
Sedangkan Denis, Ana dan Nina sedang saling tos dan tertawa puas karena megerjai Reni
"sukurin lo Ren sekarang pasti lagi di marah i Pak Angga " ucap Denis yang sangat bahagia karena bisa megerjai Reni
" apa tadi Reni benar-benar gak curiga sama lo"tanya Ana yang penasaran kenapa bisa semudah itu Reni di bohongi
"dia kan anak bodoh jadi gak bakal curiga"sahut Nina yang memang benar kalo Reni tidak curiga
"iya ber Na Reni gak curiga sama sekalih sama gue tadi "jawab Denis dengan penuh kebahagiaan
Tapi tanpa mereka sadari Devi dan Nita sedang memperhatikan ketiga cabe-cabean itu
Devi dan Nita mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh ketiga cabe-cabean tadi, Devi dan Nita sangat geram dengan ke tiga wanita itu
"wah mereka benar-benar jahat sekalih " ucap Nita karena sudah geram
" terus bagaimana ke adaan Reni di dalam ruangan Pak Angga "ucap Devi yang khawatir dengan Reni
" kita tunggu Reni keluar dari Ruangan Pak Angga saja "Nita menenangkan Devi yang cemas Devi hanya mengangguk dan mengerti
Setelah menunggu beberapa menit Reni sudah keluar dari ruangan Pak Angga dengan ekspresi bahagia tapi tetap memasang muka datar
Dan ketiga wanita cabe-cabean itu sudah menantikan Reni keluar dari ruangan Pak Angga dan berharap Reni menangis
Tapi apa yang mereka lihat tidak seusai dengan keinginan mereka bertiga
"kenapa Reni terlihat bahagia bukanya menangis "ucap Denis dengan sangat kesal
Sedangkan kedua temannya hanya menaikkan kedua bahunya karena tidak tau
" sudah lah kita lanjut bekerja saja, kita pikiran besok saja untuk megerjai Reni "ucap Denis yang sedah sangat kesal dengan hari ini
" Ren lo gak kenapa-kenapan "Devi sangat khawatir dengan Reni
" hiya gue gak apa-apa kalin tenang saja "jawab Reni dengan santai
" ya udah lanjut kerja aja yuk " lanjut Reni dan di angguk i Devi dan Nita
Sedangkan Angga di ruanganya sedang menikmati kopi yang di buta Reni
" enak juga kopi yang dia buat"gumang Angga yang memuji kopi buatan Reni
"ehem, cie minum kopi buatan calon istri"Denil berdehem dan megoda Angga yang senyum-sennyum sendiri
__ADS_1
"wah gak sopan banget lo main masuk aja gak Ketuk pintu dulu"Angga mengalihkan pembicaraan nya agar Denil gak megejeknya pagi
"gue udah Ketuk pintu berulang kalih tapi Gak ada jawaban dari lo ya gue masuk aja lagsung "ucap Denil menatap Angga sinis
" oh " jawab Angga singkat dan hanya melirik Denil sekilas
" apa Reni lagi cari perhatian dengan mu " tanya Denil serasa megintrogasi Angga
" Tidak"jawab Angga dengan singkat dan fokus dengan leptopnya
Denil mendegkus kesal "terus kenapa Reni membuatkan lo kopi ha" tanya Denil sekalih lagi
"Reni di kerjai Denis tadi"ucap Angga dengan hanya melirik Denil sekilas
"kok bisa, emangnya apa tujuannya "Denil masih sangat penasaran dengan apa yang di katakan Angga
Angga hanya geleng-geleng karena tidak tau" ya sudah lah gue tanya sendiri aja sama Reni nya "Denil melangkah pergi dari ruangan Angga, Angga hanya melirik Denil yang sudah melangkah pergi
Denil sampai di lantai bawah dan celingak -celinguk mencari sosok wanita saat sudah menemukan nya Denil lagsung menghampiri sosok wanita itu
" Reni apa bisa saka bicara sebentar "saat sudah ada di hadapan Reni
" bisa Pak "jawab Reni dengan sopan" begini saya mau tanya tentang kopi"Denil mulai megintrogasi Reni
"memagnya kenapa Pak dengan kopi "jawab Reni dengan menaik turun kan alisnya karena tidak paham
" maaf Pak saya tidak ada maksut seperti ini "jawab Reni
" terus"tanya Denil yang meminta penjelasan lebih lengkap lagi
"saya tadi bertemu dengan Kak Denis dan Kak Denis biang dia di suruh Pak Angga menemui ku untuk membuat kan kopi, ya saya buatkan tapi ternyata Kak Denis hanya iseng saja karena Pak Angga tidak memesan kopi sama sekali "jelas Reni dengan jujur
" apa kamu percaya begitu saja "Denil belum puas dan bertanya lagi
" hiya Pak saya percaya, ya sebenernya saya sudah di ingatkan dengan kedua sahabat saya kalo Denis, Ana dan Nina merencanakan untuk megerjai saya"jawab Reni dengan jujur ya memang itu kenyataan nya
"berati tadi itu bagian dari rencana mereka "tanya Denil lagi
" bisa jadi Pak saya juga tidak tau "jawab Reni polos
" baik lah saya permisi dulu"Denil meninggalkan Reni dan Reni hanya mengangguk tanda mengerti
Reni pun melanjutkan pekerjaan nya karena hari ini lembur
__ADS_1
Dari lantai atas ada sosok pria yang melihat dan mendengar apa yang di bicarakan Reni dan Denil
Pria itu megepalkan tangannya setelah mendengar apa yang di bicarakan tadi
Angga mendegkus kesal karena ulang tiga wanita yang berani-beraninya menganggu calon istri nya
Ya Angga sudah menyukai Reni jadi dia tidak rela jika orang yang dia sayang i terluka
"oky saya akan lihat permina kalin selagi masih wajar saya tidak akan bertindak tapi jika sampai kelwat batas kalin akan lihat akibatnya "gumang Angga dengan menahan emosinya dan kembali ke ruangannya lagi
Reni menghampiri Devi dan Nita sekarang waktunya istirahat ke dua
" Dev Nit cari makan yuk,, gue laper"ajak Reni yang sudah duduk dengan ke dua sahabatnya
Devi dan Nita mengangguk dan mengikuti langkah Reni yang keluar dari toko untuk makan
Mereka bertiga sudah sampai di tempat makan dan sudah memesan makanan masing-masing
"Ren kapan lo sama Pak Angga nikah "tanya Devi penasaran
" emm kalo masalah tanggal gue belum tau den ini sudah hampir 1 bulan dan 1 bulan berikutnya itu hari terakhir gue kerja "jawabnya Reni yang sedikit terlihat sendu
" Ren kok sedih, jangan sedih dong "sahut Nita yang mengusap punggung Reni dan Devi pun ikut menenangkan Reni
" hiya Ren gue tau lo masih ingin bekerja, tapi semua ini sudah takdir lo jadi lo harus bahagia "ucap Devi
" makasih ya kalin selalu ada buat gue, gue pasti kangen kerja bareng kalian "Reni memeluk kedua sahabat nya itu
Tak berselang lama makanan yang di pesan sudah datang, Reni, Devi dan Nita menyantap makannya masing-masing
Selesai makan ketiga wanita itu kembali ke toko untuk melanjutkan pekerjaannya karena waktu istirahat, setelah 2 jam Reni, Devi dan Nita pulang jam menunjukkan pukul 8
Mereka berpisah di depan pintu toko karena pulangnya berbeda arah
Reni dan Devi sudah sampai di kos dan lagsung membersihkan diri selesai mandi mereka lagsung tidur tanpa ada pembicaraan apaan
***Terimakasih yang sudah membaca dan mampir di karya saya dan semoga kalin suka 🤗
Maaf jika ada kata-kata yang salah 🙏
Dan Author meminta dukungan dari kalin agar tetap semangat ✊ jangan lupa
Like 👍
__ADS_1
Komen 📝
Vote ❤️juga ya biar Author semangat 😊***