
Hari yang di tunggu akhirnya tiba, hari ini hari Rabu dan dimana hari lamaran Reni
Angga sudah bersiap-siap sejak pagi entah kenapa ia bangun lebih pagi mugkin karena akan segera melamar orang yang di cintai nya
Angga menatap dirinya di depan cermin, Angga memakai setelah jas "gue gerogi banget ya Tuan" gumam nya di depan cermin
"kenapa harus gerogi, secara aku sudah tampan sudah rapi "ucap nya lagi memuji diri-sendir dan tersenyum
Sebelumnya Angga sudah bilang sama Reni akan sampai di sana mungkin pukul 10 pagi
Angga turu dari lantai 2 menuju meja makan yang sudah ada kedua orang tua nya
" selamat pagi Ma Pa "sapa Angga dengan tersenyum lebar
" Selamat pagi "jawab serempak Mama dan Papa
" wah anak Mama sangat tampan "puji Mama Anis yang melihat setel baju Angga dari atas sampai bawah
" ya harus tampan dong Ma kan mau ngelamar seorang bidadari "goda Papa Denil dan tersenyum jail
" Anak Papa sama Mama emang udah tampan sejak lahir "ucap Angga pede
" ih pede sekali kau,saat kamu masih kecil kamu tu tegil tau gak"ucap Mama Anis membuat Angga Kesal
"Terserah Mama aja deh "ucap Angga yang sudah kesal dengan Mama nya itu
" sudah-sudah, cepat makan "ucapan Papa, Mama dan Angga mengangguk.
Sedangkan di kediaman Reni, Reni juga sudah rampi dengan baju gamis nya dan tak lupa kepalanya di tutup dengan balutan hijab yang senada dengan bajunya
" apa gue sedang mimpi "ucap nya sendiri di depan cermin dengan menempuh-nepuk pipi nya sendiri
" gue tidak mimpi "ucapnya lagi
Reni keluar dari kamar dan menghampiri Ibu nya dan ada juga Kakak dari Bapak yang ikut membantu
" Ibu apa ada yang perlu Reni bantu"ucap Reni Ibu dan Kakak Bapak menoleh ke arahnya
"wah putri Ibu cantik sekalih "puji Ibu Reni
" wah kau sangat cantik "puji Kakak Nya Bapak
Reni tersipu malu dan tak mampu berkata apa-apa lagi
" kau temani Bapak di depan aja ya "ucap Ibu Reni, Reni pun hanya mengangguk dan lagsung pergi menemui Bapak
Pak Adit yang masih fokus menonton Tv tidak sadar jika sudah ada Reni
" Pak " Reni menepuk bahu Pak Adit
Pak Adit kaget" Astagfirullah Reni kau megagetkan saja"ucap Pak Adit yang terkejut
__ADS_1
"hehhehe Maaf Pak " ucap Reni
" wah Putri Bapak cantik sekalih"puji Pak Adit yang baru sadar Putrinya benar-benar cantik
"Bapak baru menyadari nya "ucap Reni yang kesal bibir nya di monyongin ke depan
Pak Adit melihat tingkah Putrinya itu sangat gemas Reni sangat megemaskan saat dia cemberut
" jangan cemberut dong nanti cantiknya hilang "goda Pak Adit
Setelah satu jam akhirnya keluar Angga datang, mereka datang haya bertiga yang terdiri dari Papa, Mama dan Angga saja
" silahkan masuk "ucap Pak Adit
Akhirnya semua sudah dudu dan akan segera melanjutkan lamaranya
Papa Denil pun memulai lamarannya" Assalamualaikum, tujuan Saya dan istri saya ke sini ingin melamarkan anak saya dengan putri Bapak "ucap Papa Angga
" kalo saya sebagai orang tua sangat setuju, tapi saya akan bertanya kepada putri saya, Reni Aprilia apa kamu bersedia menerima lamarannya"ucap Pak Adit
Reni pun dengan malu-malu mengangguk kan kepala tanda setuju,
Semua yang di situ pun mengucap syukur dan tersenyum lebar, Angga pun sedari tadi selalu curi-curi pandang dengan Reni
Setelah lamaranya di trima Angga memakaikan cincin di jari Reni
Semua pun bertepuk tangan, sekarang tinggal acara makan-makan saja
Devi dan Nita tidak bisa datang karena bekerja, sedangkan Denil dan Alex juga sibuk bekerja jadi tidak ikut hadir, mereka akan hadir ketika acara pernikahan di hari minggu
Reni dan Angga sedang duduk berdua setelah makan-makan "apa kau bahagia Sayang" ucap Angga membuka pembicaraan
"Tentu aku bahagia "jawab Reni
" kau sangat Cantik Sayang "puji Angga
" Mas gombal ih "jawab Reni yang sudah tersipu malu
" mas gak gombal Sayang mas serius "ucap Angga
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang sedang memperhatikan mereka berdua
" ehem "ucap seseorang itu
Angga dan Reni pun terkejut dan melihat sosok orang yang berdehem
" Eh Kak "ucap Reni gugup
Ya yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua adalah Kakak Reni yang namanya Rangga Dian
" apa kabar kamu dek "ucap Rangga dengan memeluk adiknya itu
" kabar Reni baik Kak " jawab Reni yang membalas pelukan kakak nyaa
__ADS_1
Setelah melepas pelukan nya Rangga melihat Angga dan mendekati nya
" apa kau serus dengan Adek gue "ucap Rangga
" gue serius Kak, dan gue akan jaga adek lu "ucap Angga dengan penuh keyakinan
" gue percayain Adik gue sama lo jangan buat dia sedih "ucap Rangga
" kak apaan sih "ucap Reni yang kesel sama Kakak nya itu
" tenang Kak gue gak bakal buat Reni sedih "ucap Angga
" bagus lah kalo begitu "ucap Rangga yang pergi meninggalkan Reni dan Angga
" Mas maaf ya "ucap Reni yang menunduk kan kepala
" maaf untuk apa sayang "jawab Angga
" yang Kakak aku omongin sama Mas "ucap Reni yang tertunduk lesu
"hei yang di ucap kan Kakak kamu itu benar Sayang jadi jangan meminta maaf" ucap Angga yang membeli kepala Reni dengan lembut, Reni pun mengangguk
"ya sudah kita ke sana yuk "ajak Angga dan di angguk i Reni
" ehem sudah berduaanya "goda Mama Anis ketika kedua sejoli itu sudah sampai di tempat di mana Kedua orang tua nya sedang berbincang
" Mama ini ya lihat itu menantu kita sampai merah mukanya "saut Papa Denil, ya benar Reni wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus
Semua pun tertawa tapi tidak lamar karena hari sudah semakin sore Keluarga Angga pun pamit pulang
" Sayang Mas pulang dulu ya "ucap Angga
" iya Mas hati-hati di jalan "jawab Reni dengan senyuman manis nya
Sedangkan Kedua orang tua Angga sudah ada di dalam mobil setelah berpamitan
Akhirnya Angga pun pulang sebelum hari menjadi gelap
Hai semua Terimakasih yang sudah mampir di novel ku, dan jangan lupa mampir di novel terbaru ku, minta dukungan nya ya semua 🤗
Jangan lupa selalu dukung Author biar semangat terus dengan cara
Like 👍
Komen
Vote juga biar Author semangat terus Updet nya 🤗
Sekali lagi Terima kasih yang sudah mampir di novel ku
Selamat membaca 🤗
__ADS_1