
" Jadi mari kita membuat keputusan kang, jangan sampai pembicaraan kita menggantung tanpa hasil agar kita bisa saling melangkah dengan ringan di masa yang akan datang" ucap Prameswari yang kini sedang berpikir secara realistis.
"Boleh aku bertanya?" tanya Aldi ragu-ragu.
"Tentu saja, kenapa kang?" Prameswari bertanya balik.
"Apakah kamu tidak merasa sakit dan terluka kalau seandainya aku menjalankan amanat sesuai wasiat ibu? Aku sangat takut jika akhirnya aku hanya akan meninggalkan luka untuk orang yang aku sayang meskipun aku sendiri juga pasti terluka" ujar Aldi sambil menatap Prameswari dengan intens.
Prameswari berusaha untuk tersenyum meskipun sangat terpaksa.
"Kang, terkadang apa yang kita inginkan tidak semua bisa kita dapatkan. Kita sering berusaha dengan keras untuk mendapatkan apa yang kita impikan termasuk kelangsungan hubungan kita namun jika takdir tidak berpihak kepada kita maka kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain menerima. Kalau kita tidak bisa menerima itu artinya kita tidak menerima takdir kita dan yang ada apa? Kita hanya akan menderita karena terlalu melekat dengan apa yang tidak bisa kita gapai padahal mungkin ada hal lain yang bisa dilakukan namun karena kita hanya fokus sama kegagalan kita pasti akan mengeluh kalau Tuhan itu nggak adil, alam semesta terlalu kejam dan lain sebagainya. Kalau kamu bertanya apakah aku sakit hati, terluka, dan kecewa jawabannya adalah iya. Aku pasti akan terluka namun aku yakin waktu pasti akan menyembuhkan kita" ucap Prameswari dengan tegas dan terlihat dewasa.
Aldi secara perlahan mencerna apa saja yang barusan diucapkan oleh Prameswari. Ia akui bahwa kekasih hatinya memang selalu bisa bersikap tegas dalam menyelesaikan masalah meskipun terkadang di belakang Aldi tahu kalau Prameswari menyimpan lukanya sendiri.
"Jujur aku merasa sangat sulit untuk membuat keputusan Prames, ini berat banget buat aku" kata Aldi lemah.
"Mau tidak mau kamu harus membuat keputusan secepatnya kak" sahut Prameswari.
"Baik lah... tapi bukan sekarang ya... Aku ingin berpikir jernih terlebih dahulu" pungkas Aldi.
Akhirnya dua sejoli itu kembali lagi ke rumah sakit karena merasa pembicaraan mereka belum menemukan titik temu padahal yang memegang kunci keputusan ada di Aldi namun sepertinya Aldi masih harus mempertimbangkan semuanya jadi Prameswari pun memahami keadaan itu.
"Pakdhe... apa kabar? Sehat toh pakdhe?" sapa Aldi ketika sudah sampai ruangan rawat inap lagi.
"Eh... Aldi, pakdhe sehat Al... Kamu sendiri gimana? Udah baikan?" balas Pakdhe Karyo sambil bersalaman dengan Aldi dan Prameswari.
__ADS_1
"Sudah jauh membaik pakdhe tinggal pemulihan saja ini. Oh iya maaf tadi kami lama perginya pakdhe" ucap Aldi merasa tidak enak.
"Nggak papa Al, santai saja karena kebetulan hari ini pakdhe lagi libur kerja, oh iya... ini siapa kok nggak dikenalin sama pakdhe?" tanya Karyo penasaran meskipun sudah dengar kabar tentang Prameswari melalui istrinya.
"Oh iya pakdhe... Ini Prameswari teman kerja di Pekanbaru sana kebetulan ketika Aldi kecelakaan yang menemani dan merawat sampai mengantarkan ke sini dia pakdhe" Aldi mengenalkan Prameswari secara formal.
"Halaaahhh bilangnya teman kerja... calon teman hidup kali Al" seloroh Karyo menggoda Aldi.
"Ya... belum tahu pakdhe.. jodoh, rejeki, dan maut kan nggak ada yang tahu" ujar Aldi bijak.
"Ya... semoga yang terbaik lah untuk kalian berdua. Oh iya...pakdhe ini tidak bisa lama-lama di sini Al, karena nanti ada hajatan di rumah tetangga dan harus kesana" ucap Karyo.
"Ya sudah pakdhe, kalau mau pulang nggak papa karena kami juga tidak akan kemana-mana lagi" balas Aldi.
"Pakdhe pulang dulu ya nanti kalau ada apa-apa segera kabari ya jangan sungkan-sungkan. Prameswari, pakdhe pulang dulu ya titip Aldi kalau dia macem-macem jewer aja kupingnya" Karyo pamit sambil terkekeh jail ke Aldi.
Prameswari dan Aldi mengistirahatkan dirinya di sofa yang ada dalam ruangan tersebut.
Mereka belum sempat menghilagkan rasa lelahnya namun sudah ada suara pintu diketuk dari luar, mereka pikir yang datang suster atau dokter visit namun setelah Prameswari lihat ternyata ia tidak mengenalinya.
"Kang, bukan suster atau dokter tapi kayaknya orang mbesuk bapak itu" ucap Prameswari menyuruh dia untuk menerima tamunya karena siapa tahu Aldi mengenalinya dan benar saja Aldi memang kenal dengan mereka.
Sesosok laki-laki berkulit sawo matang dengan tampilan rambut kelimis menggunakan kaos oblong dan celana kain memasuki ruangan rawat dan disambut oleh Aldi dengan ramah dan ternyata orang tersebut tidak datang sendiri namun bersama seorang gadis ayu (cantik dalam bahasa Jawa) yang ramputnya panjang namun dikepang mengembang. Gadia itu menggunakan kaos longgar yang dipadukan dengan celana kulot. Ia tersenyum manis kepada Aldi dan Prameswari.
"Mari om, Gy masuk" sambut Aldi sambil bersalaman dan mempersilahkan tamunya untuk duduk.
__ADS_1
"Gimana kabar om sekeluarga?" tanya Aldi setelah kedua orang itu duduk dan mereka memilih duduk lesehan di bawah.
"Kami sehat Al, kamu gimana? kenapa baru pulang Al?" tanya orang tersebut yang belum Prameswari ketahui namanya.
"Iya om, saya baru pulang karena saya juga habis kena musibah. Pada hari yang sama saya mengalami kecelakaan tunggal om dan harus dirawat selama seminggu jadi saat acara pemakaman ibu dengan sangat terpaksa saya tidak bisa pulang om" tutur Aldi dengan muka sendu.
"Prames, sini kenalkan ini om Surono dan ini anaknya Gayatri. Dia temanku saat kuliah dulu dan om Surono ini sahabatnya bapak" Aldi memperkenalkan Surono dan Gayatri ke Prameswari.
"Saya Prameswari om, mbak Gayatri. Saya teman kerjanya Aldi" kata Prameswari sambil berjabat tangan.
"Surono" ucap Surono tersenyum ramah.
"Gayatri" ucap gadis itu dan membuat keduanya saling menatap lalu menyelami mata masing-masing karena mereka sama-sama kaget. Gayatri kaget karena ia merasa Parmeswari ini adalah calonnya Aldi yang dulu pernah disebut-sebut. Sedangkan Prameswari sudah tahu siapa Gayatri dan membuatnya sedikit ada nyeri dalam hatinya.
"Kami sekelurga mengucapkan turut berbelasungkawa Aldi atas kepergian ibumu, Lestari" ucap Surono dengan penuh prihatin.
"Semoga Yadi juga segera cepat sembuh Al, aku sudah kangen dengan dia pengin nongkrong bareng" Surono terkekeh sedih sambil melihat ke arah Yadi yang masih tergolek lemah.
"Terima kasih banyak om" sahut Alsi singkat.
"Oh iya.. tadi kamu bilang, kamu juga mengalami musibah kecelakaan di sana... terus sekarang gimana keadaanmu apakah sudah membaik kok sudah pulang ke sini?" tanya Surono penasaran.
" Saya masih dalam masa pemulihan om, kemarin malah hampir mau dioperasi karena ada penggumpalan di kelapa tapi untuknya bisa segera ditangani oleh dokter" jelas Aldi.
"Syukurlah kalau begitu... Oh iya Al, ada hal penting yang ingin om sampaikan segera sama kamu" ucap Surono dengan serius.
__ADS_1
"Hal penting apa ya om?" tanya Aldi yang sedikit was-was kalau om Surono mu membicarkan masalah perjodohan.