Jodohku Tak Kan Kemana

Jodohku Tak Kan Kemana
Perdebatan


__ADS_3

Yadi sangat terkejut ketika membaca surat yang dibaca istrinya.


“Apa maksud kamu Sur? Kita kesini kan memang mau membicarakan tentang perjodohan anak-anak kita, kenapa harus melalui surat? Kalau pembicaraan kita hari ini sepakat nanti kami yang akan memberitahukan kepada Aldi tidak harus melalui surat” tanya Yadi heran sekaligus curiga dengan gelagat Surono.


“Kamu nggak usah banyak tanya Yad, lakukan apa yang aku perintahkan segera karena aku tidak mau waktuku terbuang sia-sia untuk melakukan hal remeh seperti ini. Dan satu lagi aku sebenarnya tidak ada minatan tuh untuk menjadikan Aldi menantuku. Aku hanya ingin membuat keluargamu menderita seperti apa yang telah keluargamu lakukan dulu sama aku. Jadi cepat lakukan atau kamu akan kehilangan anak kesayanganmu itu. Kamu tahu kan? Aku bisa melenyapkan orang meskipun orang itu di luar pulau? Jadi tunggu apa lagi sahabatku yang tersayang Yadi Mahendra!??”


“Apa yang sebenarnya keluargaku lakukan kepadamu? Jika ada salah kami minta maaf Sur tapi bukan begini caranya” Yadi mulai ketakutan namun ia masih menyembunyikan ketakutan itu.


“Sudah terlambat kamu mengucapkan kata maaf saat ini, aku sudah menutup pintu maaf dari keluargamu. Jadi tandatangani surat ini segera atau anak kamu yang akan aku bunuh Yadi? Kata-kataku ini tidak main-main” ancam Surono.


Yadi sangat terkejut sekali dengan perubahan sifat asli Surono. Yadi memang sudah tahu jika Surono dulu pernah berlaku seperti preman namun selama ia menjalin persahabatan tidak pernah sekalipun Surono berbuat jahat kepadanya, namun saat ini perilaku dia membuat Yadi tidak habis pikir dan Yadi masih berpikir kesalahan apa yang sudah dibuat sehingga membuat Surono dendam seperti ini.


“Sur, jangan macam-macam… kalau kamu seperti ini namanya sudah mengancam keselamatan orang lain dan kalau kamu nekad akan aku laporkan ke polisi dan kamu bisa dipidana” kata Yadi sambil berusaha menyadarkan Yadi.


“Ha…Ha…Ha…. Apa kamu punya buktinya Yadi Mahendra!!??” tawa Surono terkekeh sambil melotot marah.


Yadi terdiam karena memang tidak ada bukti jika Surono mengancam keselamatan anaknya.


“Kalau begitu aku membatalkan rencana perjodohan ini Sur, dan mulai saat ini jangan sebut aku sebagai sahabatmu lagi. Aku tidak tahu apa yang sudah keluargaku lakukan sama kamu namun aku sudah terlanjur kecewa karena kita ini sudah tua Sur seharusnya kalau memang ada masalah selesaikan nbaik-baik dan bukan dengan cara mengancam seperti ini. Aku bahkan tidak lagi mengenal sifatmu yang baik Sur” ungkap Yadi dengan kecewa.

__ADS_1


“Kamu nggak usah kebanyakan omong Yad! Atau kamu bakal tahu akibatnya!?” ancam Surono sambil menarik kerah baju Yadi dengan keras penuh amarah.


“Pak, sudah…sudah… biar aku tanda tangani saja pak” ucap Lestari Pasrah.


“Nah….begitu dong dari tadi! Jadi nggak kebanyakan drama!” umpat Surono.


“Bu…jangan mau, Surono bukan manusia baik lagi tapi ada maksud lain dan aku tidak mau anak kita akan hidup menderita bu” Yadi masih berusaha untuk melindungi Aldi agar nantinya ia tidak menderita.


“Heh! Yadi kamu sekarang nggak punya pilihan lain. Pilihanmu hanya ada dua mau anakmu mati atau mau anakmu menderita ha….ha….ha…. jadi pilih yang mana wahai Yadi!? Dan ingat jangan kebanyakan mikir aku tidak bisa kasih waktu terlalu lama!” senyum serigai Surono kembali terbesit.


Yadi benar-benar bingung dengan apa yang akan dilakukan karena memang Surono tidak memberikan pilihan yang lebih baik. Sementara itu, Lestari juga sedang berpikir bagaimana ia menyelamatkan masa depan Aldi agar tidak masuk dalam keluarga ini. Ia memutuskan untuk menandatangani surat yang telah dibuat Surono tadi agar ia bisa memiliki waktu berpikir untuk menyelamat dan sekaligus memberitahukan kelakuan jahat Surono kepada Aldi setelah mereka pulang dari rumah Surono.


“Bagus… sekarang kalian pulanglah dengan damai dan pastikan kalian berhati-hati di jalan” usir Surono sambil melihat hp yang sedang dipegangnya dan terlihat ia sedang membaca pesan dari Karyo bahwa ia sudah melakukan perintahnya dengan baik sehingga Surono semakin bisa tersenyum lebar karena rencana sejauh ini berjalan dengan mulus.


Lestari keluar dengan keadaan yang lemas dan gemetar karena memikirkan Aldi yang dalam bahaya padahal ia tidak tahu masalah apa yang pernah terjadi antara keluarga Suaminya dan keluarga Surono namun sepertinya ini masalah cukup pelik sehingga membuat Surono menyimpan dendam sekian lama.


Yadi menuntun Lestari dengan cepat meskipun ia tahu Lestari sedang tidak baik-baik saja namun mereka harus segera meninggalkan rumah sahabatnya yang sekarang sudah seperti iblis itu.


Motor Yadi mulai melaju meninggalkan rumah Surono setelah memastikan istrinya menaiki boncengan dengan baik. Dan sementara itu, Surono tertawa riang seperti anak kecil.

__ADS_1


“Rasain kamu Yadi… kamu akan menderita kehilangan istri tercintamu dan ditambah anak tersayangmu akan hidup menderita bersama orang yang tidak dia cintai” ucap Surono sambil bersiul meninggalkan ruang tamu menuju ke kamar untuk menikmati tidur siangnya.


Yadi mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, tangan istrinya masih melinggar di pinggang dan sesekali ia mengusapnya untuk saling menguatkan.


“Pak, secepatnya kita harus memberitahukan sifat Surono yang jahat itu ke Aldi agar Aldi bisa melindungi dirinya. Aku takut sekali pak dan aku juga tidak akan mengijinkan Aldi untuk menikahi Gayatri pak” ucap Lestari di boncengan sambil menangis.


“Iya bu… setelah kita sampai di rumah, kita akan menghubungi Aldi untuk membicarakan masalah ini” jawab Yadi.


“Pak, sebenarnya keluarga bapak itu ada masalah apa dengan keluarga Surono? Kenapa dia sampai dendam begitu pak?” tanya Lestari lagi.


“Itu yang bapak bingungkan bu, bapak juga merasa tidak pernah melakukan kesalahan yang fatal ke Surono dan selama kami berteman tidak ada kejadian fatal yang bapak atau keluarga bapak lakukan ke Surono bu… makanya bapak mau mencari tahu siapa tahu bapak dan Ibu dulu pernah melakukan kesalahan nanti aku tanyakan ke mbakyu Eni karena dia kan yang tahu banyak relasi bapak dan ibu dibandingkan bapak ini” terang Yadi sambil memperkirakan masalah yang pernah terjadi diantara keluarganya dan Surono.


“Secepatnya cari tahu ya pak, ibu takut kalau ancaman Surono benar-benar terjadi, dan kalau memang nanti keluarga bapak ada yang pernah berbuat salah sama Surono maupun keluarganya kita harus segera minta maaf sama dia pak” kata Lestari.


“Iya bu, semoga masalah ini segera selesai ya” Yadi menanggapi ucapan istrinya.


Tanpa disadari mereka yang sedang asyik membahas masalah ini, dari arah berlawanan ada sebuah truk besar yang berusaha menyalip sebuah bus padahal tidak ada celah karena kebetulan posisi kendaraan Yadi ada di tengah sebelah mobil karena ia juga tanpa sadar akan menyalip mobil tersebut. Yadi tidak siap untuk menghindar sehingga mau tidak mau mengantarkan mereka pada peristiwa tabrakan. Yadi bersama kendaraannya masuk ke kolong truk sedangkan Lestari terpental dan terjatuh tepat di depan mobil yang sedang melaju searah dengan kendaraannya tadi sehingga ia terseret beberapa meter ke depan.


Suasana menjadi riuh dan macet akibat kecelakaan itu. Beberapa saat kemudian ambulance datang untuk menolong mereka berdua yang sudah tidak sadarkan diri meskipun dinyatakan tidak meninggal duni dan bersyukurnya sopir truk yang menabraknya pun mau untuk bertanggung jawab.

__ADS_1


Flash back selesai.


__ADS_2