Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Bersama Nadhif


__ADS_3

Jam menunjukan setengah empat sore, Ryan keluar dari kamarnya lalu masuk ke kamar Nadhif. disana adiknya itu sedang memainkan ponselnya.


"Dif, main bulutangkis yuk!! di lapangan Bu haji kosasih.." seru Ryan pada Nadhif.


Nadhif menjawab, "Boleh juga, kita tantang om Radit dan kak Senja yuk!!"


"Ashiap.." jawab Ryan.


Nadhif mengambil tas raket miliknya, begitu juga dengan Ryan. keduanya berjalan keluar rumah untuk mengajak Radit dan Senja.


"Radit!! Senja main badminton yuk!!" seru Ryan.


Radit dan Senja yang sedang bersantai di teras rumahnya menjawab, "Wih mantap juga, cuaca sore cerah begini.. ayo.."


"Oke.." jawab Ryan.


Radit dan Senja mengenakan tas raket masing masing, lalu mereka berjalan ke lapangan bu haji kosasih yang sudah diberi perlengkapan untuk permainan badminton itu.


"Kita Tim SkySiblings, kalian apa??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Kita Tim AeroTwins, ayo kita mulai sekarang.."


Permainan pun dimulai, saat permainan berlangsung. Rara, Kiran dan Nadia yang kebetulan sedang jalan jalan sore ikut menonton dari pinggir lapangan.


Kedua tim saling beradu rally, sehingga keseruan pun terjadi saat Ryan memberikan smash keras yang membuat si kembar mati langkah.


"Yeyeyyyyy sayang aku menang!!" teriak Nadia yang keceplosan.


Nadia yang menyadari dirinya keceplosan, menutup mulutnya. lalu ia dihampiri oleh Ryan yang sudah dinyatakan menang karena dua kali unggul dengan skor 21-18 dan 21-19.


"Mau main enggak??" tanya Ryan.


Nadia menjawab, "Enggak ah, aku udah mandi.. nanti yang ada aku bau keringat lagi."


Ryan tersenyum, "Yaudah, nih kamu beliin es krim buat saya dan Nadhif. sisa kembaliannya buat kamu.."

__ADS_1


"Hei, habis olahraga enggak boleh makan es krim.. bahaya buat tubuh kamu.." gumam Nadia.


Ryan membalas, "Yaudah, air biasa aja buat saya, Nadhif, serta mereka berdua.. sisa kembaliannya buat kamu."


"Yaudah.." jawab Nadia.


Rara memainkan rumput yang ada di pinggir lapangan, lalu ia menceritakan saat dulu mereka sering bermain badminton di lapangan ini.


"Yan, kamu ingat tidak?? dulu kita sering bermain di lapangan ini.. kamu selalu minta minum dan menitipkan semua peralatan bermain ke aku.." tanya Rara.


Ryan menjawab, "Tentu saja saya ingat, lagian saya enggak mungkin lupa dengan hal yang seperti itu.."


"Ohh yang pas lutut aku berdarah bukan??" tanya Kiran.


Ryan menjawab, "Hahah iya.."


"Ini Ryan, Nadhif.. dan ini buat kalian berdua produk air lokal." ucap Nadia yang memotong pembicaraan.


Ryan menjawab, "Terimakasih.."


"Saya pulang duluan ya!!" ucap Ryan.


"Kamu kenapa yan??" tanya Nadhif.


Ryan menjawab, "Kamu ikut pulang aja dulu.."


"Oke.." jawab Nadhif.


Setibanya di rumah, Ryan terkejut saat hanya melihat mamanya sedang terduduk lemas di kursi teras rumah.


"Mama kenapa??" tanya Ryan.


Mama Tasya menjawab, "Perut mama sakit, cepat bukakan pintu.."


"Papa kemana??" tanya Ryan.

__ADS_1


Mama menjawab, "Papa lagi di garasi, ambil mobil buat bawa mama ke rumah sakit. soalnya tadi pas sampai sini, perut mama langsung sakit."


"Ayo mama kita ke rumah sakit.." seru papa Zidan yang menggotong mama ke dalam mobil.


Ryan diberi pesan oleh papa Zidan, "Yan, kamu di rumah saja.. jaga kakak kembarmu dan Nadhif. nanti jika ada apa apa akan papa telepon kamu."


"Baik pa.." jawab Ryan.


Papa Zidan langsung berangkat membawa mama ke rumah sakit, Ryan dan Nadhif pun masuk ke dalam rumah.


Di dokter, Mama Tasya mengecek perutnya menggunakan USB, eh maksud Author USG. ternyata hasilnya mengejutkan, terdapat dua jabang bayi kembar di dalam perut mama Tasya.


"Wah pak, ada jabang bayi tuh... selamat ya pak!! perut istri bapak sakit bukan karena penyakit. tapi ada dua calon bayi kembar di dalam perut istri bapak." ucap Dr Indriana.


Mama Tasya dan papa Zidan saling bertatapan, "Dua bayi kembar?? aduh pah.. itu dua aja udah repot.."


"Enggak apa apa, kita jalani aja. sekali lagi!! sebentar papa hubungi Ryan dulu." ucap papa Zidan.


Dreettt!!!


"Halo?? bagaimana kondisi mama??" tanya Ryan yang sedang bersama Dea dan Nadhif.


Papa Zidan menjawab, "Hmm, kalian akan mempunyai adik lagi.."


Ryan, Dea dan Nadhif terdiam, "Hah?? kok bisa sih??"


"Iya, papa juga kurang tau.. tapi tidak apa apa.. jalani saja!!" balas papa Zidan.


Ryan menduga, "Kayaknya pas kita ke acara nikahan kakaknya Indira tuh, kita bertiga kan menginap di rumah Indira enam hari, sedangkan mama sama papa di rumah.. dari situ tuh!!"


"Yaudah ya!! nanti mama sama papa mau langsung pulang!! tapi nanti mau ambil hasil USG dulu.." kata papa Zidan.


Ryan menjawab, "Yaudah, hati hati.."


*************

__ADS_1


...Yuk Like, Vote, Komen......


__ADS_2