
Angga melihat mobilnya dari jarak yang tidak lumayan jauh, melihat para preman yang sedang berusaha membobol mobil Angga, Angga pun hanya tersenyum tipis, Angga tidak khawatir dengan mobilnya karena ternyata mobilnya Angga sudah di rakit dan di lengkapi sensor yang bisa mengenali orang baik dan orang jahat mobilnya juga di lengkapi senjata yang tersembunyi dan akan keluar jika terdeteksi di dekat mobil Angga ada orang jahat yang akan menyentuh mobilnya
Tapi sebelum itu terjadi Angga lebih dulu menelepon anak buahnya agar segera membereskan para preman itu sebelum mobilnya menganggu peguna jalan lain
"Segera ke tempat yang sudah saya kirim, secepatnya, bawa beberapa anak buah "
" baik Tuna Muda"
Tut Tut Tut
Telfon di putus kan Angga
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit orang suruh an Angga sudah ada di tempat yang di kirim Angga, Angga berpamitan dengan anak-anak jalanan
"om permisi dulu ya "pamit Angga dan di Angguk i anak-anak jalanan
Angga berjalan ke arah mobilnya beberapa anak buah yang melihat Angga pun menundukkan kepala tanda hormat
Angga mengarah kan matanya ke arah para preman itu sebagai isyarat untuk anak buahnya dan tanpa berfikir panjang dan seakan tau apa yang di isyarat Tuanya lagsung mengangguk paham
Anak buah Angga lagsung menangkap para preman-preman itu ada sekitar lima preman
"kalin siap lepaskan kita"ucap salah satu preman itu
Seakan tuli anak buah Angga tak megubris ucapan preman itu, para preman itu memberontak tapi nihil tidak ada yang bisa lolos
"bawa mereka ke markas, dan motornya di jual saja"ucap Angga sebelum masuk ke dalam mobil
"baik Tuan Muda " jawab serempak anak buah Angga ada sekitar sepuluh anak buah Angga yang berada di hadapan Angga dan yang lain mengamati dari jarak jauh tapi masih terlihat
Angga pun melajukan mobil nya meninggalkan para anak buah dan para preman
Anak buah Angga membawa preman-preman itu menuju markas dan menjual motor-motor para preman itu sesuai perintah sang Tuan Muda
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠
Sedangkan Reni dan Devi sudah sampai di pertengahan jalan menuju Desanya mereka berdua memutuskan untuk tidak menunggu sampai di desa
Setelah beberapa menit mobil yang di tumpangi Reni dan Devi sampai di depan rumah Reni, Reni dan Devi sudah bangun dari tidur nya dan turun dari mobil
"Pak ayo masuk dulu, minim dan makan dulu"ucap Reni
__ADS_1
"tidak perlu repot-repot Nona saya menunggu disini saja"jawab Pak Edi dengan sopan
"tolong Pak saya mohon"bujuk Reni dengan wajah yang sendi
"baik Nona, maaf jika membuat Nona sedih"jawab Pak Edi merasa tidak enak hati
"ayo Dev masuk "ajak Reni, Devi pun hanya mengangguk
" Assalamualaikum Ibuk, Pak"Tok Tok Tok Reni mengucap salam dan mengetuk pintu rumah
"Waalaikumsalam " jawab Ibu Reni yang terkejut melihat orang yang berada di hadapannya
" Reni ini beneran kamu nek " tanya Ibu Reni dan Reni hanya mengangguk
Ibu Reni pun mempersilahkan Reni, Devi dan Pak Edi masuk
Ibu Reni berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan minim tak butuh waktu lama ibu Reni keluar dari dapur dan membawa tiga minuman
" tante tidak usah repot-repot "sekarang Devi yang berbicara
" tidak perlu sungkan Nak "jawab Ibu Reni dengan lembut
" Bu Reni mau bicara tapi nanti saja kalo Bapak udah pulang"ucap Reni
"iya sekarang makanlah dulu"
"loh kalian tidak menginap"tanya Ibu Reni yang nampak bingung
"Reni yang akan tinggal tente"ucap Devi yang lagi-lagi membuat Ibu Reni bingung
"nanti Ibu juga tau, nanti Reni jelas in"Reni memberi penjelasan kepada Ibu nya sedangkan Ibu Reni hanya mengangguk
"ya sudah kalin istirahat dulu saja ya"ucap Ibu Reni dan di angguk i Reni dan Devi
Tidak terasa waktu begitu cepat Devi sudah di rumah Reni 1 jam lebih
"Ren gue pamit dulu ya"Devi beranjak dari tidur nya dan pamit dengan Reni
"iya lo hati-hati ya, gue anter sampai depan rumah"jawab Reni dan di angguk i Devi
Reni dan Devi keluar dari kamar Reni setelah itu mencari Ibu Reni untuk pamit
"tante Devi pamit dulu ya"ucap Devi dan mencium tangan Ibu Reni
"iya Nak hati-hati di jalan"jawab Ibu Reni
__ADS_1
"siap tante" Devi memberi tanda hormat tanda mengerti
Devi pun di antar sama Pak Edi kembali ke kos an karena besok bekerja
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
Angga sudah masuk ke dalam halaman rumah Keluarga Pratama, Angga menaruh mobilnya di garasi dan setelah itu masuk ke dalam rumah
"Assalamualaikum Pa Ma "Angga mengucap salam kepada kedua orang tua nya
" Waalaikumsalam "ucap Mama dan Papa serempak
" kok cepet Ga"tanya Mama Anis
"hiya ma tadi cuma bawain supir ke kos Reni "jawab Angga dan di angguk i Mama Anis
" emm Pa kapan Papa melamarkan Reni untuk ku "tanya Angga yang sontak membuat Papa menoleh
" bagaimana kalo hari Rabu saja "jawab Papa Angga dengan semangat
" Angga sih ikut Papa sama Mama Aja " jawab Angga santai
" baiklah kau kabarin Reni kalo Rabu acara lamarannya "Papa Angga menyru Angga menghubungi Reni
" iya Ga hubungii Reni secepatnya "Mama Anis menimpal ucapan Papa
" baik Pa Ma nanti lagsung Angga hubungi, Angga masuk ke kamar dulu ya "pamit Angga Mama dan Papa Hanya mengangguk
Angga sudah sampai di kamarnya Angga mengambil ponselnya dari dalam celanya berniat untuk mghubungi Reni tapi Angga menurunkan niatnya
" nanti saja lah aku hubungi Reni, pasti sekarang Reni lagi capek jadi nanti saja lah "batin Angga
Setelah itu Angga membaringkan tubuhnya ke atas ranjang merasakan tubuh nya yang sangat nyaman saat di atas ranjang
Tanpa Angga sadari sudah terlelap dalam tidurnya, mengingat besok akan beraktivitas seperti biasanya
Di sisi lain Reni sedang menunggu pesan masuk dari Angga tapi yang di tunggu tidak kunjung datang
"kenapa Mas Angga belum memberi kabar ya "gumang Reni
" mugkin dia kecapean terus tidur "gumang Reni yang semakin gak jelas
" emm apa aku tidur saja ya kok tiba-tiba ngantuk "batin Reni
__ADS_1
Reni menjatuhkan dirinya di atas kasur ya walaupun lumayan keras tapi tetep di syukuri
Reni terlelap dalan tidurnya dengan senyuman manis nya