
" Terimakasih Mas "jawab Reni dengan senyuman manis nyaa
Angga dan Reni pun sarapan dengan satu piring berdua dan adegan suap-suapan pun terjadi
Sarapan pun selesai Angga menaruh piring di atas meja di samping tempat tidur, Angga kembali duduk di samping Reni
" Yang hari ini mau Pergi ke mana "ujar Angga yang membelai lembut kepalanya yang tidak ter tutup hijab karena di dalam rumah
"gak usah kemana-mana mas, punyaku masih nyeri" ucap Reni yang bersandar di bahu Angga
"baiklah, besok saja kita pergi nya "putus Angga
" mas cuti berapa hari "tanya ku
"Gak Mas tentu in, terserah mas mau masuk kapan"jawab Angga santai
"is mas kok gitu" ucap Reni yang heran dengan suaminya itu
"biarin aja, eh ya mas mau bilang sesuatu "ujar Angga ucapnya sedikit serius
" apa mas... "
" Maaf kan aku, karena aku tidak mempublikasikan hubungan kita "jelas Angga
" tidak apa Mas, alasannya apa mas "ucap Reni menatap wajah Angga yang merasa bersalah
Angga menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjelaskan semuanya" aku tidak mau kamu terluka Sayang, aku memiliki banyak musuh karena aku seorang ketua mafia terbesar di dunia, aku melakukan semua ini karena aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi, dulu Nenek dan Kakek di bunuh di depan mata ku, sejak itulah aku berjanji akan menjaga orang-orang yang aku sayang i, musuh belum ada yang tau siapa ketua mafia terbesar itu,jangan marah ya "jelas Angga
" Reni kira Mafia itu hanya ada di Novel ternyata ini ada ya, bahkan suamiku sendiri seorang ketua mafia "ujar Reni yang heran dan tak percaya siapa yang Sekarang jadi suaminya
" ya ini kenyataannya Sayang, apa kamu tetep mau dengan ku "ucap Angga serasa memohon dan memasang wajah sedihnya.
" emm bagaimana ya Mas ya"jawab Reni pura-pura berfikir agar Angga penasaran dan takut kehilangan
"Sayang ku mohon jangan begitu, aku tidak mau kehilangan mu "ucap Angga memegang tangan Reni dan mencium nya
Reni iba melihat suaminya itu tapi rasanya ingin tertawa melihat ekspresi wajah suaminya yang imut kalo lagi sedih
Reni membelai kepala Angga" aku akan tetep bersamamu Mas, sudah-sudah jangan sedih aku kan jadi gemes liat nya "ucap Reni dan sudah tak tahan menahan tawanya
" makasih, Sayang... "
" kenapa kamu tertawa Hmm "ucap Angga yang merubah ekspresi nya menjadi datar
" siapa yang ketawa gak ya, udah ah aku pengen turun nonton Tv "ucap Reni berusaha bangkit dari duduk nya, tapi bagian bawahnya masih terasa sakit
Angga yang peka lagsung megendong Istrinya, Reni pun Reflek lagsung megelantungkan tangannya di leher Angga
Mereka pun turun ke bawah dan mulai menonton Tv
__ADS_1
_-----------------------------------------_
Di sisi lain Alex sedang berada di rumah Nita bersama kedua orang tua nya, seperti janji nya Alex akan melamar Nita setelah pernikahan Angga dan Reni
Alex sudah berada di ruang tamu rumah Nita bersama ke dua orang tuanya.
"maaf rumah kami tidak luas "ujar Ibu Nita
" tidak masalah Jeng "jawab Mama Alex
Nita sudah keluar dari kamarnya dan ikut duduk di ruang tamu
" wah Nak Nita kau sangat cantik "puji Mama Alex
" tante bisa saja "ucap Nita malu-malu
" mari acara kita mulai "sahut Papa Alex
"maksut kedatangan kami ke sini untuk melamarkan Putra saya untuk putri Ibu" ucap Papa Alex
"saya pasti setuju, tapi keputusan semua ada pada Putri saya "ujar Ibu Nita yang melihat Putrinya untuk meminta jawaban.
Nita yang sadar akan itu semua menganggukkan tanda setuju, semua bersyukur, Alex pun tersenyum puas
" terus kapan ni acara akad dan resepsi nya "Ucap Mama Alex
" lebih cepat lebih baik "ucap Alex antusias
" iya lah Pa, nanti kalo ada yang ngeduluin gimana "ucap Alex
" bagaimana kalo dua minggu lagi "ucap Mama Alex
" boleh tu Ma, tapi aku mau acaranya seperti punya Angga, aku gak mau terlalu di publikasikan, takut terjadi hal yang tak di inginkan di kemudian hari "jelas Alex
"saya ikut saja, bagaimana baiknya" ucap Ibu Nita
"oky jeng, satu minggu lagi kita fiting baju ya, semua biar saya yang mengurus "ucap Mama Alex
"ya sudah kamu pamit pulang dulu" pamit Papa Alex
Nita menyalami kedua tangan calon mertua nya, keluarga Alex pun sudah pulang, Nita kembali masuk ke dalam rumah
_------------------------------------------_
Di tempat lain Denil dan Devi sedang berjalan berdua di sebuah taman, sengaja Denil menyuruh Devi untuk tidak bekerja bahkan di suruh keluar dari tempat kerja
"Sayang.. "panggil Denil
" iya, ada apa mas "jawab Devi,posisi mereka duduk di salah satu kursi taman.
__ADS_1
" Aku akan segera melamarmu, besok hari Rabu aku datang ke rumah mu bersama ke dua orang tua ku "ujar Denil memegang Tangan Devi
" iya Mas, terus kapan aku pulang ke Desa "jawab Devi
" nanti sore sekalian bara semua barang-barang mu, biar nanti supir yang mengantar mu "ucap Denil yang masih setia megengam tangan Devi
" apa setelah menikah kamu mau menuruti satu permintaan ku "tanya Devi
" Apa, pasti akan aku kabulkan"jawab Denil penasaran
"Aku ingin kita membawa kedua orang tua ku ke rumah mu, karena aku tidak bisa meninggalkan mereka "ujar Devi sedikit takut jika Denil marah dan melarang
" baiklah Sayang aku setuju "jawab Denil tersenyum menatap Devi
" Terimakasih mas "Devi dengan sepontan memeluk Denil, Denil pun membals pelukan Devi
Adegan pelukan itu pun berakhir"yuk kita lanjut jalan nanti sekalian cari makan"ajak Denil dan di angguk i Devi
Mereka pun menuju ke parkiran, Denil membukakan pintu untuk Devi, mobil Mereka pun melajukan mobilnya mencari makan siang
Setelah berjalan-jalan mereka pun pergi ke restoran, beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah restoran yang cukup besar
Seperti biasanya Denil membukakan pintu untuk Devi, mereka pun masuk ke dalam Restoran
Setelah duduk Denil memanggil pelayan "saya pesan ini sama ini dua porsi ya" ucap Denil
"baik tuan mohon di tunggu "ucap Pelayan itu ramah, pelayan itu pun pergi
" apa kamu suka tempat nya "tanya Denil
" sangat suka mas, ini sangat mewah "kagum Devi melihat sekeliling Restoran
" Ini tidak seberapa Sayang masih ada yang lebih mewah lagi, kapan-kapan kita kesana "ucap Denil merasa bahagia melihat Calon istri nya bukan seorang yang matre
" tidak perlu Mas pasti mahal kan"tolek Devi
"tidak apa Sayang, untuk mu semua tidak akan jadi mahal "ujar Denil membelai tangan Devi, Devi pun tersenyum dan bahagia melihat Denil yang begitu perhatian dengan nya
Makanan yang di pesan pun sudah datang mereka pun menyantap makanya dengan lahap
Terimakasih yang sudah berkenan mampir dan membaca hayalan Author yang masih belepotan 😁
Terimakasih atas dukungan nya dan saran dari kakak-kakak 🙏😊
Dukung Author biar tetap semangat terus dengan
Like 👍
Komen.....
__ADS_1
Vote juga agar tidak ketinggalan Updet an Nya 🙏😊