selain dingin kayak es dia juga suka memaksa"ucap Reni dengan bibir yang manyun karena kesal
"udahlah gak usah di pikirin lagi yang penting masalah sudah selesai "Devi meminta Reni agar tetap sabar dan bersyukur karena masalahnya sudah selesai
" benar yang di bilang Devi jangan terlalu dipikirin nanti lo palah sakit, mending kita balik kerja yuk udah habis juga jam istirahatnya"ajak Nita dan mengingatkan sahabatnya agar tidak memikirkan sesuatu terlalu dalam agar tidak sakit
Mereka pun mulai kembali ke posisi masing-masing, dan bekerja seperti bisanya, hari ini kerjanya lembur karena sabtu minggu libur, 2 jam lagi waktunya pulang, waktu pulang pun tiba, sekitar pukul 20.00 malam Reni dan Devi berjalan pulang seperti biasanya
Tiba-tiba dijalan saat pulang Reni dan Devi di cegat oleh dua pria tinggi berpakaian seperti prenan, tapi untungnya dua laki-laki itu tidak membawa senjata tajam, "hallo gadis-gadis cantik mau kemana malam -malam seperti ini, mau abang antar" goda salah satu laki-laki bertubuh lumayan berotot
Tapi laki-laki itu palah tertawa "hahahah apakah kau mengusirku gadis cantik" ucap laki-laki itu dan mencegram tangan Reni dengan kuat
"lepaskan tangan ku bo**h aku jijik di Pegang denganmu "Reni memberontak dan akhirnya bisa lepas tangannya dari cegkramam laki -laki itu,
Laki-laki itu hendak memukul Reni tapi berhasil dihindarinya, dan Reni balik membalas mendengar punggung laki-laki itu,
B R U K
__ADS_1
Laki-laki itu tersungkur ke depan dan terjadi
Laki-laki itu masih bisa bangun, "wah boleh juga ya tenagamu, gadis cantik" ucap laki-laki itu memuji Reni, laki-laki itu hendak menendan Reni tapi belum terkena Reni Devi memukul kaki laki-laki itu pas di bagian tengan-tengah kaki
"Akkh..... S**l kurang aja kau "hendak berdiri tapi langsung dipukul lagi kepala laki-laki itu dengan kerasa oleh Devi dan laki-laki itu pingsan
" eh ada satu lagi, mau jadi kayak gitu ya"ucap Reni dengan tatapan membunuh
"Tidak -tidak, aku tidak mau"laki -laki yang satunya sudah ketakutan sekaligus merinding dengan tatapan membunuh
"Eh eh tunggu dulu, bawa temanmu pergi!!!ak jijik liatnya"titah Reni dan membuat laki-laki itu berbalik dan megendong temannya yang sudah tidak sadarkan diri dan lagsung pergi
Reni dan Devi melihat kepergian dua laki-laki itu dengan tertawa lepas, dan melanjutkan perjalanan pulang yang sempat tertunda gara-gara hal tidak penting, akhirnya mereka sampai di kosan dan lagsung tertidur,karena sudah sangat lelah.
"Terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like, comen, dan jangan lupa jadikan novel ini Favorit kalianππππ"
Tunggu kelanjutan ceritanya lagi yaππ€ππ
__ADS_1