Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Masuk SMA


__ADS_3

Satu Pekan Kemudian


Ryan tiba di halaman parkir SMA Harapan Bangsa, ia pun melepas helmnya lalu turun dari motornya kemudian berjalan menuju kelas.


"Itu bukannya Ryan ya??" tanya Kiran yang berjalan menghampiri Ryan.


"Ryan??" panggil Kiran.


Ryan menoleh, "Kiran??? kamu sekolah disini juga??"


"Ihh kamu ngapain sih sekolah disini?? kamu pasti pengen mengikuti aku ya?? isshh ogah banget satu sekolah apalagi satu kelas sama kamu." ketus Kiran sebal.


Ryan membalas, "Ya bebas dong, toh ini bukan sekolah punya nenek moyang kamu."


"Ehh lagipula aku udah lama kali pengen masuk sekolah sini.." balas Kiran.


Ryan menjawab, "Saya juga kali, eh dengerin ya!! kamu kenapa sih kayak yang jijik sama saya?? apa karena perlakuan saya pada Rara??"


"Salah satunya itu, kamu udah bikin hati Rara terluka.." balas Kiran.


Ryan mengatur nafasnya, "Oke, jika kita ketemu sama Rara kita jelasin ke dia pelan pelan tentang apa yang sebenarnya terjadi. jika saya salah saya siap minta maaf, jika Rara yang salah saya siap memaafkan."


"Maaf?? apa dengan maaf saja sudah cukup untuk mengembalikan Rara seperti yang dulu??" tanya balik Kiran.


Ryan menjawab, "Terserah kamu, yang penting ingat apa kata saya tadi."


"Bodo amat.. udah ah aku mau ke kelas. malas bicara sama pembawa sial seperti kamu." ketus Kiran sebal pada Ryan.


Kiran berjalan menuju kelas, lalu Ryan berjalan mengikuti di belakangnya.


setibanya di kelas, Kiran berhenti sejenak untuk menyapa teman teman barunya. tak lama, Ryan menabrak Kiran karena pikirannya sedang kosong.


"Braggghhh!!!"


"Ih kamu pasti bercanda kan?? kamu enggak mungkin masuk ke kelas ini!!" tanya Kiran yang kesal.


Ryan membalas, "Lha?? saya emang masuk ke kelas ini tanya aja ke anak anak lainnya."


"Kiran, dia benar masuk kelas ini. bahkan dia adalah ketua kelas yang sudah disepakati sama semua siswa di kelas ini." ucap salah satu siswa.

__ADS_1


Kiran menatap Ryan, "Hah?? jadi ketua kelas juga?? kenapa sih Yan kamu selalu bisa bikin aku kesal??" tanya Kiran.


Ryan menjawab, "Sudahlah,.."


Rara yang melihat pertikaian antara Ryan dan Kiran pun mencoba melerai dengan memisahkan keduanya.


"Stopp!!!"


"Rara??" tanya Ryan dan Kiran.


Rara menjawab, "Cukup!! hentikan pertikaian ini.. apalagi kamu Kiran, terima kehadiran Ryan disini."


Kiran terkejut, "Loh?? kenapa kamu bela Ryan?? bukankah jelas jelas kebahagiaan kamu hancur sama Ryan??"


"Kiran cukup!! jangan tambah penderitaan aku!!" teriak Rara.


Kiran tersenyum sinis, "Yaudah, berarti kamu jangan berteman sama aku lagi dan duduk sebangku sama aku lagi.. bye!!" teriak Kiran.


Ryan duduk di tempatnya, begitu juga dengan Rara dan Kiran yang duduk di tempat yang terpisah.


Ryan membuka masker buff miliknya, lalu satu kelas pun terkejut dengan wajah tampan dan dingin Ryan seperti artis ternama.


"Wow!! aku enggak percaya ini sih!!" gumam Rara dan Kiran.


"Pagi anak anak.." ucap Bu Rini, wali kelas mereka.


"Pagi juga bu.." jawab anak anak.


"Oh iya, ini ada murid baru. dia baru masuk karena berkasnya baru lengkap dua hari yang lalu, jadi dia masuk sekarang.." kata Bu Rini.


Ryan menjawab, "Baik, namaku Ryan Ramadhan Argawinata.. asal sekolahku SMP Tunas Bangsa dan hobiku spotting kendaraan baik darat,laut, udara dan membuat konten di media sosial.."


"Halo Ryan.." sapa semua anak kecuali Rara dan Kiran.


"Halo juga.." sapa Ryan.


"Silakan duduk kembali, sekarang kita langsung mulai saja pembelajaran pada hari ini.." kata Bu Rini.


Anak anak menjawab, "Baik bu.."

__ADS_1


Saat jam istirahat, Ryan berada di dalam kelas bersama Brian, Anton, Rendi dan Jojo. tak lama, Nadia datang lalu menanyakan soal tatanan di dalam kelas yang belum sempat terbuat.


"Yan, aku mau tanya deh.. kamu kan sudah otomatis jadi ketua kelas setelah ada kesepakatan antara semua siswa. nah, untuk wakil dan lain lainnya bagaimana??" tanya Nadia.


Ryan menjawab, "Yaudah, untuk wakil.. saya ajukan nama Rendi dan Jojo, keamanan Brian dan Anton.. untuk yang lainnya coba teman teman ada yang mau mengajukan diri??" tanya Ryan.


Rara menjawab, "Yaudah, sekretaris aku sama Kiran.."


"Ehh apaan sebut sebut nama aku?? enggak ya!!" balas Kiran sinis.


Ryan tersenyum, "Yaudah Rara sama Nadia aja jadi sekretaris, si Kiran biar jadi divisi kesehatan sama Hanna. sisanya kalian urus sendiri, biar nanti saya dapat laporannya."


"Baik Yan.." jawab Nadia.


Ryan menatap Nadia, "Kita kayaknya pernah bertemu sebelumnya, dimana ya??"


"Di lapangan terbang Pondok Jambu, kamu saat itu menerbangkan helikopter Kode HR3606 tipe AS365 milik PT Hamish Airlines." tebak Nadia.


Ryan menjawab, "Benar..."


"Ihh beneran kamu?? gila sih itu keren banget masih SMP udah terbangin helikopter sebesar itu.." puji Nadia.


Ryan tertawa, "Biasa, rutinitas kalau lagi galau ya terbangin helikopter.."


"Hmm... Nad, udah kan tanya Ryannya?? sekarang langsung kita bahas yuk!!" seru Kiran yang nampak cemburu dengan keakraban Ryan dan Nadia.


Ryan bangkit dari duduknya, "Nad, tolong titip satu hal lagi.. jangan ada sistem circle di kelas ini!! saya tidak mau mendengar laporan atau menyaksikan langsung tentang adanya sistem circle.. semuanya berhak untuk bergaul." pesan Ryan.


Nadia menjawab, "Baik.."


"Satu lagi.. fix satu lagi.." kata Ryan.


Nadia menjawab, "Iya, apa lagi??"


"Nanti pulang sekolah saya tunggu di parkiran, ada hal yang akan saya bicarakan." pesan Ryan.


Nadia mengangguk, "Baik, siap Yan.."


"Nah kan, ini yang aku takutkan.." gumam Rara dalam hati.

__ADS_1


*****************


...Yuk Like,Vote, Komen.....


__ADS_2