
Malam pun tiba, di sebuah apartemen terlihat seorang wanita sedang senyum sumringah setelah mendapat telepon dari seseorang wanita itu yang tak lain adalah Geladis
"akhirnya ketemu juga orang nya, ternyata Reni itu bukan tergolong orang kaya "gumam nya
" gue harus segera temuin laki-laki itu "lanjut nya lagi degan senyum jahat nya
Geladis juga sudah mendapat kan nomer laki-laki itu dan segera menghubungi laki-laki itu untuk di ajak kerja sama, pasal nya laki-laki itu tidak tau kalo Reni sudah menikah
Ia memutuskan untuk mengirim pesan singkat pada laki-laki itu agar besok menemuni nya di sebuah Cafe
Sedangkan tadi siang keluarga Devi di boyong ke kota A yang dimana tempat Reni dan juga Nita tinggal hanya berbeda nama tempat
Devi dan keluarga di boyong lebih awal karena akan fiting baju pegantin, malam ini Devi dan kedua orang tua nya berada di apartemen yang sudah di siapkan oleh Denil, Devi juga sudah megabari Reni dan juga Nita
Sedangkan Alex merubah hari Fiting baju nya di karenakan hari minggu adalah hari pernikahan Denil dan Devi Alex dan Nita memutuskan untuk memajukan hari fiting baju nya, yang semula hari Minggu berubah menjadi hari sabtu sekalian mencari baju kapel untuk datang ke pernikahan Denil
Beda halnya dengan dua pasangan pasutri yang sedang asik mesra-mesraan setelah melakukan makan malam
Angga baru mengingat tentang siapa yang mencari tau tentang sang Istri dan ia lupa memberi tau Reni
"Mas kenapa melamun hmm "Reni menepuk bahu Angga, Angga sedikit tersentak di buatnya
" kamu ini ngagetin Mas aja "kesel Angga menoel hidung Reni
" ya lagian Mas bengong gitu, lagi mikirin apa...??? Crita sama aku "ucap Reni dengan bersender di dada bidang Angga
" Mas udah tau yang ingin mencari tau tentang mu "ujar Angga
" siapa Mas, cepat sekalih "jawab Reni nampak berfikir dan agak heran
" Geladis "Jawab Angga singkat dengan suara malas
" Mantan kamu itu Mas "ucap Reni, Angga hanya mengangguk sambil membelai kepala Reni yang tak tertutup hijab saat sudah di kamar
" terus Mas mau bagaimana.......??? "tanya Reni yang masih setia menaruh kepala nya di dada bidang Angga
" Mas sudah memantau semua pergerakan nya, jadi kita ikuti saja permainan nya "jawab Angga, Reni setuju-setuju saja dengan ide Angga
" ya sudah kita tidur yuk, kamu pasti capek "ajak Angga, Reni mengangguk
Mereka pun merebahkan tubuh nya di atas atas ranjang posisi mereka saling berhadapan dan saling berpelukan mereka pun terlelap
-----------------------
Di pagi hari ini jam menunjukkan pukul 9 pagi, Devi sudah rapi karena akan fiting baju dengan Mama Denil
"Nak kamu jadi fiting baju nya "tanya Ibu Devi
" jadi Bu, mugkin sebentar lagi di jemput"jawab Devi, Ibu Devi mengangguk paham
__ADS_1
Dan benar saja sudah ada yang menjemput Devi, Devi masuk ke kamar nya untuk mengambil tas kecil nya, setelah mengambil tas Devi menghampiri sang Ibu dan berpamitan
Devi turun dari apartemen nya dan sudah di tunggu sopir di bawah, sopir membukakan pintu untuk Devi
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang jarak menuju butik lumayan jauh menempuh perjalanan sekitar 2 jam
Setelah 2 jam perjalanan Mobil pun sampai di sebuah butik besar di lihat nya Mama Denil sudah menunggu di depan pintu
Devi mendekat ke arah Mama Denil untuk menyalami nya
"kenapa Mama menunggu di sini "tanya Devi yang sudah di hadapan Mama Denil
" ya tidak apa Nak, ayo masuk "ajak Mama Denil merangkul Devi
Saat sudah di dalam pemilik butik pun juga ada di situ dan melihat penampilan Devi dari ujung kepala sampai ujung kaki , terlihat cantik tapi tomboi
" wah jeng Calon menantu mu begitu cantik "puji Bu Utami Devi tersenyum
" iya dong Jeng, Putra ku kan pandai memilih wanita "ujar Mama Denil
" oh ya Jeng aku udah siapin gaun yang cantik, mending di coba dulu "ucap Bu Utami
" baik lah, Nak di coba dulu gaun nya!!! Sebentar lagi Denil sampai "titah Mama Denil, Devi pun ke ruang ganti dengan di dampingi satu pelayan
Saat Devi sedang mencoba gaun nya, Denil baru sampai di butik dan lagsung masuk ke dalam, saat sudah di dalam ia hanya melihat Tante Utami dan sang Mama ia bingung terus dimana pujaan hati ku
"Denil kenapa kamu cuma berdiri di situ "tegur Mama Denil
Mama Denil tersenyum Bu Utami pun sama" Devi lagi ganti baju "ucap Mama Denil
Sekarang Denil sudah duduk bersama Mama nya dan Bu Utami, Devi pun keluar dari ruang ganti dengan gaun pertama
Mata Denil pun lagsung tertuju pada Devi tanpa berkedip karena melihat kecantikan Devi, Devi yang di tatap Denil pun tersipu malu
"kau sangat cantik Sayang "puji Denil yang tak memalingkan pandangan nya dari dari wajah Devi
Devi semakin tersipu malu wajah nya merah merona" sudah dong di liatin nya, wajah nya sudah merah tu "Goda Mama Denil
Devi tersenyum kikuk" ya sudah Dev kamu ganti gaun yang ke dua, dan kamu Denil juga mencoba jas nya "lanjut Mama Denil
Devi mengangguk dan lagsung kembali ke ruang ganti Denil pun sama
Kita beralih ke Geladis, ia sudah keluar dari apartemen nya dan menuju ke sebuah Cafe, taksi yang di tumpangi pun sampai di tujuan
Geladis keluar dari taksi dan lagsung masuk ke dalam Cafe untuk bertemu dengan seorang laki-laki
Ia sudah duduk di salah satu kursi yang dekat dengan jendela dan ia juga sudah memesan minuman sembari menunggu
Setelah menunggu beberapa menit akhir nya ada seorang laki-laki yang menghampiri Geladis
__ADS_1
"apa lo yang namanya Geladis "ucap laki-laki itu
" iya, kenalkan gue Geladis "ujar Geladis megulurkan tangan nya
Laki-laki itu pun menjabat tangan Geladis dan memperkenalkan diri " Gue Dion Putra Nugraha "ucap Dion
(visual Dion Putra Nugraha)
" duduk lah "ajak Geladis
Dion pun duduk berhadapan dengan Geladis, Geladis juga sudah memesankan minuman untuk Dion
" ada perlu apa dengan ku "tanya Dion datar
" gue mau nawarin lo kerja sama "ucap Geladis, Dion menaikkan kedua alisnya
Pasalnya ia tak pernah megenal wanita yang di hadapan nya tapi tiba-tiba ingin menawarkan kerja sama
" kerja sama apa, bahkan gue gak megenal lo dan kenapa lo ingin kerja sama dengan gue "ujar Dion
Geladis tersenyum dan ia memperlihatkan foto seorang wanita, Dion terbelak melihat itu
" apa kah kau sedang mengejar wanita ini "tanya Geladis
" ia tapi gue di tolak "jawab Dion malas
" apa lo tau kalo sekarang wanita ini sudah menikah "tanya Geladis lagi dan membuat mata Dion membulat sempurna
" tidak mugkin kalo Reni sudah menikah "ujar Dion yang tak percaya dengan Geladis
" gue gak boong gue berniat untuk menghancurkan hubungan mereka "ucap Geladis dengan suara yang sudah emosi
" kenapa memang nya "tanya Dion yang kebingungan
" karena suami wanita itu adalah kekasih ku dan gue ingin lo juga gabung dengan gue "ujar Geladis
" oke gue bakal ikut lo, karena gue gak rela orang yang gua Sayang menikah dengan orang lain bukan dengan gue "ucap Dion yang juga tersulut emosi
Geladis tersenyum licik, mereka pun mengatur setrategi untuk menjalankan rencana mereka
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Favorit kan juga 🙏