
Pagi yang cerah ini Reni memutuskan untuk ikut Angga lagi ke kampus karena ia memiliki firasat yang tidak enak
Mereka pun suk di dalam mobil untuk menuju ke kampus, Angga melihat wajah sang Istri yang nampak Cemas
Lalu Angga memegangi tangan Reni, Reni pun tersentak "Kamu kenapa Sayang kok gelisah gitu" tanya Angga
"gak papa kok Mas, gak ada yang gelisah "jawab Reni bohong
" kamu gak bisa bohongi Mas Sayang "ujar Angga
Reni pun meghela nafas nya panjang" gak tau aja Mas kayak akan ada sesuatu yang terjadi gitu, jadi aku ikut Mas ke kampus lagi "ucap Reni
Angga menenangkan sang Istri" gak akan ada apa-apa Sayang tenang lah "ujar Angga
Reni pun megatu nafas nya agar lebih merasa tenang,
Mobil pun sampai di kampus tapi benar saja tetenag firasat Reni
Angga yang melihat wanita yang ia benci mendegkus sebal
Reni pun sama sebenarnya ia sudah muak dengan permainan Geladis yang sangat membosankan tidak seru sama sekali
Sebelum turun dari mobil Reni memakai masker terlebih dahulu lalu keluar
Saat Angga keluar lagsung di dekati oleh Geladis membuat Reni rasanya pengen lagsung memegal kepala Geladis
"pagi Sayang "sapa Geladis pada Angga
Angga pun merasa risih mendengar ucapan Geladis
" maaf anda siapa ya "ucap Angga semua yang menyaksikan itu menertawakan Geladis yang tak di anggap oleh Angga
" kamu lupa sama aku, aku kan pacar kamu "ucap Geladis berusaha lebih dekat pada Angga, tapi Reni sudah naik darah
Ia pun menegahi mereka berdua" Maaf Nona Tuan muda tak megenal mu, jadi di mohon untuk pergi dari sini "ucap Reni tegas
" apa maksut lo dia itu Pacar gue, dan lo siapa nya Angga "Geladis nampak marah
" saya adalah asisten Tuan Muda, jadi saya tegas kan lagi anda untuk pergi "jawab Reni
Geladis pun membuka masker Reni dengan paksa sampai masker itu terbuka
" oh ternyata si pelakor, kenapa sekarang jadi asisten sudah tak di anggap istri lagi ya "ucap Geladis dengan tawa nya
" maaf Nona saya bukan pelakor "jawab Reni yang masih berusaha menahan emosi
Geladis pun melirik Reni sinis" jika bukan pelakor kenapa lo rebutan calon suami gue"ucap Geladis dengan pede nya
Reni pun tersenyum "masa sih saya merebut, bukan kah anda sendiri ya yang meninggal kan nya, karena di saat itu Angga tak mengaku jika dia seorang kayak, bukan begitu Nona" ucap Reni dengan menekankan kata Nona
Geladis pun nampak panik tapi berusaha tenang "mana mugkin gue ninggalin Angga, sudah lah jangan ngarang cerita Lo pelakor tetep pelakor" ucap Geladis tanpa dosa
Reni pun tersenyum devil "apa Nona benar-benar tak mau mengakui semua nya, apa perlu saya putar kan sebuah video yang memperlihatkan anda sedang bersama Om om" ujar Reni
__ADS_1
Para mahasiswa yang mendengar itu pun mencibir Geladis
"Sayang sudah ya kita tinggal kan wanita itu di sini, Mas sudah membuat karir nya hancur dan Mas juga sudah membuat Dion perusahaan nya bangkrut "bisik Angga di telinga Reni, Reni pun mengangguk paham lalu mengikuti Angga pergi
Geladis yang melihat Reni akan pergi lagsung menarik baju Reni
Tapi dengan refleksi Reni menagkis Geladis dengan membuat ia tersugkur dan kesakitan
" Ups Soryyy, saya tidak sengaja "ucap Reni yang melanjutkan langkah kaki nya
" Akh Si***n wanita itu"Geladis meringis kesakitan akibat tangkisan Reni
Semua mahasiswa hanya menatap iba pada Geladis dan tak berniat untuk menolong nya
Ponsel Geladis pun berbunyi
Dret
Dret
Dret
๐Geladis
"Hallo, ya kenapa "
๐Asisten
Tut
Tut
Tut
Telpon di matikan begitu saja "Hallo Hallo maksudnya apa Hallo, Akh sial udan di mati kan" kesal Geladis
Ia pun mengingat ucapan yang menlpon lagi kalo karir nya sudah hancur lebur
Ia pun frustrasi dan lagsung pergi dari kampus itu dengan kacau balau
Sedangkan di sebuah perusahaan baru saja mendapat kabar bahwa semua yang bekerja sama dengan nya memutuskan kerja sama mereka
Uang perusahaan pun semua hilang entah kemana, kini semua kariawan keluar dari persamaan Dion karena sudah bangkrut
Dion sangat frustrasi karena semua uang tabungan nya akan habis untuk megaji para karyawan
Ia pun pulang kerumah nya, Ibu Dion yang melihat anak nya Kacau pun merasa heran
"kamu kenapa "tanya Ibu Dion
" perusahaan bangkrut Bu "jawab Dion
" kok bisa bangkrut "tanya Ibu Dion yang nampak syok
__ADS_1
" semua yang bekerja sama dengan ku memutuskan kontrak kerja sama nya, dan uang perusahaan semua hilang "ucap Dion
Seketika Ibu Dion terkena serangan jantung Dion sangat panik
Lalu ia membawa Ibu nya ke rumah sakit, tapi naas Saat di jalan karena Dion terlalu buru-buru akhi nya terjadi kecelakaan
Mobil Dion terguling dan masuk ke jurang setelah itu mobil meledak
Polis pun datang untuk megefakuai korban dan di pasti kan yang berada di dalam sudah meninggal semua
Reni yang melihat siaran di Tv tentang Dion merasa Iba
Ia tak menyangka jika Dion sudah tidak karena kecelakaan dan mobil meledak di dalam jurang
Angga pun masuk ke ruangan nya setelah mengajar, ia melihat sang Istri yang sedang menonton Tv
"lagi nonton apa Sayang "ucap Angga
" itu Mas nonton berita Dion dan Ibu nya meninggal karena kecelakaan dan Mobil nya masuk ke jurang "ujar Reni
" mugkin semua itu memegang sudah garis takdir nya "ucap Angga, Reni pun mengangguk lalu matikan Tv nya karena Suami nya sudah mulai nakal
Angga sudah memainkan Bakso milik Reni membuat Reni tergantung
" Mas jangan seperti ini dong, kita masih di kampus "Reni berusaha melepas tangan Angga dari Bakso nya
" pintu udah Mas kunci kok sayang tenang lah "ucap Angga yang masih setia ***** bakso Reni
" tapi Mas "ucapan Reni terhenti karena ia palah ikut terbuai dengan permainan Angga
Angga pun mengangkat tubuh Reni menuju kamar yang sudah Angga sedia kan di ruangan nya dan itu hanya Angga yang tau
Reni di taruh di atas ranjang, Angga pun memulai aksinya yang di awali dengan Bibir Reni yang sudah menjadi candu nya
Baju mereka sudah berserakan, dan mereka juga sudah polos tanpa ada benang sedikit pun
Mereka pun menyatakan cinta nya entah berapa ronde karena hari sudah menjelang sore
Tapi mereka masih setia bertempur dengan nikmat di atas ranjang
Terimakasih yang sudah membaca
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit kan juga ๐๐
Maaf juga Up nya lama ๐
__ADS_1