JODOH PELAYAN TOKO

JODOH PELAYAN TOKO
Bab 43


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 4 sore, Reni mulai megeliat ia bangun dengan mengecek-ucek matanya


"Astagfirullah jam berapa ini "pekik Reni ia lagsung mengambil ponselnya untuk melihat jam


" ya ampun udah jam 4 sore, aduh aku gak enak sama Mama menantu macam apa aku ini palah enak-enakan tidur "ujar Reni


Reni melihat suaminya masih tertidur dengan pulas ia tak tega membangunkan nya, Reni pun beranjak dari tempat tidur lagsung pergi ke kamar mandi


Di ruang tamu Mama Anis dan Papa Denil sedang mengobrol, Papa Denil celingak cliguk mencari sesuatu


Mama Anis yang melihat tingkah suaminya itu merasa heran apa yang sedang di cari Papa Denil???


"cari apa sih Pa " tanya Mama Anis


" itu Ma anak kita dan menantu kita kok gak ada, masa dari tadi pagi belum bangun "jawab Papa Denil menatap Mama Anis penuh keheranan


" tadi udah pada bangun Pa, tapi tadi siang kayak nya mereka masuk ke kamar "jawab Mama Anis


" Papa kira dari tadi belum pada bangun, padahal kita dulu gak segitunya ya Ma "ujar Papa Denil memberi kedipan genit pada Mama Anis


" Papa itu bicaranya gak di saring dulu "ucap Mama Anis memukul dada bidang Papa Denil


" kayak mau nagkep ikan aja harus di saring "jawab Papa Denil berencana


" Buwahahha....."tawa Papa Denil pecah, Mama Anis yang melihat kelakuan Suminya hanya meghela nafasnya kasar karena kesal


Di lihat Reni sedang berjalan turun dari lantai atas ia melihat mertuanya sedang mengobrol di ruang tamu


"Ma Pa.... "sapa Reni dengan sedikit ragu karena malu, Papa Denil dan Mama Anis melihat ke arah Reni dengan tersenyum


" Pa Ma maaf Reni tadi ketiduran "ujar Reni dengan menundukkann kepalanya


" tidak apa-apa Sayang, sini duduk "ucap Mama Anis mempersilahkan Reni duduk


" oh ya Ren dimana bocah nakal itu "tanya Papa Denil


" itu Pa Mas Angga masih tidur, Reni gak tega baguninnya kayak nya Mas Angga capek banget "jawab Reni


" capek kenapa "tanya Papa Denil lagi


" itu Pa tadi markas di serang "sahut Mama Anis

__ADS_1


" di serang, kenapa Mama gak ngomong dari tadi sih "ujar Papa Denil


" hihihi Mama lupa Pa "jawab Mama Anis cekikian


Reni yang melihat pemandangan itu sangat bahagia, melihat mertuanya yang begitu harmonis ia berharap ia dan suaminya kelak akan seperti itu


Papa Denil dan Mama Anis yang melihat Reni senyum-senyum sendiri merasa heran


" kamu kenapa Nak "tanya Mama Anis tiba-tiba, Reni tersentak


" Eh... Tidak kenapa-kenapa Ma " pekik Reni yang tersadar dari pikirannya


" heyo lagi mikirin apa kok senyum-senyum sendiri "goda Papa Denil


Reni merasa bahagia memiliki mertua yang hambel dengannya bisa bercanda dengannya, tapi ia juga malu karena ketahuan senyum-senyum sendiri


" ah tidak Pa, masa sih Reni senyum-senyum sendiri gak lah Pa "bohong Reni


" tadi Mama sama Papa liat ya, ya kan Pa "sahut Mama Anis menatap Papa Denil untuk meminta persetujuan Papa Denil pun mengangguk


" tuh Papa aja liat, cerita dong "lanjut Mama Anis kepo


Dengan malu-malu Reni pun mau cerita apa yang sedang ia bayangkan tadi" Reni senyum karena melihat Mama sama Papa yang harmonis walaupun usianya tidak muda lagi, dan Reni berharap kelak Reni sama Mas Angga bisa selalu seperti Papa sama Mama selalu harmonis "jelas Reni


" iya Ma insyaallah Reni akan menjadi istri yang selalu percaya dengan suami Reni "ujar Reni, mencerna semua ucapan Mama Anis


Papa Denil merasa tidak percaya kalo istrinya bisa berkata bijak seperti itu


" kenapa sih Papa natap Mama kaya gitu "tanya Mama Anis


" sejak kapan kamu bijak "Papa Denil palah balik bertanya


" sejak lahir "jawab Mama Anis singkat dan lagsung memablik tubuhnya membelakangi Papa Denil


" hayo Papa buat Mama marah "ejek Reni kepada sang Papa mertua


" tapi beneran Ren Papa baru kalih ini denger Mama berkata bijak "ujar Papa Denil


" bohong Ren gak usah percaya sama Papa mu itu "sahut Mama Anis yang tak trima dengan perkataan Papa Denil


" sudah dong Pa Ma "ujar Reni

__ADS_1


" Ren nanti setelah Magrib temenin Mama ke Mall yuk "ujar Mama Anis


" dengan senang hati Ma "jawab Reni


" ya sudah sana bangunkan suamimu dulu "ujar Mama Anis, Reni mengangguk ia bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar untuk membangun kan Angga


Saat sudah sampai Reni tak melihat sang suami, ia mendengar di kamar mandi air hidup dan itu pasti Angga


Reni memutuskan untuk menyiapkan pakaian untuk sang suami, setelah beberapa menit Angga keluar dari kamar mandi


"Sayang dari mana saja hmm "tanya Angga sambil mengambil baju yang sudah di siapkan oleh sang istri


" tadi aku ngobrol sama Mama Papa di ruang tengah "jawab Reni


" ngobrol apa sama Mama Papa "tanya Angga lagi sambil mengancingkan bajunya


" Banyak Mas, tadi Mama juga mengajak aku ke Mall apa boleh "tanya Reni


" boleh dong Sayang "jawab Angga mencium pucuk kepala Reni


" Terimakasih Mas "ujar Reni tersenyum hangat dengan Suminya


" ya sudah sana kamu nandi dulu, udah mau magrib "ujar Angga


" ya sudah Aku mandi dulu "jawab Reni beranjak dari duduknya dan melangkah pergi ke kamar mandi


Angga duduk di ranjang dengan memainkan Ponselnya sambil menunggu Reni selesai mandi, tak butuh waktu lama Reni pun sudah selesai mandi ia keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk


Angga menatap istrinya dengan berbinar, Reni yang melihat tatapan itu lagsung lari menuju ruang ganti sebelum Angga menerkam nya


Angga yang melihat tingkah istrinya tersenyum puas telah megerjai sang istri, Reni sudah keluar dari ruang ganti dengan penampilan sederhana tapi tetap cantik dengan balutan hijabnya


"Wah istri Mas sangat cantik "puji Angga, Reni yang mendapat pujian pun malu-malu wajahnya sudah memerah


" apaan sih mas "ujar Reni tersipu malu


" wah ternyata seorang gadis berhijab dan jago bela diri bisa tersipu malu juga "goda Angga


Reni yang mendengar itu lagsung megerucutkan bibirnya karena kesal


" sudah-sudah Sayang jangan di gitu in bibir nya jadi pengen Mas cium "ucap Angga melangkah mendekati Reni

__ADS_1


Reni yang sadar lagsung menutup mulut nya dengan tangannya agar tak di cium sang suami" sudah ah mas ini sudah magrib mending sholat saja "ujar Reni yang masih membugkam mulutnya dengan tangan ia melangkah menjauh dari Angga


Angga mengikuti langkah sang istri untuk melaksanakan Sholat berjamaah, selesai sholat Reni bersiap-siap untuk pergi ke Mall bersama Mama Anis


__ADS_2