
Bogor, Taman Alun Alun Komplek Cempaka Permai
Seorang gadis kecil bernama Mutiara Arkana Putri atau yang biasa disebut Rara sedang bermain ayunan di taman itu, juga ada seorang anak laki laki yang sedang memainkan kamera miliknya di pinggir jalan yang letaknya tak jauh dari tempat Rara berada.
"Jepret!!!"
Anak laki laki bernama Ryan Ramadhan Argawinata itu sedang memotret kendaraan yang lalu lalang di taman itu. pandangannya berubah saat melihat Rara sedang termenung sendirian diatas ayunan.
"Ra, kamu kenapa termenung sendirian seperti itu??" tanya Ryan.
Rara menjawab, "Yan, hari ini kita harus puas puasin mainnya.. mulai besok aku udah enggak disini lagi."
"Hah?? mau kemana emang??" tanya Ryan.
Rara menjawab, "Aku kan mau lanjut SMP di Jogja, ikut sama mama dan papa. dan juga papa sepertinya ada rencana lain tapi aku kurang tau pasti apa."
"Iya udah, kamu pergi aja... enggak apa apa kok aku disini.. lagian itu kan demi kebaikan kamu." jawab Ryan.
Rara memanyunkan bibirnya, "Berarti kita enggak bisa main kayak gini lagi dong??"
"Iya.. mau bagaimana lagi?? itu kan keputusan orangtua kamu. aku sih tidak bisa berbuat banyak." balas Ryan.
Rara pun turun dari ayunan itu dan ia pun berjalan mendekati Ryan, "Dulu kita sering main disini saat masih bayi, dan kini saat kita sudah beranjak remaja kita harus dipisahkan dengan melanjutkan sekolah masing masing."
"Iya, nanti juga saat masa SMA kamu akan mengalami ini." jawab Ryan.
Rara memeluk Ryan, "Yan, aku bakalan rindu sama kamu.."
__ADS_1
"Aku juga, yaudah sekarang aku belikan kamu es krim.." kata Ryan.
Rara mengangguk, lalu ia menghapus air matanya. "Iya.."
Ryan dan Rara berjalan menuju tukang es krim yang ada di jalanan dekat taman itu. lalu mereka membeli dua buah es krim rasa cokelat dan strawberry.
"Hanya ini yang bisa aku kasih, jika sewaktu waktu kamu rindu dengan aku.. lihatlah helikopter atau pesawat lainnya." kata Ryan.
Rara menjawab, "Iya.."
Waktu pun semakin gelap karena sudah sore, Ryan pun berpisah dengan Rara karena besok tidak akan bertemu lagi.
"Sampai jumpa Rara!!" ucap Ryan pada Rara yang semakin menjauh.
Ryan pun berjalan sendirian pulang ke rumahnya, dengan tatapan datar ia masuk ke dalam rumahnya lalu pergi mandi.
Beberapa tahun kemudian
Ryan berjalan jalan di tempat yang sama dan waktu yang sama seorang diri, sejak Rara pergi dia sulit untuk berkomunikasi dengannya. apalagi adanya kemungkinan Rara dijodohkan dan ia dibatasi dan diawasi dalam penggunaan handphone oleh orangtuanya.
"Mengapa aku selalu sulit mendapatkan teman sebaik Rara?? mungkin jika memang ada, aku hanya masuk kelompoknya saja namun tidak dengan circlenya." gumam Ryan.
Saat ia bergumam sendirian, ia melihat seseorang mirip Rara sedang berjalan jalan di taman dengan seorang laki laki. tanpa ragu, Ryan menghampiri mereka.
"Itu kan Rara ya?? coba aku dekati dulu.. siapa tau dia masih kenal." pikir Ryan.
Saat ia akan mendekati Rara, gadis itu sudah menatap dirinya cukup lama. mungkin Rara memang mengenali Ryan, tapi entah karena sudah dihasut atau dicuci otak oleh keluarganya. Rara seolah olah tidak mengenali Ryan.
__ADS_1
"Hai.." sapa Ryan.
Rara dan lelaki itu menjawab, "Hai juga, itu mata kamu kenapa menjadi tajam seperti itu??"
"Kamu masih ingat dengan saya???" tanya Ryan.
Rara membalas, "Kamu Ryan kan??"
Ryan menjawab, "Jika iya, kenapa??" tanya balik Ryan.
Rara mengangkat bahunya dan memasang wajah jijik, "Ternyata anak buluk ini masih hidup rupanya."
Ryan terkejut, lalu ia membalas ucapan Rara. "Terserah kamu mau bilang saya apa.. tadinya saya pikir kamu bakalan lupa dengan saya, tapi sekalinya kamu ingat malah merusak harga diri saya. tidak apa apa sih, kamu saya maafkan. yaudah saya pergi dulu, maaf kalau keadaan saya menganggu."
Rara terdiam seribu bahasa, rencana dirinya dan kekasihnya yang akan membuat hati Ryan terluka menjadi berantakan karena sikap tak terduga dari Ryan.
"Oh iya, I..ini ada surat undangan ulangtahun aku.. nanti kamu datang ya!!" pinta Rara.
Ryan menjawab, "Coba nanti saya lihat dulu, jadwal saya padat soalnya."
"Hah?? yaudah kalau begitu aku sama mas Doni pulang dulu." ucap Rara.
Ryan menjawab, "Yaudah, hati hati.."
"Datang enggak, datang enggak... enggak usah datang deh.. bodo amat dibilang pengecut atau pecundang juga. lagi banyak job juga sih..," gumam Ryan sambil melanjutkan jalan jalan di taman komplek itu.
********
__ADS_1
...Yuk Like,Vote, Komen.....