Jodohku Tak Kan Kemana

Jodohku Tak Kan Kemana
Rencana Perjodohan


__ADS_3

POV Yadi Mahendra


Namaku Yadi Mahendra dan aku menikah dengan seorang wanita bernama Lestari 35 tahun yang lalu. Dari pernikahan ini kami dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Aldi Mahendra. Dulu kami harus menunggu sekitar 6 tahun untuk mendapatkan momongan dan anak itu sekarang sudah menjelma menjadi sesosok pemuda tampan yang mungkin sebentar lagi kami akan diminta untuk melamarkan seorang gadis yang akan menemani dalam hidupnya.


Saat ini Aldi sedang liburan karena ia merantau ke luar pulau, katanya untuk menambah pengalaman mumpung masih muda dan kami sebagai orangtuanya hanya mampu untuk mendukung apa yang dia mau selagi itu hal yang baik.


Kami sebagai orang tuanya mulai bertanya apakah ada gadis yang sudah menjadi tambatan hatinya dan ketika aku bertanya ternyata Aldi sudah menjatuhkan pilihannya dengan seorang gadis asal Solo. Aku kecewa karena sebenarnya aku dan Lestari sudah menyiapkan seorang gadis untuk dijadikan istri oleh Aldi yaitu anak sahabatku yang bernama Surono. Surono bahkan sudah sepakat untuk menjadikan Aldi sebagai menantunya. Aku dan Lestari juga sudah mengenal dekat dengan Gayatri si gadis yang kami idam-idamkan sebagai menantu. Aku melihat bahwa Gayatri adalah gadis yang cantik, elegan, cerdas, dan tentunya punya sopan santun luar biasa. Aku tahu itu karena setiap bertemu dengan keluarga Surono, Gayatri selalu bersikap sopan dan berdasarkan cerita teman-temannya ia juga seorang yang tidak neko-neko dan selalu menjaga pergaulannya.


Suatu pagi ketika aku sedang duduk menikmati kopi dan menonton televisi bersama Lestari, tiba-tiba…


“Pak, bu… ada perempuan mau ngobrol sama bapak dan ibu” seru Aldi sambil mendekati kami dan aku lihat dia sedang melakukan panggilan video.


“Siapa le?” tanyaku.


“Prameswari pak” jawab Aldi sambil memberikan hpnya dan dia langsung ikut duduk di sofa yang sedang kami duduki. Ya aku dan Lestari sudah mengetahui siapa itu Prameswari, yaitu gadis Solo yang ditaksir sama anak bujangku.


Begitu menerima hp Aldi, aku langsung menyapa Prameswari. Aku sengaja memperlihatkan muka ibu juga sehingga Prameswari menyapa kami berdua. Penilaian pertama Prameswari adalah gadis yang sopan dan terlihat lemah lembut tutur katanya sehingga kami sebagai orang tua merasa dihormati tidak seperti anak muda jaman sekarang yang banyak tidak tahu unggah-ungguh.


Kami berbincang mengenai kabar sekadar basa-basi. Namun setelah beberapa saat Aldi pamit ke belakang karena perutnya terasa mulas. Saat kami hanya bertiga, aku berinisiatif untuk bertanya lebih dalam mengenai hubungan anakku dengan perempuan ini.


“Nduk, maaf bapak mau tanya tapi jangan tersinggung ya….” Kataku dengan penuh hati-hati karena takut tersinggung.

__ADS_1


“Iya pak, silahkan” balas Prameswari di seberang sana.


“Begini nduk, kelihatannya nduk Prameswari punya hubungan khusus dengan Aldi, apakah itu benar nduk? Tanyaku terus terang.


“Nggak usah takut Nduk, jawab saja, bapak dan ibu hanya ingin tahu” kataku kembali karena Prameswari hanya diam saja mungkin bingung mau menjawab apa atau karena takut kepada kami.


Akhirnya Prameswari menjawab dengan anggun dan begitu dewasa tidak menggebu-gebu dan bahkan dari nada bicaranya ia mengutamakan restu orang tua dan sama sekali tidak menyebutkan bahwa mereka berdua berpacaran namun hanya memiliki harapan yang nantinya harus mengantongi restu baik dari kami berdua maupun dari kedua orang tua Prameswari.


Aku dan Lestari saling berpandangan setelah mendengar apa yang diucapkan oleh gadis dari Solo ini. Meskipun Prameswari bukan gadis yang buruk dan bahkan sepertinya sebanding dengan Gayatri, namun karena kami sudah memiliki ikatan janji dengan Surono maka kami harus memutuskan sebelum perasaan mereka ini terlalu jauh dan dalam. Bagi kami lebih baik memberitahukan di awal agar dia tidak terlalu sakit dan anakku juga bisa menerima takdirnya.


Akhirnya aku dan Lestari mengatakan yang sebenarnya dan mungkin bisa dibilang kami menolaknya secara halus. Sebenarnya sayang namun mau bagaimana kadung kami terikat janji.


Aku tahu, ucapan kami mungkin sangat menyakitkan bagi Prameswari meskipun kami mengucapkannya dengan nada yang lemah lembut seperti ketika kami sedang menasehati anak kami namun ini masalah hati apalagi hati seorang perempuan yang tidak bisa bersatu dengan pujaan hatinya. Namun yang membuat kami berdua memuji seorang gadis bernama Prameswari ini adalah dia dengan tenang menjawab penolakan kita dengan sangat hati-hati dan elegan tanpa memperlihatkan dia sedih ataupun mengeluarkan air mata. Sungguh gadis yang kuat dan mampu menutupi lukanya dihadapan orang lain. Maafkan kami Prameswari! Kamu gadis yang baik dan tentu akan mendapatka jodoh yang baik selain Aldi. Telpon kami tutup dan aku menghembuskan nafas panjang demikian juga dengan Lestari.


“Sudah ini hpnya le” jawab Lestari sambil mengembalikan hpnya Aldi.


Aldi kemudian berpamitan mau ketemu dengan Gayatri dan teman-temannya. Lestari tersenyum dan mengatakan ke Aldi suruh mengajak Gayatri main ke rumah. Aldi hanya menjawab akan menyampaikannya ke Gayatri. Setelah kepergian Aldi, aku dan Lestari kembali berbincang mengenai perjodohan antara Aldi dan Gayatri.


“Pak apa tidak apa-apa dengan perjodohan ini, ibu takut kalau nanti menimbulkan hal nggak baik dalam hidup Aldi pak” Lestari berkata sambil sesekali menikmati cemilan roti yang ada di toples.


“Bapak sudah memikirkan ini dengan matang bu, Aldi itu bukan anak yang labil dan kita memilihkan calon pendamping juga bukan asal pilih saja. Bapak yakin, Gayatri nanti mampu membuat Aldi jatuh cinta kepadanya dan melupakan sosok Prameswari” sahutku.

__ADS_1


“Iya pak, ibu hanya takut saja pak” balas Lestari.


“Jangan takut bu, selain bukan anak labil Aldi juga bijak dan sangat berbakti kepada kami terutama ibu, apa yang kami minta kepada Aldi tentu Aldi akan memnuhinya selagi itu baik termasuk rencana perjodohan ini bu” jelasku kepada Lestari agar dia tidak lagi merasa khawatir.


“Apa tidak sebaiknya kita juga membicarakan apa yang telah kita katakan dengan Prameswari tadi kepada Aldi pak?” tanya Lestari.


“Iya nanti kalau Aldi sudah pulang, kita kasih tahu dia menganai Prameswari dan juga rencana perjodohannya dengan Gayatri bu” jelasku sambil mengambil hp yang terletak di meja.


“Bu, bapak mau menelpon Surono dulu ya, mau tanya kabar karena sudah lama juga tidak menghubungi biasanya seminggu sekali pasti menanyakan kabar lha…ini kok sudah hampir satu bulan tidak ada kabar apa-apa” kataku sambil mencari nomor Surono.


“Ya udah pak, ibu mau beres-beres piring dulu di dapur” pamit ibu sambil berlalu ke dapur minimalis tetapi selalu bersih karena tangan istriku itu.


“Halo Sur! sehat kan? Kenapa sudah hampir satu bulan kamu tidak ada kabar?” tanyaku kepada Surono setelah telponku tersambung.


“Oh lagi sibuk to, kukira ada apa diem aja” balasku setelah Surono menjelaskan bahwa akhir-akhir ini sedang sibuk mengurus bisnis kulinernya.


“Sur, mau nanya nih… gimana si Gayatri anak gadismu itu? Sudah mau kamu kawinkan belum?” Tanyaku langsung to the point.


“Ya aku nunggu anakku nih karena kebetulan belum aku sampaikan juga masalah perjodohan ini Sur, jadi sabar ya. Kamu bicarakan dulu lah dengan Gayatri nanti tugasku untuk memberitahukan ke Aldi biar kalau dua anak itu sudah sepakat baru aku datang ke rumahmu untuk melamar anakmu itu” terangku setelah Surono menjawab bahwa ia menungguku untuk melamar Gayatri untuk anakku Aldi.


Setelah berbasa-basi dan membicarakan anak kami masing-masing akhirnya kuakhiri telpon ini.

__ADS_1


Apakah alam semesta akan memberikan jalan untuk Gayatri dan Aldi bersatu? Atau justru Aldi akan mempersunting Prameswari?


__ADS_2