Jodohku Tak Kan Kemana

Jodohku Tak Kan Kemana
Ide Prameswari


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, Surono dan Ratih sudah memberitahu Gayatri tentang perjodohannya dengan Aldi anak sahabatnya dan seperti biasa, Gayatri setuju dengan keputusan kedua orang tuanya karena bagi Gayatri, keputusan orang tuanya bukan tidak ada pertimbangan namun memang sudah dipikirkan matang-matang. Meskipun pada awalnya Gayatri menolak karena sepertinya Aldi sudah memiliki kekasih.


Gayatri sendiri juga sudah menanyakan langsung dengan Aldi namun jawaban Aldi membuatnya kecewa karena Aldi memang benar ternyata sudah memiliki kekasih hati. Setelah mengetahui hal tersebut, Gayatri memilih untuk mundur saja karena ia takut Aldi tidak bisa mencintainya meskipun terikat dengan pernikahan. Namun lagi-lagi orang tua Gayatri terus memberikan dukungan sehingga ia hanya bisa menerima keputusan orang tuanya.


"Pak, aku tidak mau dijodohkan dengan Aldi" kata Gayatri ketika sedang menelpon orang tuanya.


"Lho kenapa nduk? Apakah kamu sudah ada calon sendiri?"


"Meskipun aku belum punya calon tapi aku tidak ada perasaan apa-apa dengan Aldi pak" jawab Gayatri sengaja berbohong tentang alasan dia menolak perjodohan tersebut.


"Nduk, dengarkan bapak ya... Bapak sama ibu menjodohkan kamu dengan Aldi bukan hanya sekadar menjodohkan namun bapak sudah melihat bagaimana bibit, bebet, dan bobot dari keluarga Yadi sahabat bapak nduk... Kamu tahu kan nduk? Aldi itu laki-laki sempurna dari sikap, sifat, sampai pekerjaan juga sudah punya. Mencari laki-laki seperti itu sekarang susah nduk. Kalau hanya sekadar laki-laki banyak harta mungkin banyak tapi kalau sikap laki-laki yang baik itu susah dicari nduk. Jika masalah kamu belum memiliki perasaan, nanti kalau sudah sering bersama pasti akan muncul perasaan suka nduk, percaya sama bapak dan ibu ya nduk" nasehat Surono panjang lebar untuk anak tercinta.


"Aku hanya takut pak, kalau Aku dan Aldi tidak bisa saling mencintai nantinya" balas Gayatri.


"Percaya sama bapak nduk, 'witing tresno jalaran seko kulino' (rasa suka timbul karena terbiasa), sudah pokoknya manut sama bapak nduk... pilihan bapak dan ibu pasti yang terbaik" tegas Surono meyakinkan anaknya.


"Baiklah pak, aku nurut dengan apa kata bapak" balas Gayatri pasrah.


"Nah... gitu nduk, kalau patuh sama orang tua pasti jalannya mudah nduk" kata ibu yang nimbrung dengan pembicaraan kami.


"Iya bu, Gayatri akan mengikuti kata bapak dan ibu, doakan aku ya pak bu. Semoga keputusan ini yang terbaik"kata Gayatri memohon restu.


" Doa bapak dan ibu akan selalu menyertai langkah kehidupan kamu nduk" balas ibu dengan mantap.


Ya...begitulah hasil diskusi antara Gayatri dan kedua orang tuanya. Kini Gayatri pun masih bingung apakah harus menerima perjodohan ini atau harus membantah orang tua meskipun Gayatri sudah berkata akan patuh dengan kedua orang tuanya namun ia masih ragu untuk melanjutkan hidupnya bersama dengan orang yang bahkan masih memiliki seorang kekasih. Namun untuk menolak orang tuanya ia belum sanggup karena sama saja ia akan dikatakan durhaka.

__ADS_1


Disaat Gayatri masih bingung dengan keputusan yang akan diambil, di sisi lain seorang Prameswari dan Aldi juga sedang berjuang untuk menunjukkan kalau Prames juga layak menjadi pendamping bagi Aldi di mata kedua orang tua Aldi.


Pada saat-saat tertentu, Aldi selalu memberikan kesempatan Prames dan orang tua Aldi untuk mengobrol dan mereka sebenarnya cukup akrab namun masih jauh dari harapan karena memang orang tua Aldi tidak memberikan harapan kepada Prames jika suatu hari ia bisa menjadi menantunya untuk menemani Aldi menghabiskan sisa hidupnya. Sepertinya keputusan orang tua Aldi untuk menjodohkan Aldi dengan anak sahabatnya sudah keputusan final dan tidak bisa diganggu gugat lagi.


Hal inilah yang membuat Prames akhirnya putus asa untuk mendapatkan restu dari orang tua Aldi.


"Kang, mungkin sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini" kata Prames kepada Aldi pada suatu hari.


"Apa yang kamu katakan sayang? Apakah kamu sudah putus asa untuk mendapatkan restu bapak dan ibu? tanya Aldi.


"Iya kang, maaf aku lelah dan ingin berhenti saja mungkin memang kita tidak berjodoh kang" ucap Prames dengan nada putus asa.


"Hei.... bertahanlah aku akan berjuang untuk mendapatkan restu lagi. Tolong bersabarlah dan tetap yakin jika kita berjodoh. Tolong jangan berhenti" Aldi memohon dengan penuh harap.


"Baiklah kang, aku akan bertahan demi kamu kang" balas Prames dengan sendu.


"Sayang, jangan jadi pikiran ya tentang hubungan kita. Yang penting kita berusaha dan terus saling menguatkan seperti biasa" kata Aldi.


"Iya kang" jawab Prames.


"Kang, aku mau mengajukan beasiswa untuk S2 ya.." kata Prames.


"S2? Bagus itu sayang... Tapi kerjaan kamu gimana nanti? Apakah bisa membagi waktu dengan baik?" tanya Aldi dengan hati-hati.


"Pasti bisa lah, nanti kalau lolos kan bisa dijadwalkan lagi untuk masalah pekerjaan atau kalau memang tidak memungkinkan aku akan resign aja kang" jelas Prames.

__ADS_1


"Resign? Memangnya S2 nya nanti di mana sayang? Nggak bakal jauh-jauh kan?" tanya Aldi cemas.


"Iya seandainya nanti memang tidak bisa berjalan bersama ya aku akan memilih untuk S2 saja dan resign dari kerjaan dan untuk tempatnya nanti tergantung aku lolosnya beasiswa yang mana kang" papar Prameswari.


"Jangan jauh-jauh ya Prames...aku ngak bisa jauh darimu" ucapa Aldi memelas.


"Halaaah lebay kamu kang, sejauh apapun pasti aku bakal pulang kok lagian ini kan sekolah bukan meninggal" kata Prames sambil mecubit lengan Aldi gemas.


"Awwww!! Jahat banget sih kamu..dasar Prameks!" Aldi mengaduh.


"Gitu aja sakit, sok drama kamu tuh kang.." ledek Prames.


"Emang beneran sakit kok sayang... Nih sampe biru-biru gini. Tanggung jawab nih belikan aku jajan" rengek Aldi.


"Bilang aja minta jajan pakai alasan cubitanku sakit lagi...nih sana beli jajan yang banyak" kata Prames sambil menyodorkan uang satu lembar senilai dua ribu rupiah.


"Astaga... Prames jajan apaan nih cuma dua ribu? Paling dapat permen 5 biji nih" kata Aldi sambil bersungut-sungut.


"Ya...kamu tambahin sepuluh ribu lagi kang, biar dapat satu porsi bakso nanti baksonya dibagi dua ya sama aku" ledek Prames memainkan matanya naik turun mencibir Aldi.


"Hisss...sama aja mah itu namanya" sahut Aldi memanyunkan bibirnya.


Begitulah mereka berdua saling menghibur satu sama lain di saat salah satunya ingin berhenti menjalin hubungan yang rumit tersebut. Mereka seolah lupa dengan apa yang sedang menghimpitnya.


"Prames, aku meminta jika memang kamu mau ambil S2 silahkan namun jangan terlau jauh ya...paling tidak jaraknya masih terjangkau olehku. Jangan lari terlalu jauh karena terkadang aku tidak bisa mengejar langkahmu itu" kata Aldi dengan mode serius lagi.

__ADS_1


"Iya kang, aku usahain ya, tenang saja aku hanya melanjutkan sekolah bukan pindah alam" tegas Prameswari.


Ya... Prameswari kini punya impian untuk melanjutkan sekolah. Bukan hanya karena itu mimpinya sejak dulu namun ada tujuan lain yaitu ia ingin menyingkir secara perlahan dari kehidupan Aldi yang kemungkinan besar ia tidak akan pernah mendapatkan restu orang tua Aldi jika tetap mempertahankan hubungannya.


__ADS_2