
"siap yang Telpon Mas" tanya Reni yang melihat perubahan wajah sang Suami yang menjadi masam
"sedari tadi sudah ada yang mengikuti kita "ucap Angga
" terus bagaimana Mas "tanya Reni lagi
" mereka tidak akan menyerang kita, mereka hanya mengawasi kita "ujar Angga
" syukur lah kalo begitu "ucap Reni
" kita mau makan apa Sayang "tanya Angga yang fokus menyetir
Reni nampak berfikir sejenak" aku ikut Mas aja "putus Reni
" baiklah Tuan Putri ke Sayang an nya Pageran Angga "Angga membelai lembut tangan Reni
Reni pun tersenyum penuh cinta pada sang suami
Setelah mencari-cari tempat makan akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota ini
Mobil sudah terparkir sempurna dengan sigap Angga membuka kan pintu untuk Reni
Mereka pun masuk ke dalam Restoran dengan bergandengan tangan banyak orang yang merasa iri dengan pasangan yang sangat serasi itu
Tak kalah panas nya Geladis dan Dion yang menyaksikan kemesraan mereka berdua
Dion megepalkan tangan nya dengan kuat melihat pemandangan yang membuat hati nya sakit
Dion dan Geladis pun hanya memantau saja tanpa berniat untuk mendekat
"kita harus secepat nya membuat mereka berpisah "ucap Geladis yang merasa sangat geram
" iya gue muak liat kemesraan mereka "jawab Dion yang tak kalah kesal
Sedangkan Angga dan Reni sudah duduk di salah satu meja yang dekat dengan kaca jendela
" Mas restoran ini bagus banget "Reni sangat kagum dengan dekorasi nya
Angga merasa bahagia memiliki Istri seperti Reni orang nya begitu sederhana
" apa kamu mau, jika mau biar Mas beli restoran ini "ucap Angga
" ya gak gitu juga Mas, mending uang itu di tabung buat masa depan anak-anak kita nanti, jangan palah untuk membeli hal yang tidak penting "ujar Reni
" iya Mas paham kok, tapi Insyaallah untuk masa depan anak kita sudah ada Sayang, sekarang Mas pingin manja in Istri Mas dulu sebelum ada anak kita nanti "ucap Angga
" berati kalo udah ada anak kita Mas gak manja in aku lagi dong "Reni megerucut kan bibir nya
Angga tepuk jidat karena salah berbicara yang membuat sang Istri jadi salah faham
" bukan seperti itu Sayang, maksudnya Mas besok kan kalo udah ada anak kita pasti kamu nya fokus sama anak kita kan terus waktu berdua nya agak berkurang "Angga menjelaskan kesalah fahaman kecil yang memicu pertengkaran
" iya juga ya Mas, tapi tetap saja uang nya jangan buta beli hal yang tidak penting "ucap Reni, Angga tersenyum dan mengangguk
__ADS_1
Makanan yang di pesan mereka pun datang, dan mereka makan dengan lahap dan saling suap-suapan
Selesai makan mereka memutuskan untuk pulang saat sudah di parkiran sebenar nya ia melihat ada Dion dan Geladis tapi mereka pura-pura tidak tau dan cuek saja
Geladis dan Dion yang melihat Angga dan Reni sudah akan pulang juga memutuskan untuk pulang karena lelah mengikuti Angga dan Reni dan malah membuat mereka kepanasan
Mobil Angga pun melesat menuju jalan pulang cuaca hari ini terlihat mendung dan tidak panas
Saat di perjalanan Reni mengingat informasi dari teman SMP nya tadi
"oh hiya Mas, bulan depan aku akan pergi ke acara SMP ku katanya aku juga di undang gitu "Ucap Reni
" Mas sih boleh-boleh aja, tapi mugkin kamu di antar sama supir gak apa-apa ya "ujar Angga
" gak papa Mas, biar besok berangkat nya sama Devi juga "jawab Reni
Angga mengangguk paham dan kembali fokus ke jalan, sedangkan Reni yang merasa jenuh ia memutuskan untuk melanjutkan tidur nya yang tadi, Angga yang melihat sang Istri kembali tidur lagi hanya bisa geleng-geleng kepala
Saat sudah akan sampai di rumah tiba-tiba mobil Angga tak sengaja menabrak sesuatu
BRUK
CITT
Mobil Angga pun megerem mendadak membuat Reni bangun
"kenapa kok ngerem mendadak Mas "tanya Reni
" kayak nya Mas nabrak sesuatu deh "ucap Angga ia pun keluar dari mobil dan melihat apa yang di tabrak nya
Angga pun kembali masuk ke dalam mobil" apa Mas yang tertabrak "tanya Reni yang sudah penasaran sedari tadi
" kucing tapi kucing nya udah lari "jawab Angga ia kembali melajukan mobil nya lagi
" syukur lah kalo kucing nya gak apa-apa "ujar Reni
Mobil pun sampai di halaman rumah Angga mereka pun masuk ke dalam tapi saat di dalam suasana sangat sepi entek Mama Anis pergi kemana jika sang Papa di pastikan belum pulang dari kantor
Mereka pun lagsung ke kamar untuk beristirahat sekalian menunggu Mama Anis dan Papa Denil pulang
Sedangkan Denil yang sedang bermesraan dengan Devi tapi terganggu karena ponsel nya berbunyi
Dret
Dret
Dret
Denil mendegkus kesal "Mas angkat telpon dulu" ijin Denil dan di angguk i Devi
Denil sedikit menjauh dari Devi untuk mengangkat telpon
📞Denil
" Hallo "
__ADS_1
📞Alex
" Gue dapet Info kalo ada yang berkiyanan dan mencuri senjata "
📞Denil
" S**lan kalo Angga tau habis tu orang "
📞Alex
" besok kita bahas dengan Angga "
📞Denil
" Oky "
Tut
Tut
Tut
Ponsel di mati kan oleh Denil dan ia kembali duduk di samping Devi
" siapa yang telpon Mas "tanya Devi
" Alex, Sayang "jawab Denil
" ada masalah apa emang nya "tanya Devi lagi
" sebenar nya ada hal yang mau Mas kata kan dengan mu "ucap Denil
" apa......... "
" sebenar nya aku seorang Mafia "ucap Denil ia harap-harap cemas karena takut jika Devi akan pergi karena Megetahui siapa sebenar nya diri nya
Devi yang mendengar itu terlihat kaget bahwa kenyataan nya sang suami seorang Mafia
" apa Mas ketua nya "tanya Devi lagi
" bukan, Mas bukan ketua nya Mas adakah kaki tangan nya "jawab Denil
" sejak kapan Mas tau tentang Mafia "tanya Devi ia penasaran karena ia tau tentang Mafia karena membaca sebuah Novel
" sedari Mas berusia 10 tahun "ucap Denil
Mata Devi membulat sempurna mendengar jawaban dari Denil" sejak usia 10 tahun, apa keluarga Mas juga seorang Mafia dulu "tanya Devi ia benar-benar terkejut
" iya, Papa adalah kaki tangan ketua Mafia "jawab Denil
" apa tidak terlalu bahaya Mas jika jadi seorang Mafia "Devi nampak khawatir ia juga cemas takut akan terjadi hal yang tak di inginkan kepada Suami nya
" mau bagaimana lagi Sayang, kalo semua ini sudah menjadi takdir nya aku "ujar Denil
" tapi aku takut Mas kenapa-kenpa "ucap Devi ia memeluk sang Suami dengan erat
__ADS_1
" Mas tidak akan kenapa-kenpa Sayang, jika pun ia kan semua manusia akan kembali ke sang pencipta jadi jika memang sudah saat nya siapa yang bisa menolak tidak ada kan "jelas Denil ia membelai lembut kepala Devi agar lebih tenang