
Belum sampai di depan motor tangan Reni di tahan oleh tangan kekar, Reni terkejut dan menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya
"Eh Pak Angga ada apa Pak " Reni terkejut karena yang memegang tangannya adalah Pak Angga
" saya mau bicara sebentar sama kamu"jawab Angga, Angga menarik tangan Reni menjauh dari teman-temannya Reni yang terkejut hanya mengikuti langkah Angga
Sedangkan Devi, Denil, Alex dan Nita gelang-geleng karena melihat kelakuan tuannya
"kenapa harus menjauh dari mereka Pak "tanya Reni gugup
" saya ingin pernikahan kita minggu depan "ucap Angga dengan santai sedangkan Reni lagsung menatap Angga tak percaya dengan apa yang di katakan Bosnya itu
" Pak jangan bercanda, kenapa tiba-tiba jadi di percepat "jawab Reni dengan gugup dan masih shyok
" kenapa apa kamu gak mau ya, aku gak suka kamu di perlakuin seperti tadi"Ucap Angga dengan memasang wajah sedih
"kenapa Pak Angga jadi seperti ini, tapi kok aku bahagia ya, apa aku udah suka eh eh tadi Pak Angga bilang Aku Kamu"oceh Reni di dalam hatinya
"kenapa kamu palah bengong "Angga menowel hidung Reni dengan lembut Reni tersentak dan sadar dari lamunannya
" Eh eh iya... Iya Pak, ya Pak saya mau kok kalo nikahnya minggu depan"jawab Reni gugup dan malu-malu
Cup.
Angga mencium pucuk kepala Reni, wajah Reni seketika memerah seperti kepiting rebus
"Terimakasih Sayang " ucap Angga yang tanpa apa-apa memeluk Reni
Reni terkejut dengan perlakuan Angga tapi Reni membalas pelukan Angga, Angga melepaskan pelukannya
" Pak Angga tadi pagil Saya apa"Reni ingin Angga memanggil Reni dengan sebutan itu lagi
"Sayang emang gak boleh ya bilang sayang sama calon istri sendiri"jawab Angga dengan senyum manisnya
"kamu jangan pagil Aku Pak lagi dong emang aku bapak kamu apa"lanjut Angga dengan wajah merajuk seperti anak kecil, Reni yang melihat pun gemas melihat calon suami nya itu
"terus aku harus paggil Bapak apa"tanya Reni gugup
"Emmm ya apa gitu Sayang, Mas, Kakak atau apa lah yang buat kamu nyaman aja"ucap Angga
"kalo Mas boleh"tanya Reni lagi
"asalkan kamu nyaman gak apa-apa"jawab Angga dan lagi-lagi memeluk Reni
"mas udah ya aku malu ini kan di tempat umum"ucap Reni di sela-sela pelukan
"iya deh iya Mas gak peluk lagi, nanti aja kalo udah di kamar"jawab Angga dengan senyum yang sulit di artiken
"besok kamu pulang ke desa bilang sama Ibuk sama Bapak, besok biar supir jemput kamu"lanjut Angga dengan membelai kepala Reni dengan lembut
__ADS_1
"gak usah pake supir Mas, akukan naik motor bisa"jawab Reni yang sebenarnya tidak enak kalo menolak
"tidak ada penolakan pokoknya"ucap Angga tegas Reni pun pasrah dan mengangguk
Angga mengajak Reni kembali ke tempat yang tadi ada Teman-teman mereka dengan merangkul pinggang Reni
"udah mesra-mesraanya "ucap Denil dengan melirik sinis
" gak tau ya di sini masih pada jomblo"sahut Alex yang tak kalah sinis
"berisik kalin " ucap Angga dengan tatapan tajam
" mas gak boleh gitu"Reni mencubit perut Angga
"Akh sakit sayang ih " ucap Angga dengan memegang perutnya
" udah yuk Ren pulang "Devi menarik tangan Reni dan di tahan oleh Angga
" Eh main tarik-tarik aja"ucap Angga
"mas gak boleh gitu, ya udah yuk Dev pulang "ajak Reni
" hahha kasian Pak Angga Reni aja lebih milih saya "Ucap Devi dengan tertawa puas
" tapi yang,pulang nya naik mobil aja ya biar motornya nanti di bawa anakbuah mas "Angga memegang tangan Reni dengan wajah seperti orang sedang memohon
Sedangkan Denil dan Alex melihat Angga yang hari-hari nyaa seperti kulkas berjalan serangan seperti anak kecil yang memohon di belikan permen
" Ren gue balik dulu ya"ucap Nita dan pamit dengan Reni
"lex anterin Nita pulang "sahut Angga tiba-tiba
" gue ya udah iya"jawab Alex dengan wajah kaget
"Eh Pak gak usah saya bisa pulang sendiri "Ucap Nita yang menolak tawaran Angga
" tidak ada penolakan "jawab Angga singkat Nita pun hanya pasrah saja dan mengangguk
Nita pun pulang di antar degan Alex,sedangkan Angga, Reni, Denil dan Devi juga ikut pulang dengan menaiki 1 mobil yang sama Reni duduk di depan dengan Angga sedangkan Denil dan Devi dudu di belakang, tidak ada percakapan apapun
Alex dan Nita
..."emm nama kamu siapa"Alex memulai pembicaraan di dalam keheningan...
"Nama saya Nita Pak"jawab Nita gugup
"oh Nita, apa kamu tidak mau tau nama aku siapa"tanya Alex lagi
"nama Bapak siapa"tanya Nita gugup
__ADS_1
"nama aku Alex, jangan panggil aku Bapak dong memagnya aku Bapak kamu "ucap Alex yang masih fokus meyetir
" Terus saya harus paggil Bapak siapa"tanya Nita gugup
"ya apa gitu yang penting kamunya nyaman "
Nita nampak berfikir sejenak" apa boleh saya memanggil kakak"jawab Nita yang menunda kan kepala karena malu
"emm boleh aku suka, "jawab Angga dengan tersenyum manis Nita pun ikut tersenyum
Setelah beberapa menit akhirnya Alex dan Nita sampai di depan rumah Nita yang terlihat sederhana, Alex keluar lebih dulu karena mau membukakkan pintu untuk Nita
" Kak tidak usah repot-repot"ucap Nita yang tidak enak dengan Alex
"tidak apa apa aku tidak merasa di repotkan kok "dengan memberi senyum manis nya
" Terimakasih Kak udah nganterin aku pulang "ucap Nita sebelum masuk ke dalam rumah dengan senyum paling manis
" sama-sama, masuklah dulu baru aku pulang "ucap Alex dan di Angguk i Nita dan lagsung masuk ke dalam rumah
Setelah Nita masuk ke dalam rumah Alex menancap gas dan meninggalkan rumah Nita dengan perasaan bahagia
---------------------------
--------------------------
---------------------------
Sedangkan Angga baru sampai di kosan Reni Angga keluar terlebih dahulu dan membukakkan pintu untuk Reni, Reni pun senyum bahagia, sedangkan Devi juga sudah keluar dari mobil kalo Denil tetap di dalam mobil
"mas mau masuk dulu gak "tanya Reni
" emm gak usah mas masih ada kerjaan"jawab Angga dengan lembut
"ya sudah hati-hati di jalan ya"uca Reni dengan senyum yang menawan
Cup
Saat ciuman mendarat Di pucuk kepala Reni seketika wajah Reni menjadi Merah merona Devi yang melihat pun tersenyum
"kenapa tu muka merah udah kayak kepiting rebus "goda Devi dengan tersenyum jail
" apaan sih lo Dev " ucap Reni gugup
" kenapa muka kamu merah sayang apa kamu sakit"ucap Angga dan memegang dua pipi Reni dengan gemas
"Aku gak apa apa mas "Reni benar-benar malu jika benar mukanya merah
" ya udah mas pergi dulu Assalamualaikum "pamit Angga yang di angguk i Reni
__ADS_1
Angga pun tancap gas meninggalkan kosan Reni dan Devi, Reni dan Devi pun juga masuk ke dalam kos