Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Ke Toko Buku


__ADS_3

Jam setengah empat sore


Krriiiingggg!!!!!!!!


Anak anak pun keluar dari kelas, lalu Ryan berjalan menuju parkiran dan menunggu Nadia yang sudah ia perintahkan untuk menemuinya.


"Yan, ada apa kamu suruh aku kesini??" tanya Nadia.


Ryan menjawab, "Soal aturan tadi, itu khusus sama Rara dan Kiran. karena saya, dan bahkan mereka berdua pun terlibat permusuhan yang sengit padahal kita bertiga sudah bersahabat sejak dulu."


Nadia balik bertanya, "Kenapa emang??"


"Karena kesalahpahaman.. jadinya runyam seperti ini.. maka dari itu, saya terpaksa membuat aturan itu demi kenyamanan semua siswa.. apalagi saya sempat mengalami masa masa itu." jawab Ryan.


Nadia mengangguk, "Ohh begitu, kamu sudah minta maaf ke mereka??"


"Tadi saya sudah meminta maaf ke Kiran, tapi dia masih agak ngambek gitu. dan ke Rara belum sempat." gumam Ryan.


Nadia mengangguk, "Ohh begitu, yaudah itu aja??"


"Tapi ini baru pembuka, acara intinya yaitu saya pengen ajak kamu ke toko buku Sky Market, lalu meminum kopi dan menikmati pemandangan sambil spotting." jelas Ryan.


Nadia terdiam, "Ohh itu.. yaudah.."


"Ayo naik!!" seru Ryan.


Nadia pun menaiki motor itu, lalu mereka berdua pergi ke toko buku untuk membeli buku kesukaan Ryan.


Di perjalanan, Ryan dan Nadia masih kaku. tidak ada pembicaraan dari keduanya, Ryan masih kaku dan tidak mau jual mahal dan juga Nadia yang tidak ingin semudah itu ia jalan bersama Ryan yang baru saja ia kenal.


Setibanya mereka di Rembulan Departement Store, Nadia langsung turun dari motor Ryan. lalu Ryan memarkirkan motornya di halaman parkir yang tersedia..

__ADS_1


"Ayo ke dalam!!" seru Ryan.


Nadia mengangguk, lalu ia berjalan mengelilingi areal mall itu bersama Ryan. "Kita mau ke Sky Market saja??"


"Iya, hanya beli buku dan es krim saja.. nanti saya akan usahakan setelah jam lima kamu harus sudah di rumah biar tidak jadi bahan gosip tetangga." gumam Ryan.


Nadia mengangguk, "Ini aku pertama kalinya datang ke tempat seperti ini setelah mungkin terakhir kesini bulan Ramadhan tahun lalu.."


"Iya?? saya sih setiap akhir pekan selalu kesini.. ya walaupun waktunya tidak menentu. beberapa kali ke bandara, terminal sama stasiun.. ya gitu aja, cari bahan materi foto dan video buat dipost di media sosial." jawab Ryan.


Nadia membalas, "Memang kamu tidak memiliki teman??"


"Sama sekali tidak, sejak sekolah dasar saya hanya memiliki dua sahabat.. itu juga cuman Rara dan Kiran. dan hari ini, sikap keduanya berubah. saat SMP sampai lulus juga saya hanya memiliki satu sahabat, yaitu Adelina sepupu saya sendiri." gumam Ryan.


Nadia menjawab, "Ohh, berarti kamu ada masalah di circlenya ya??"


"Iya, makanya saya buat aturan jangan ada sistem circle.. biar semuanya rata." balas Ryan.


"Ehh saya lupa, main bawa jalan aja.. nama kamu siapa?? yang saya tau dari media sosial sih namanya Nadia aja.. nama lengkapnya siapa??" tanya Ryan.


Nadia menjawab, "Namaku Nadia Raina Athalla Insahara.. di akun instagram sih namanya Nadiaspotterz.. aku paling benci posting foto diri sendiri.."


"Haha sama saya juga, walaupun wajah saya cukup memenuhi syarat untuk membuat perempuan seperti kamu meleleh.. tapi saya lebih senang posting foto namun keadaannya tidak lengkap, misal pakai masker atau foto dari kejauhan dan saat saya membawa helikopter." gumam Ryan.


Mereka pun masuk ke Sky Market, dimana di dalamnya ada banyak buku yang dijual. termasuk beberapa buku tentang penerbangan.


"Mau beli buku yang mana ya??" tanya Ryan yang kebingungan.


Ia pun mengambil satu buku, lalu melihat lihat buku itu. "Keren juga, yaudah buku ini aja.."


Nadia pun tertarik pada sebuah buku buatan Ryan yang berjudul The Invite, Ryan yang menyadari buku buatannya dilirik oleh Nadia pun mempersilakan Nadia memilikinya.

__ADS_1


"Yaudah ambil saja Nad, gratis. kan itu saya yang buat.." kata Ryan.


Nadia mengangguk, "Baik, terimakasih.. kalau begitu kita bayar dulu.."


"Baik.." jawab Ryan.


Ryan dan Nadia berjalan menuju kasir, lalu ia membayar kedua buku itu. "Ini kak uangnya.."


"Baik, terimakasih... silakan datang kembali!!" kata kakak itu.


Ryan mengangguk, "Baik kak.. ayo Nad!!".


Nadia dan Ryan keluar dari toko buku, lalu mereka ke stand es krim untuk membeli es krim sesuai janji Ryan tadi.


"Berapa bang??" tanya Ryan.


Abang itu menjawab, "14 ribu dek.."


"Oke ini.." jawab Ryan.


"Terimakasih Dek.." ucap abang itu.


"Sama sama, ayo pulang Nad.." seru Ryan.


Nadia menjawab, "Iya ayo, terimakasih es krimnya ya!!"


"Sama sama, terimakasih juga atas waktunya.." balas Ryan.


Nadia menjawab, "Sama sama.."


*******************

__ADS_1


...Yuk Like,Vote, Koment......


__ADS_2