Jodohku Tak Kan Kemana

Jodohku Tak Kan Kemana
Kesepakatan Perjodohan


__ADS_3

Pov Orang Tua Aldi


"Pak, apa bapak sudah yakin untuk melanjutkan perjodohan Aldi dengan Gayatri?" tanya Lestari di suatu pagi.


"Bapak sudah yakin bu, bapak juga yakin Gayatri pasti akan membuat Aldi jatuh cinta padanya dengan seiring waktu nanti" jawabku dengan mantap.


"Ibu takut pak, kalau ternyata Aldi nggak bisa menerima Gayatri. Yang ada nanti malah Gayatri tersakiti oleh anak kita" ucap Lestari dengan rasa khawatir.


"Tenang saja bu, bapak yang akan menasehati Aldi nanti dan bapak juga akan segera ke rumah Surono bu untuk melamar anaknya" ucapku sambil bersiap-siap akan pergi ke tempat Surono sahabatku.


"Ya sudah kalau begitu ibu hanya ngikut bapak saja" jawab ibu pasrah.


"Ya sudah bapak pamit bu, mumpung masih pagi dan bapak juga sudah janjian tadi malam dengan Surono" ucapku kemudian.


"Hati-hati ya pak" kata Lestari sambil menyalamiku yang hendak pergi.


Jalanan masih sepi karena memang masih pagi dan udara juga masih segar. Aku mengendarai motor maticku sambil menikmati suasana pagi di kotaku tercinta. Tidak terasa 20 menit sudah berlalu dan aku sudah di tempat tujuan. Rumah mewah bercat hijau dan berpagar tinggi serta memiliki halaman luas itulah rumah Surono. Aku tekan bel dan tidak lama kemudian Surono berjalan cepat untuk melihat siapa yang datang dan kemudian ia membukakan pintu gerbang.


"Oh... Yadi to? Sini-sini masuk Yad.." ajak Surono dengan ramah dan membukakan pintu gerbang.


"Permisi..." ucapku sambil melangkah menuntun sepeda motor ke dalam halaman rumah Surono.


"Silahkan Yad... sini duduk di dalam saja" ajak Surono membuka pintu ruang tamu.


"Gimana kabarnya Yad? Sehat to" tanya Surono setelah kami duduk di sofa.


"Iya sehat No, kamu sendiri gimana saat ini?" tanyaku.


"Ya... aku ini baru sehat Yad, kemarin penyakit darah tinggiku kumat, biasalah Yad mungkin sudah berumur kali" kata Surono sambil tersenyum renyah seperti biasa.


"Lho ada tamu to pak? Kok ibu nggak dikasih tahu? Apa kabar pak Yadi? Sudah lama pak? Kok malah dianggurin aja nih" tiba-tiba sesosok perempuan keluar dari ruang dalam dan langsung menyapaku dan dia adalah istri Surono namanya Ratih.

__ADS_1


"Eh..mbakyu Ratih.. baru saja mbakyu kabar baik. Njenengan sehat mbakyu?" tanyaku sambil menyambut tangannya untuk bersalaman.


"Sehat pak Yadi. Ya sudah silahkan dilanjutkan dulu pak, saya mau buat minuman" kata Ratih sambil bangkit dari tempat duduk.


"Waduh... nggak usah repot-repot mbakyu tadi sudah minum juga di rumah kok mbakyu" tolakku halus karena takut merepotkan.


"Nggak repot kok pak wong ya cuma minum biasa aja" sahut Ratih sambil berlalu memasuki ruangan tengah lagi.


Setelah Ratih masuk ke dalam, aku mulai memasang wajah serius dan mengajak Surono untuk membicarakan anak kita masing-masing yang akan dijodohkan.


"Sur, aku ke sini mau membicarakan rencana perjodohan anak-anak kita... karena aku pikir kini sudah waktunya apa lagi anak-anak kita sudah matang secara umur... Bagaimana menurutmu Sur? Kataku mengawali pembicaraan serius ini.


"Aku juga sudah memikirkan tentang ini Yad, malah kebetulan kamu ke sini untuk membicarakan ini bersama. Menurutmu apakah keputusan ini sudah tepat dan apakah anakmu sudah mengetahui rencana kita? Karena kebetulan aku belum sempat membicarakan ini dengan anakku Gayatri" jawab Surono.


"Aku sudah memikirkan ini dengan baik Sur, dan aku juga sudah membicarakan dengan anakku Aldi namun memang dia belum menyetujui Sur, tahu sendiri lah anak jaman sekarang memang agak sulit mengeni perjodohan tidak seperti jamannya kita. Namun aku akan meyakinkan dia Sur karena aku sudah pastikan kalau Aldi dan Gayatri pasti berjodoh dan mereka akan serasi walaupun mereka mungkin belum saling mecinta" jelasku.


"Baik lah Yad, aku juga sudah memikirkan kalau Aldi dan Gayatri adalah pasangan yang ideal dan tentunya aku juga sudah tahu bibit, bebet, dan bobotnya. Jadi nanti seandainya aku dan Ratih sudah tidak ada maka tidak lagi khawatir karena Gayatri sudah bersama orang yang tepat" kata Surono.


"Ya secepatnya aku akan datang lagi ke sini Sur dan mengajak serta Aldi dan istriku untuk melamar anakmu Gayatri Sur. Namun kami harus menunggu dia pulang dulu karena sekarang Aldi lagi kerja di Pekanbaru. Silahkan kamu juga bicarakan dulu dengan Gayatri karena takutnya Gayatri malah tidak setuju dengan rencana kita" kataku menjelaskan rencana terdekat perjodohan anakku.


"Ok Yad, nanti aku bicarakan sama istri dan anakku. Setelah itu nanti aku akan kabari kamu kapan bisa datang lagi untuk acara lamaran. Kamu tenang aja Yad, Gayatri itu selalu manut dengan orang tuanya jadi tidak sulit untuk membujuknya" balas Surono.


"Silahkan sambil dinikmati kopi dan cemilannya pak Yadi" tiba-tiba Ratih sudah ada di depan kami sambil meletakan kopi dan pisang goreng yang masih mengepul.


"Terima kasih mbakyu Ratih, malah jadinya merepotkan mbakyu pagi-pagi begini" kataku tidak enak.


"Nggak merepotkan kok pak Yadi. Sekadar teman untuk bercerita" balas Ratih dengan ramah.


"Bu, sini duduk dulu karena ada yang ingin bapak bicarakan denganmu" ajak Surono kepada Ratih sambil menepuk nepuk sofa kosong di sampingnya.


"Ada apa pak?" balas Ratih penuh penasaran.

__ADS_1


"Jadi gini bu, ini Yadi datang ke tempat kita ternyata ada niat baik yang ingin diutarakan sama dia bu" jawab Surono.


"Memangnya ada niat baik apa ya pak? tanya Ratih.


"Bu, apakah ibu masih ingat dengan rencana perjodohan anak kita dengan Yadi tempo dulu waktu Gayatri masih kecil? tanya Surono.


"Iya masih pak, memang mau diteruskan niat baik kita pak?" tanya Ratih dengan penuh tanda tanya.


"Betul bu, bapak dan Yadi sedang membicarakan rencana perjodohan anak kita bu. Karena Gayatri dan Aldi kan usianya sudah matang jadi mau nunggu apa lagi coba. Tapi menurut ibu bagaimana mengenai rencana kami ini?" tanya Surono kepada istrinya.


"Kalau ibu setuju-setuju saja pak, apa lagi kita sudah tahu seluk beluk keluarga pak Yadi jadi sudah tahu bibit, bebet, bobotnya sehingga tidak perlu diragukan lagi pak. Namun apakah anak kita Gayatri akan menyetujuinya pak?" tanya Ratih cemas.


"Tenang saja bu, kalau masalah persetujuan Gayatri gampang dia kan bukan anak yang suka membangkang. Dia selalu menurut apa lagi pilihan kita untuknya bukan asal pilih saja" terang Surono meyakinkan Ratih.


"Ya sudah pak kalau begitu aku ngikut saja yang penting anak tidak salah dalam memilih pasangan" jawab Ratih patuh.


"Nah, Yad sudah dengar sendiri kan jawaban dari istriku? Nanti kamu tinggal atur saja persiapannya bersama Aldi dan istrimu" celetuk Surono.


"Baik Sur, di sini aku percayakan semua padamu. Secepatnya aku akan memberitahukan kelanjutan perjodohan ini dengan Aldi. kalau begitu aku mohon pamit Sur" balasku.


"Kok cepet banget Yad? padahal jarang main ke sini loh" jawab Surono.


"Sebenarnya mau aja lama di sini Sur, tp ibu negara sudah pesan tadi jangan lama-lama karena mau meghadir resepsi pernikahan di rumah sodara jadi nanti kalau sampai telat bisa-bisa tujuh hari tujuh malam aku di suruh tidur di luar Sur" jawabku sambil bercanda.


"Ha..ha..ha..ha.. Golongan suami takut istri kamu ya Yad?" ledek Surono.


"Halah kaya kamu nggak aja pak, istrinya ngambek dikit aja udah kelimpungan tuh" celetuk Ratih membuat Surono langsung kicep.


"Ya udah Sur, silahkan diteruskan saja obrolan dengan mbakyu Ratih ya... aku pamit. Makasih ya mbakyu atas suguhannya" pamitku sambil menyalami pasangan tersebut.


"Hati-hati ya Yad" balas Surono dan Ratih tersenyum ramah sambil mengantarkanku keluar sampai depan pintu masuk.

__ADS_1


__ADS_2