
Sampai di kosan Reni lagsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur karena sangat kesal dengan bosnya, "Ah...Si**l," teriak Reni, "udah minta maaf juga masih aja tu bos kayak gitu, tapi gak papa lah lagin kan cuma disuruh beli makanan, gak terlalu sulit," walaupun kesel tapi tetap bersyukur karena hanya di suruh beli makanan, "lo kenapa sih Ren teriak-teriak kayak di hutan aja, mending tidur yuk", Devi heran dengan sahabatnya itu, dan hanya bisa menepuk jidatnya. Mereka pun tegelam di dalam mimpi masing-masing.
SEKIP
Pagi hari ini mereka berdua melakukan aktivitas seperti biasanya sholat, mandi, masak, makan dan bersiap-siap ke toko, "yuk berangkat Ren" ajak Devi yang hanya di anggguk i oleh Devi, mereka berjalan sekitar 5 menit dan akhirnya sampai di toko, "Ah hiya hampir lupa nanti kan pas istirahat di suruh beliin makanan sama bos kulkas itu" gumang Reni yang hampir lupa dengan syarat dari bos kulkasnya itu, "nanti aja deh ke ruangannya sekalian tanya mau makan apa", setelah mengingat hal yang hampir di lupakan, Reni mulai bekerja seperti biasanya, 2 jam lagi waktu istirahat.
waktu istirahat tiba, "Ren ayo beli makanan keburu habis waktu istirahatnya" Devi menarik tangan Reni untuk makan karena waktu istirahat gak lama, "lu duluan aja gua mau ke ruangan Pak Angga dulu" Devi terkejut mendengar ucapan Reni, "lo ngapain ke ruangan Pak Angga apa ada masalah" Devi bertanya dengan menaikkan satu alisnya ke atas, "gak ada masalah apa-apa kok, lo tenang aja", jelas Reni agar Devi tidak khawatir, "ya syukur kalo gak ada masalah, ya udah gue duluan ya, nanti nyusul aja ya," ucap Devi dan lagsung meninggalkan Reni dan Reni hanya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
Reni berlari agar tidak terlambat ke ruangan Pak Angga, akhirnya Reni sampai di depan ruangan Pak Angga.
"Tok"
"Tok "
Reni mengetuk pintu ruangan Pak Angga," masuk", jawab Angga singkat.
__ADS_1
"Assalamualaikum Pak permisi", mengucap salam dengan sopan, "Waalaikumsalam, ya silahkan masok Reni, ada perlu apa kamu kesini", tanya Angga dan Reni sedikit terkejut, "apa itu orang lupa ya soal yang semalam, wah kalau lupa Alhamdulillah dong," batin Reni sambil senyum-senyum sendiri, dan tanpa Reni sadari Pak Angga dari tadi melihat Reni, "kenapa kamu senyum-senyum sendiri," ucapan Pak Angga berhasil membuat Reni kaget, karena dia tidak sadar dari tadi di liatin Pak Angga, "Eh...enggak papa kok Pak," Reni terlihat gugup wajah nya menjadi merah karena malu,"oh iya saya baru ingat tentang semalam, sekarang mana makanan saya ", Reni hanya Magelang kan kepala karena belum membawa makanan untuk Bosnya itu," saya kesini ingin bertanya kepada Bapak, Bapak mau makan apa "jelas Reni dengan sopan walau sebenarnya di dalam hatinya sangat kesel dengan Bosnya itu.
" belikan makanan yang ada depan toko dua porsi "titah Angga kepada Reni," baik Pak saya belikan, saya permisi dulu Pak,"Reni meninggalkan ruangan Pak Angga, dan segera membeli apa yang di titahkan Bosnya, 5 menit kemudian Reni sudah kembali ke ruangan Pak Angga, "ini Pak pesanan Bapak, kalau begitu saya permisi dulu Pak", saat Reni melangkah pergi tiba-tiba tangan Reni di tarik Pak Angga, "tunggu dulu ini makan yang satu lagi buat kamu" Pak Angga menyondorkan makanan kepada Reni.
"tidak perlu Pak nanti saya beli sendiri "tolak Reni dengan sopan," saya tidak suka di bantah, ni bawa"paksa Pak Angga agar Reni mau menerima, "baik Pak saya terima, Terimakasih Pak saya permisi dulu Assalamualaikum" Reni menerima makanan dari Angga dan pergi, "Waalaikumsalam" jawab Angga dengan singkat.
"Terimakasih ya sudah baca novel ini, maaf kalauu penulisnya banyak yang salah, jangan lupa di like ya 🙏🙏"
__ADS_1
(Tunngggu Kelanjutan Ceritanya Ya🤗🤗(