
Hari ini Reni memutuskan untuk ikut Angga ke kampus, ia sudah rapi dengan setel baju nya ia juga akan berencana memakai masker saat di kampus nanti
Reni sudah menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Angga nanti ia menaruh baju nya di atas ranjang lalu ia keluar dari kamar untuk masak
Ia sampai di dapur tapi ternyata Bibi sudah selesai Mesak nya Reni tinggal membantu merapikan di atas meja makan
"wah menatu Mama sudah rapi, mau kemana to "ucap Mama Anis yang baru keluar dari kamar bersama Papa Denil
"Aku mau ikut Mas Angga ke kampus hari ini" jawab Reni
Mama Anis pun mengangguk paham ia pun lagsung duduk di ikut i Papa Denil yang sedang sibuk dengan ponsel nya
Angga pun keluar dari kamar ia lagsung ikut duduk di meja makan
Setelah semua berkumpul mereka pun melakukan sarapan tanpa ada pembicaraan
Sarapan pun selesai Papa Denil pun pamit ke kantor Angga dan Reni pun juga pamit ke kampus
Hari ini Reni memakai baju yang simpel dan tidak terlihat mewah dan ia juga tak melupakan masker nya untuk di pakai saat sudah di kampus
Sedangkan Angga ia memakai baju selayaknya seorang dosen yang gagah dan tampan
Itu adalah mobil yang di tumpang i Angga dan Reni sangat mewah
Mereka pun sudah di dalam mobil, Angga jika ke kampus tidak megunakan supir
"Mas nanti pasti di kampus banyak cewek-cewek cantik ya kan "ucap Reni memecah keheningan
Angga melirik sang Istri ia pun tersenyum jahil" ia dong "jawab Angga sepontan membuat Reni melipat kedua tangan nya dan tak lupa memanyun kan bibir nya
" pasti Mas suka goda in mereka ya "ucap Reni ketus
Rasanya Angga ingin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah megemas kan sang Istri
" Mas gak pernah megoda, tapi Mas yang di goda "jawab Angga dengan pede nya tapi itu memang benar adanya
Reni semakin kesal di buta nya, ia pun memilih diam karena sudah terlalu kesal dengan Angga, Angga yang melihat sang Istri diam lagsung tertawa
__ADS_1
" HAHAHAHAHHAHAHAHAH "tawa Angga yang akhirnya pecah
Reni melirik Angga sinis" kenapa tertawa tidak ada yang lucu "ketus Reni ia kembali menatap lurus ke depan
" Sayang nya Mas, Istri Mas itu yang paling cantik, **** pokok nya paling yahut "puji Angga
Reni pun lagsung berbinar dengan pujian Sang Suami" itu tau, awas aja kalo Mas dengan perempuan lain akan ku potong Junior Mas "ucap Reni
Angga yang mendengar itu menelan Silvany, ia berdikit ngeri" gak dong Sayang nya Mas "jawab Angga penuh cinta
Setelah perdebatan kecil akhirnya mobil Angga memasuki area kampus banyak pasang mata yang lagsung tertuju pada mobil Angga
Angga pun keluar dari mobil nya dengan wajah datar nya kemudian di ikut i Reni yang tak lupa menutupi wajah nya dengan masker
Reni sangat kagum dengan kampus milik sang suami yang begitu besar
Baru saja saltu langkah tiba-tiba ada tiga wanita dengan pakaian minim nya menghampiri Angga dan Reni
"Selamat Pagi Pak Angga "sapa salah satu wanita itu
" Pagi "jawab Angga singkat dan lagsung melanjutkan jalan nya
" lo siapa kenapa mengikuti Pak Angga "tanya wanita yang bernama Celsi
" perkenalkan nama saya Reni "Reni mejulur kan tangan nya tapi tak di tangapi
" iya lo tu siapa nya Pak Angga "tanya wanita yang lain yang namanya Angi
" gue gak butuh tau nama lo "ucap wanita yang lainnya nama nya Isna
" Saya asisten Tuan Angga "jawab Reni sopan
" sejak kapan Pak Angga punya asisten kampungan seperti lo "ucap Celsi mendorong tubuh Reni dengan jijik untung Reni tak sampai terjatuh
" tak mugkin Pak Angga punya asisten kayak lo "hinaan demi hinaan di lontar kan pada Reni tapi Reni tetap diam
" segala pakai masker segala, wajah lo jelek ya jadi di tutup in pakai masker hahahaha "ucap Isna ia tertawa di susul dengan Celsi dan Angi yang ikut tertawa
" buka masker lo "ucap Celsi yang menarik paksa masker Reni dan akhirnya masker pun terbuka
Betapa terkejutnya mereka bertiga melihat wajah Reni yang begitu cantik walaupun tanpa mek up sedikit pun
__ADS_1
Angga yang sedari tadi masih menunggu Reni menyaksikan tingkah tak terpuji para mahasiswa nya tapi ia tersenyum saat melihat betapa orang yang di hinanya sangat cantik
Saat masker Reni terbuka tek segaja ada satu wanita yang megenal Reni
Ia pun mendekati Reni "Eh lo Reni kan" tanya wanita itu dan ternyata ia adalah teman SMP Reni
"lo Nina kan kelas 9 B dulu "ucap Reni melihat Nina
"lo ngampus di sini juga" tanya Nina
"egak lah mana mampu gue "jawab Reni dengan senyum nya membuat banyak lelaki yang terpesona
" oh iya pumpumg gue ketemu lo, ada info dari SMP bulan depan akan di adakan acara untuk alumni dan deger-deger lo di undang untuk nyanyi "jelas Nina
" oky terimakasih infonya "jawab Reni
" gue duluan ya ada kelas soalnya "pamit Nina dan di Angguk i Reni
Ia pun beralih menatap ketiga wanita tadi dengan tatapan tajam nya dan mengambil masker yang tadi ia kembali memakai nya
" jangan lihat seseorang dari penampilan nya tak semua yang terlihat sederhana jelek dan kampungan "ucap Reni
" saya heran, kalian seorang mahasiswa tapi tak memilik sopan santun dan tak memiliki etika kalah dengan orang-orang yang di bilang kampungan ia terlihat kampungan tapi sikap nya tak kampungan seperti kalian"lanjut Reni ia melangkah pergi tapi sebelum itu
Ia membisik kan sesuatu kepada Celsi "untung saya bisa menahan emosi saya, jika tidak kepala mu mungkin sudah tak ada di tempat yang seharus nya" bisik Reni Celsi melirik Reni sekilas ia melihat mata Reni yang berbuha menjadi biru tua ia menelan Silvernya
Setelah itu Reni sedikit berlari untuk mengejar Angga yang sudah melanjutkan jalannya
"Tuan tunggu saya "teriak Reni
Angga dan Reni pun sampai di ruangan Angga, setelah Reni masuk pintu lagsung di kunci oleh Angga
Reni terlihat sedang mengatur nafas nya" Dasar Dosen laknat "ucap Reni yang tersegal-segal
" salah siapa lari-lari"jawab Angga santai, Reni mendegkus sebal
"tau ah Mas "kesal Reni ia duduk di sofa di ikut itu Angga
" tadi kamu bisiki apa sama salah satu mahasiswa "tanya Angga yang penasaran
" tidak ada "bohong Reni pada Angga
" masa sih, kok sampai tubuh nya bergetar "heran Angga
__ADS_1
" gak ada Mas, udah ah sana mau ngajar gak "Reni mengalihkan pembicaraan