JODOH PELAYAN TOKO

JODOH PELAYAN TOKO
Bab 47


__ADS_3

Hari ini Reni dan Angga berencana akan pergi jalan-jalan ke taman, jam menuju kan pukul 12 siang


Angga dan Reni sedang bersiap-siap, selesai bersiap-siap Reni dan Angga turun ke bawah dengan bergandengan mesra


Mama Anis yang melihat itu pun tersenyum "iya percaya pengantin baru mah kemana-mana nempel terus, udah kayak peragko" sendiri Mama Anis


"apaan sih Ma, iri ya Mama sama kita ngaku hayo "lede Angga


" siapa juga yang iri "jawab Mama Anis ketus


" itu.. "


" sudah Mas, kamu ini sama orang tua nya sendiri kok kayak gitu "ucapan Angga terpotong dan sekarang giliran Reni yang ngomel


" iya Sayang "Angga gemas dengan sang istri ia mencubit hidung Reni sampai menjadi merah


Reni kesal ia lalu menepis tangan Angga dengan keras" sakit tau gak sih Mas"protes Reni sambil memegang i hidung nya


"Maaf Sayang "lembut Angga membelai kepala Reni dengan lembut


" ngomong-ngomong kalian mau ke mana, kok udah rapi "penasaran Mama Anis melihat ujung kepala sampai ujung kaki putra dan menatunya


" aku sama Reni mau ke taman "jawab Angga


" ya sudah hati-hati di jalan "ujar Mama Anis


" iya Ma " jawab mereka berdua, sebelum pergi Reni Reni dan Angga mencium punggung tangan Mama Anis bergantian


Mereka pun keluar dari rumah menuju ke mobil, Angga memilih untuk menyetir sendiri karena ia benar-benar ingin menghabiskan waktu nya berdua



Mobil merah kesayangan nya Angga yang ia pakai untuk berjalan-jalan dengan sang istri, dan pastinya dengan ketat penjagaan ya walaupun cuma dari jarak yang tidak dekat



Hari iki Reni memakai baju berwarna biru dogker dengan di padu padan kan dengan hijab nya yang berwarna mocca dengan sentuhan terakhir kacamata hitam dan tas kecil bermotif kulit macan tutul, sangat cantik



Sedangkan Angga hari ini menggunakan setelah baju santai baju yang bagian dalam berwarna ungu dan baju luar berwarna putih


(maaf juga peyembuh warnanya salah πŸ™)


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menikmati jalan yang lumayan ramai tapi tidak macet, lagi yang tidak begitu panas


Angga menatap sang istri, pandangan sang istri hanya memandang lurus "Sayang" ucap Angga memulai pembicaraan


"Hmm " jawab Reni yang lagsung menoleh menatap Angga


Angga megengam tangan Reni dengan begitu lembut Reni pun merasa nyaman dengan perlakuan Angga


" kau sangat cantik "puji Angga seketika wajah Reni berubah menjadi merah seperti kepiting rebus

__ADS_1


" gombal "jawab Reni malu-malu ia memalingkan wajah nya mantap jendela karena wajah nya sudah memerah


" serius Sayang, terima kasih sudah mau menjadi istri ku, maaf jika aku belum bisa buat kamu bahagia "ucap Angga tiba-tiba berubah menjadi melow, Angga megengam erat tangan Reni seakan-akan ia akan pergi


Reni tersenyum" aku sudah sangat bahagia denganmu Mas, jadi jangan memikirkan hal itu lagi ya "ujar Reni membelai tangan Angga


" I love you sayang "ucap Angga di lihat dari sorot matanya menunjukkan besar rasa cinta nya kepada Reni


" I love you to sayang, fokus lak menyetir "ujar Reni, Angga masih setia memegang erat tangan Reni


Tak terasa akhirnya sampai di tempat tujuan, Angga dengan sigap membukakan pintu untuk Reni.


Mereka pun sekarang sudah masuk area taman yang sangat indah



" wah Mas ini sangat indah "puji Reni mata iya berbinar melihat taman yang sangat indah


" kapan-kapan aku ajakin kamu ke taman yang lebih indah dari ini "ujar Angga ia melilit kan tangan nya di pinggang Reni


Reni dan Angga di situ berjalan-jalan mengelilingi taman itu, sesekali mereka bercanda gurau


Mereka pun selesai mengelilingi taman" Mas aku pegen makan "Rengek Reni


" ya udah, ayo kita cari makanan "ajak Angga degan megandengnya


Mobil sudah menjauh dari taman dan sekarang tujuan nya mau mencari makan, Angga menghentikan mobil nya di sebuah restoran yang lumayan besar


Merah sudah duduk dan akan memesan makanan dan minuman, Reni hanya menyamakan makanannya degan sang suami, pelayan itu pun langsung undur diri dari hadapan Angga dan Reni


"yang senin depan aku udah mulai mengajar "ujar Angga


"hari pertama kamu ngajar aku ikut ya" ucap Reni memasang wajah imut agar sang suami luluh


Angga pun mengangguk Reni pun sangat bahagia karna ia akan melihat kampus


Makanan yang di pesan Angga pun sudah datang "permisi Tuan ini makannya" ucap seorang pelayan dengan ramah, pelayan itu menaruh makanan dan minuman nya di atas meja


"Terimakasih "jawab Reni, Pelayan pun undur diri


Angga dan Reni menyantap hidangan nya dengan lahap dan sesekalih suap-suapan dengan romantis


Tanpa mereka berdua sadari, dari tempat duduk yang tak jauh dari Angga dan Reni


" kok kayak kenal ya sama laki-laki itu, oh iya itu... Itu kan Angga "gumam nya di dalam hati


" hei kamu lagi liatin apa "tegur laki-laki yang di depan Geladis


" Eh gak kok Om"kaget Geladis


"ya udah yuk kita pulang "ajak Om-om itu, ia berdiri beranjak dari tempat duduk


" Om duluan aja, aku mau ketemu sama temen dulu "tolak Geladis

__ADS_1


" ya sudah hati-hati pulang nya, lain kalih layani Om lagi ya"ujar Om itu sambil menc*um Geladis


Setelah Om itu pergi Geladis mendekat ke tempat duduk Angga dan Reni


"Hai, aku boleh duduk pasti boleh dong "ujar Geladis yang dengan pedenya duduk


Angga dan Reni kaget tapi setelah itu hanya bersikap biasa saja dan lajut makan


Geladis yang di cuek ki mesti mendegkus sebal" Gak apa kamu masih ingat aku "ucap Geladis


Angga menoleh sekilas melihat Geladis" Siapa ya saya tidak megenal anda "jawab Angga sepontan membuat Reni tertawa kecil, sedangkan Geladis ia tak percaya kalo mantannya tidak megenal nya


" Sayang apa benar kamu tidak megenal wanita itu "tanya Reni pada sang suami


" Sayang.. "gumam Geladis di batinnya


" gak Mas gak kenal "jawab Angga


" kamu siapa nya Angga "tanya Geladis nampak beringung


Reni tersenyum" oh saya ya, kenaikan nama saya Reni Aprilia ISTRI Mas Angga "jawab Reni menekankan kata Istri


Jeduar...


Geladis sangat syok ia tidak percaya kalo Angga sudah menikah" gak mugkin, jangan ngaku-ngaku deh lo "kesal Geladis menatap tajam Reni sedangkan Reni hanya bersikap biasa saja


Angga tersenyum jahil" Sayang aku pegen di suapin "pintar Angga dengan manja


" ayo buka mulut nya lebar-lebar Akkk"ujar Reni menyondorkan sendok ke mulut Angga


"Aemm


"enak gak mas "ucap Reni


" sangat enak, apa lagi di suapin sama istri Mas ini "jawab Angga dengan lembut Reni tersenyum


Geladis sangat kesal melihat itu, ia lagsung pergi begitu saja, pengunjung yang melihat itu menertawakan Geladis, dia mendengar itu membuat nya tambah marah


Angga dan Reni tidak menguraikan Geladis, mereka melanjutkan makannya karena akan segera pulang


"maaf jika cerita yang saya buat sejak bab pertama banyak penulisan kata yang salah, maaf jika cerita yang saya buat tidak nyambung dan bahkan cerita saya tidak menarik untuk di baca, saya sangat sangat sangat sangat mintamaaf πŸ™dan saya sangat sangat sangat sangat berterima kasih kepada kakak - kakak yang sudah mampir di cerita saya dan selalu mendukung saya, Terima kasih πŸ™ πŸ˜ŠπŸ˜‡πŸ˜Š"


Terimakasih yang sudah membaca πŸ™


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorit kan juga πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2