Jodohku Tak Kan Kemana

Jodohku Tak Kan Kemana
Limbung


__ADS_3

Pov Aldi


Duaaaarrrr!!!!!!


Dunia rasanya berputar dan hidupku seperti sudah berhenti mendengar apa yang Prameswari ucapkan. Candaan macam apa yang dilakukan oleh Prameswari? Apakah humor dia sudah berganti selera menjadi horor seperti ini karena lagi di rumah sakit? Atau ini hanya prank? Namun untuk apa? Aku nggak lagi ulang tahun.


"Ha...ha...ha..ha... bercandamu nggak lucu tau Prameks! Kamu lagi ngeprank aku biar aku terkejut gitu!? Untuk apa!? Apa kamu nggak kasihan dengan aku yg lagi sakit begini? disayang kek malah dibuat sedih begini. Keterlaluan mah kamu ini" kataku pura-pura marah. Namun tunggu.... Prames tetap diam tidak menjawab apa pun dan dia tidak mengubah ekspresinya bahkan ia kembali terisak.


Aku tahu banget sifat dia, meskipun dia orang yang punya selera humor dan kadang jail namun dia tidak pernah membuat kejailan macam begini.


Deg!


Hatiku rasanya sakit. 'Apakah ini benar? Kalau benar kenapa kita dalam musibah yang sama?' aku hanya membatin sambil menatap air mata yang mengalir di pipi Pramewari.


"Prames, coba katakan sekali lagi? Berita apa yang kamu bawa ini? Apakah aku bisa percaya? Dari mana kamu dapat berita tak berguna macam ini!" aku tersulut emosi.


Prames hanya diam mematung tanpa mau menjawab pertanyaanku. Mungkin dia kaget dengan nada bicaraku yang tinggi.


"Prames... Tolong jawab pertanyaanku jangan diam saja" aku memohon kepadanya.


"Ba- baik-ba-baik kang, tapi kamu yang tenang ya" pinta Prames.


"Maaf Prames aku shock dan nggak bermaksud untuk membentakmu. Tolong cerita kenapa kamu membawa berita buruk seperti ini?" tanyaku.

__ADS_1


Akhirnya dengan bicara yang tergagap diiringi isakan Prames kembali menceritakan saat dia menerima kabar buruk ini dan dengan seksama aku berusaha untuk mencerna informasi ini.


"Apa ini bukan penipuan Prames? Karena sekarang banyak sekali penipuan. Aku mau telpon bapak dulu untuk memastikan ini. Karena sangat tidak mungkin jika dalam satu keluarga mengalami musibah sama di tempat yang berbeda" aku merespon dengan baik dan mulai berpikir jernih untuk mencerna informasi ini.


" Tidak ada yang tidak mungkin kang, namun aku berharap banget ini hanya berita bohong yang dikabarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi jika kita perhatikan ini benar kang, karena kalau penipuan pasti sudah ada pihak yang meminta uang namun ini tidak dan aku juga sudah mengecek nomor kantor polisi yang tadi menghubungi ke nomor kamu dan itu ternyata benar" jelas Prames panjang lebar.


Di saat seperti ini, aku harus berpikir jernih meskipun aku sendiri kondisinya belum bisa bangun dari ranjang rumah sakit. Kakiku masih luka-luka yang lumayan parah sedangkan kepalaku masih terasa berputar dan bahkan diperkirakan aku harus menjalani operasi.


'Tuhan bagaiaman aku bisa menghadapi ini sendirian? Bahkan aku belum tahu bagaimana keadaan kedua orang tuaku saat ini' aku bergumam dalam hati.


"Kang...kita cek terlebih dahulu ya kebenaran berita ini. Tadi pihak kepolisian sudah kuberi nomor budhe kamu dan kalau memang ini benar berarti nanti budhe kamu yang akan memberikan informasi dengan akurat. Aku minta maaf kang, tadi aku shock dan aku nggak tahu harus ngapain apa lagi dengan keadaan kamu yang masih seperti ini" papar Prames lebih tenang.


"Nggak papa Prames, aku tahu banget perasaanmu jadi aku nggak menyalahkan kamu dan tidak perlu minta maaf juga karena kamu tidak salah" ucapku menenangkan Prames.


"Aku akan memastikan berita ini dulu sama budhe Eni, semoga saja ini hanya ulah orang iseng. Tolong coba kamu hubungi budhe ya sayang" pintaku ke Prames agar segera tahu apakah berita ini benar atau tidak dan aku harus siap untuk berita terburuk sekaliapun.


"Halo Ardi..." sapa budhe di ujung sana.


Prames membesarkan volume telpon dan menyodorkan ke arah Arahku


"Halo budhe... sehat budhe?" sapaku.


"Sehat Di... Kamu lagi di mana Di? Masih di Pekanbaru?" tanya budhe.

__ADS_1


"Iya budhe aku masih di Pekanbaru ini. Ada apa ya budhe nggak biasa biasanya budhe menghubungiku di jam segini?" tanyaku penasaran karena ini sudah jam 11 lebih bahkan hampir jam setengah dua belas dan aku jadi berpikir apakah memang benar kabar yang tadi disampaikan Prames?


"Iya Di, memang budhe ini ada perlu penting makanya jam segini pun budhe nekad untuk menghubungimu nak" jawab budhe Eni.


"Jadi ada apa budhe?" tanyaku dengan penasaran.


"Jadi begini Di, apapun yang nanti budhe sampaikan tolong jangan panik ya... Dan bersabar dengan ujian ini nak... Sebenarnya budhe mau menyampaikan kalau Yadi dan Lestari tadi sore mengalami kecelakaan dan ini 2 jam yang lalu budhe sudah melihat kondisi bapak ibumu nak" jawab budhe Eni dengan hati-hati namun tegas dan tentunya membuatku tak bisa berkata-kata karena kabar musibah yang kuterima tadi dari Prames ternyata benar.


"Aldi....nak...kamu baik-baik saja kan?" tanya budhe karena aku tidak memberikan respon apapun. Bagaimana aku baik-baik saja jika kedua orang tuaku sedang dalam musibah?


"Halo Aldi..." budhe kembali menyapaku.


"Iya halo budhe... Ini saya Prames teman Aldi. Jadi kabar itu benar budhe? Karena sebenarnya kami juga sudah dapat kabar ini dari seorang bapak yang sempat menolong bapak dan ibu serta dari pihak kepolisian juga sudah menghubungi kami. Namun kami mengira itu hanya orang yang iseng budhe... Bahkan nomor budhe pun saya kasihkan ke pihak kepolisian yang menghubungi kami" jelas Prameswari kepada budhe dan aku melihat dia sekarang lebih tegar.


"Oh..jadi kalian sudah dapat kabar to? Iya memanh benar kabar itu nak" balas budhe Eni.


"Terus sekarang keadaan bapak dan ibu bagaiamana budhe? tanya Prameswari.


"Keadaan Lestari dalam kondisi kritis karena mengalami luka di kepalanya yang cukup serius sedangkan Yadi juga masih belum sadar sampai dengan sekarang dan tadi kata dokter mereka berdua dinyatakan koma" jelas budhe Eni yang membuatku makin terbengong karena nggak tahu kenapa musibah sama terjadi bebarengan begini.


"Jadi mana Aldi nak? budhe minta secepatnya untuk dia pulang ke Madiun" ucap budhe.


Prameswari menatapku namun aku sama sekali tidak bisa merespon karena aku benar-benar seperti dalam mimpi dan Prameswari memahami itu dan beruntungnya dia segera tanggap dengan situasi yang sedang kacau ini.

__ADS_1


"Jadi begini budhe, sebenarnya Aldi juga sedang mengalami musibah di sini. Dia tadi sore mengalami kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit. Untuk kondisinya juga harus diobservasi budhe karena kepala Aldi mengalami benturan dan ada penggumpalan sehingga ada kemungkinan untuk dioperasi" jelas Prameswari sedangkan aku hanya memandangnya dengan pandangan kosong, hatiku kalut dan aku merasa entah sedang di mana sekarang.


Limbung itulah yang kurasakan saat ini.


__ADS_2