
Prameswari dan Aldi tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makannya yaitu seporsi pecel dan segelas teh anget yang tadi sudah dipesannya.
Kini dua orang tersebut sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit dimana bapaknya Aldi sedang di rawat di sana.
"Halo budhe... Ini kami sudah sampai Madiun dan sudah dekat dengan rumah sakit. Budhe apakah masih di rumah sakit?" tanya Aldi kepada Budhe Eni melalui sambungan telpon.
"Oh sudah mau sampai ya Al? Iya budhe masih di sini kok, nanti budhe kasih tabu ruangannya melalu chat ya biar nggak bingung" balas budhe.
"Baik budhe, sampai jumpa nanti ya budhe. Aldi tutup dulu telponnya" jawab Aldi dan tidak beberapa lama setelah telpon dimatikan ada notifikasi pesan masuk dan ternyata dari budhe yang mengirimkan ruangan tempat dimana Yadi sedang dirawat.
Lima belas menit kemudian, taksi online yang mereka tumpangi akhirnya sampai di pelataran rumah sakit.
Aldi dan Prameswari segera turun lalu mencari ruangan tempat bapaknya Aldi dirawat dan tentunya mereka dengan mudah menemukannya karena sudah diberi informasi oleh petugas yang berjaga di depan.
Aldi berdiri mematung di depan kamar yang memang itu sesuai dengan yang dikasih tahu Budhe Eni tadi. Aldi melihat ke dalam melalui jendela dan disitu ada Budhe Eni yang duduk di samping ranjang, mukanya terlihat lelah dan mengantuk.
Di atas ranjang terbujur seorang bapak yang sedang berjuang antara hidup dan mati. Beberapa peralatan medis menempel ke badannya.
Ya! dia adalah Yadi bapaknya Aldi, meskipun dalam jarak beberapa meter namun sebagai anaknya ia sangat hafal sekali.
Aldi tidak tahu apa yang harus dilakukan, melihat keadaan bapaknya serasa dunia semakin runtuh. Kemarin ibunya pergi saja sudah membuat hidupnya menjadi gelap dan kini melihat bapaknya bahkan tidak mampu menyambut kepulangannya membuat Aldi sangat sakit teriris.
"Ayo masuk.... Temui bapak, pasti dia akan senang melihat anaknya pulang dalam keadaan selamat" tiba-tiba suara Prameswari menyadarkan Aldi dari lamunannya.
Prames menggegam tangan Aldi dengan erat lalu mengajak masuk ke ruangan tersebut.
__ADS_1
Aldi yang diperlakukan seperti itu pun hanya mengikuti tanpa banyak protes.
"Kulo nuwun budhe" (sapaan dalam bahasa Jawa ketika memasuki ruangan ataupun rumah orang lain) sapa Prameswari setelah mengetuk dan membuka pintu perlahan.
"Eh Nak Aldi dan ini pasti Nduk Prameswari to?" ucap Budhe Eni yang sumringah menyambut keponakannya.
Mereka bersalaman dan saling berpelukan.
"Iya budhe, perkenalkan ini Prameswari yang sering aku repotkan selama ini di Pekanbaru" kata Aldi setelah mereka saling melepaskan tangannya.
"Nah...benar kan tebakan budhe... Nduk Prameswari, aku ini budhenya Aldi jadi bapaknya Aldi itu adiknya budhe yang sekarang sedang berjuang ini" ucap budhe memperkenalkan dirinya ke Prameswari sambil menunjuk ke arah Yadi adiknya.
"Iya budhe, jadi bagaimana kabar bapak budhe?" tanya Prameswari sebelum Aldi menanyakannya.
"Sabar ya budhe... Ini memang ujian keluarga budhe. Kalau kita bisa menyembuhkan tentu saja sudah kita sembuhkan sendiri budhe tapi kita bukan Tuhan yang mampu menyembuhkan orang yang sakit. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa saja budhe" Prameswari berusaha untuk menghibur Budhe Eni sedangkan Aldi masih terpaku dan bengong melihat keadaan bapaknya bahkan mendekat saja tidak.
"Kang sini" ucap Prameswari membuyarkan lamunan Aldi dan dengan segera ia menggenggam tangan Aldi serta menariknya agar mendekat ke bapak.
"Bapak.... Aldi pulang pak, kenapa bapak tidur saja? Bangun pak... Jangan pergi seperti ibu. Kalau bapak pergi siapa yang akan menemani Aldi pak? Sekarang Aldi hanya punya bapak. Aldi janji apapun yang bapak minta saat nanti bangun Aldi akan kabulkan pak. Aldi akan pulang seterusnya dan bakal menemani bapak sampai tua" ucap Aldi dalam hati dan tidak satu pun kata terucap dari bibirnya.
Prameswari yang melihat Aldi hanya membisu mulai khawatir apalagi tetes demi tetes air mengalir di pipi Aldi dan ia berusaha untuk menghapusnya karena jika dilihat raga Aldi di sini tapi jiwanya tidak.
"Sabar kang.... Jangan menangis di depan bapak. Kita berdoa saja agar bapak cepat bangun. Jangan membuatnya sedih karena kalau bapak tahu anaknya sedih maka bapak bakalan ikut sedih tu" hibur Prameswari dengan masih menggenggam tangan Aldi menyalurkan kekuatan.
Budhe Eni yang melihat pasangan sejoli ini merasa trenyuh.
__ADS_1
"Prameswari sepertinya anak yang baik bahkan bisa membawa diri dengan baik dan memberi kekuatan ke Aldi. Semoga mereka berdua segera bisa ke jenjang pernikahan agar Aldi ada temannya dalam berbagi suka dan duka" batin Budhe Eni.
"Iya....kamu benar Prames, aku memang sedih melihat bapak dalam keadaan seperti ini namun aku juga tidak bisa membuatnya kembali sehat kecuali hanya dengan doa. Terima kasih sudah mengingatkanku Prames" Aldi menanggapi ucapan Prameswari barusan.
"Sama-sama kang, kamu semangatin terus bapak agar segera kembali pulih. Jangan ucapkan kata-kata sedih karena sebenarnya bapak itu bisa mendengar apa yang kita ucapkan" balas Prameswari.
"Iya Prames.." jawab Aldi singkat.
"Ya sudah... Ini kan sudah malem banget, kamu segera istirahat ya..." Prameswari memberikan saran karena Aldi terlihat sudah sangat lelah.
"Aku mau menemani bapak saja Prames" ucap Aldi tanpa mau mendengarkan saran Prameswari.
"Kang... Dengarkan aku ya..." Prameswari berkata sambil menangkupkan tangannya di pipi Aldi sehingga posisi mereka saling berhadapan.
"Kamu harus istirahat ya.... kamu kan nggak jauh juga dengan bapak. Kamu bisa istirahat sama budhe di sofa itu biar nanti aku yang akan menjaga bapak. Ingat ya kang... Kamu ini lagi masa penyembuhan, tubuh kamu itu belum terlalu fit jadi tolong nurut ya agar nggak sakit lagi. Kalau nanti sakit bagaiamana kamu mau menemani bapak? Yang ada malah kamu yang butuh ditemani" Prameswari berusaha dengan sabar memberikan pengertian kepada Aldi karena ia juga khawatir dengan kesehatan Aldi yang sedang masa pemulihan.
"Iya benar Al apa yang dikatakan Prameswari. Kamu istirahat aja ya... Nanti biar budhe sama dia yang bergantian jaga. Kamu masih harus banyak istirahat" Budhe Eni ikut membujuk Aldi.
"Tapi kalian juga tentu capek dan butuh istirahat budhe,Prames" balas Aldi yang merasa tidak enak hati.
"Kamu tenang saja kang, kami berdua orang sehat bukan yang habis keluar dari rumah sakit seperti kamu. Kami tentu lelah tapi kami masih punya cadangan tenaga apa lagi nanti kami juga akan gantian kok jadi kamu nggak usah khawatir" Prameswari berusaha untuk meyakinkan Aldi dan akhirnya Aldi pun nenurut dan segera berbaring di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Budhe... Budhe istirahat dulu ya, sekarang biar aku yang menunggu bapak. Budhe kan sudah dari kemarin-kemarin pasti sangat lelah dan budhe butuh banyak istirahat juga" kata Prameswari ke Budhe Eni ketika ia melihatan budhe memang sudah terkantuk-kantuk.
"Ya sudah nduk, budhe istirahat dulu ya nanti dua jam lagi tolong bangunkan budhe ya agar bisa gantian jaga dan nanti kamu yang istirahat" balas budhe yang kini sudah menyusul Aldi berbaring di bawah Aldi karena di depan sofa itu budhe sudah meletakan kasur lantai yang memang sengaja ia bawa untuk istirahat.
__ADS_1