
Dreetttt!!!
"Halo capt, selamat siang.. ada yang bisa saya bantu?" tanya Ryan yang sedang berbaring diatas hammock.
Captain Afnan menjawab, "Iyan, ada tugas untuk anda yaitu menjadi asisten pilot dalam penerbangan menuju Jakarta."
Ryan membalas, "Baik, saya ke bandara sekarang.."
"Fan, anter gua ke bandara.. lu juga ikut Dit, jadi asisten gua.." perintah Ryan.
Arfan menjawab, "Baik, ayo.."
Arfan menyalakan mesin helikopter miliknya, lalu Ryan dan Radit masuk ke dalam helikopter itu. kemudian ia bertolak menuju bandara untuk bertugas dalam penerbangan pribadi menuju Jakarta.
"Lu mau ngapain ke bandara?" tanya Arfan.
Ryan menjawab, "Biasa, ada angkutan menuju Jakarta.. selalu gua yang jadi pilotnya.. udah tau gua masih sekolah.."
"Baguslah, itu buat menambah jam terbang lu.. siapa tau lu dapat lisensi utama dan bisa membawa pesawat berukuran besar!!" jelas Arfan.
Ryan tertawa, "Haha, semoga aja sih suatu hari nanti.."
"Lu hebat yan, lu aja udah sering dapat panggilan buat terbangin helikopter pribadi di perusahaan mitra kakek lu.." puji Arfan.
Ryan tersenyum tipis, "Lu juga sama.. sering sering terbang aja!! nanti juga jam terbang lu merata."
"Benar sih.." jawab Arfan.
Setelah setengah jam penerbangan, Ryan tiba di bandara Kota Baru. ia pun turun dari helikopter itu, lalu ia berjalan menuju pesawat Dassault Falcon 226R milik seorang pengusaha kaya bernama Arnold.
"Nih, ganti seragam dulu.. pilot yang biasa bawa pesawat ini sedang bulan madu." kata salah satu asisten Arnold.
Ryan menjawab, "Iya oke sebentar, nah sip selesai.. kita lakukan penerbangan menuju jakarta.."
"Baik ayo.." jawab asisten Arnold.
Pesawat Jet pribadi itu pun lepas landas dari Bandara Kota Baru menuju Jakarta.
Rara mengenakan dress miliknya yang ia bawa sejak diusir dari rumahnya, tak lama ia mulai memolesi wajahnya dengan make up agar ia terlihat cantik.
"Kamu mau kemana sih Ra? sampai udah make up begini?" tanya Kiran.
Rara menjawab, "Aku mau menemani Brian membuat footage, walaupun sebenarnya dia bisa aja sendiri... tapi mungkin jika ada aku beliau akan memiliki banyak ide yang cemerlang."
"Iya, sini aku bantu dandanin kamu.. kasihan Brian jadi menyanyi sendirian di teras. suaranya sangat merdu, takutmya aku baper.." jawab Kiran.
"Oke.." jawab Rara.
******
__ADS_1
Pikiranku tak dapat kumengerti
Kaki di kepala kepala di kaki
Pikiranku patutnya menyadari
Siapa yang harus dan tak harus kucari
Tetapi tak dapat kumengerti
Sesuatu yang baru kusadari
Kau tinggalkanku tanpa sebab yang pasti
Sesuatu yang harusnya terjadi
Kau sakiti aku
Kau yang harus kubenci
Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari tetap tak dapat kutemui
************
__ADS_1
Setelah Brian asyik bernyanyi, barulah Rara keluar dari dalam rumah dengan penampilan yang membuat Brian terdiam.
"Nice.. ini baru bidadari.." gumam Brian.
Rara menatap Brian, "Jadinya kita kemana?"
Bryan memperbaiki rambutnya, "Kita ke cafe rooftop dekat bandara, setelah itu ke toko buku dan ditutup ke pool bus."
"Ngapain ke pool bus?" tanya Rara.
Brian menjawab, "Saya buka usaha dokumentasi, kebetulan saya diajak sama PO Hamish Trans Wisata untuk mendokumentasikan kegiatan Studi Wisata anak anak TK Kenanga."
"Ohh, yaudah... berarti kita ke Cafe dekat bandara dulu?" tanya Rara.
Brian menjawab, "Iya.."
Rara pun naik ke atas motor, lalu Brian menyalakan mesin motornya.
"Kamu siap?" tanya Brian.
Rara menjawab, "Iya.."
Brian menancapkan gas motornya, lalu mereka bertolak menuju cafe AeroBrush yang berada tepat beberapa ratus meter dari landasan bandara.
Ryan menekan tombol video call pada ponselnya, lalu ia terhubung dengan Nadia yang sedang duduk santai di kamarnya.
"Halo... kamu lagi ngapain?" tanya Ryan.
Nadia menjawab, "Aku lagi duduk aja di kamar, kamu lagi di bandara bukan?"
"Iya, saya lagi di dalam pesawat Dassault Falcon 900L. kamu disana lagi ngapain?" tanya balik Ryan.
Nadia menjawab, "Lagi baca novel tentang kamu.."
"Wahh novel saya laku juga ya? itu yang judulnya apa??" tanya Ryan.
Nadia menjawab, "Captain Radit.."
"Wow, itu novel kelima saya.. tapi kisahnya malah kisah si Radit." batin Ryan yang meledek Radit.
Radit membalas, "Emang si Ryan, dari dulu selalu ada aja ulahnya.."
"Ryan, Radit... kalian boleh kembali ke Kota Baru.. nanti saya bisa dijemput oleh pilot yang lain besok.." kata pak Arnold.
Ryan mengangguk, "Baik, udah dulu ya Nad.. saya mau pulang ke Kota Baru dulu.."
"Iya, hati hati dijalan.." jawab Nadia.
Ryan dan Radit pun kembali pulang ke Kota Baru menggunakan pesawat jet yang tadi mereka bawa.
__ADS_1
*********************
...Yuk Like, Vote, Koment......