Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Makan Bersama Keluarga Besar


__ADS_3

Ryan sedang mencuci mobil miliknya, tak lama mama Tasya bersama Papa Zidan serta Dea dan Nadhif keluar dari rumah. lalu mereka mengajak Ryan bermain ke rumah nenek atau orangtua dari mama Tasya.


"Yan, jalan yuk!! ke rumah nenek!!" seru papa Zidan.


Ryan menjawab, "Pake mobil yang ini?? kalau iya papa aja yang bawa ya!!"


"Oke.." jawab papa Zidan yang menerima kunci mobil dari Ryan yang selesai dicuci.


Ryan masuk ke dalam rumah untuk mengenakan jaket miliknya, lalu ia kembali keluar dan mengunci pintu.


"Ayo berangkat!!" seru Ryan yang masuk ke dalam mobil.


Dalam perjalanan, ia meminta beberapa saudara sepupu lainnya untuk pergi ke rumah nenek.


"Maa... kita ke rumah nenek yuk!!" seru Alesha.


Mama Resha menjawab, "Iya ayo.. Rama, mau ikut enggak??" tanya mama Resha.


"Iya, ini Rama juga diajak sama Ryan.. kita kesana bersama sama ya!!" seru Rama.


Mama Resha membalas, "Yaudah, kita kesana bersama sama.."


"Oke.." jawab Rama.


Arfan dan Arkan, juga turut ikut dalam acara kumpul keluarga itu. mereka pergi ke rumah neneknya untuk sekedar makan bersama dan mereka pun berangkat menggunakan sebuah helikopter pribadi.



Arkan dan Arfan mendarat di Helipad yang terletak di sebelah rumah Bu Royati, nenek mereka. mereka pun turun dari helikopter, lalu mereka berjalan menemui Indira yang sedang duduk di depan rumah.


"Arkan, Arfan... giliran diajak makan bareng kalian cepat lho!!" gumam Indira.


Arfan menjawab, "Iya, emangnya mau bikin apa??"


"Katanya sih nasi lemang sama ayam goreng dan lalapan..." jawab Indira.


Arkan mengangguk, "Ohh, dalam rangka apa emang??"


"Si Ryan mau punya adik lagi, masa kamu enggak tahu??" tanya Indira.


Arkan membalas, "Saya tempe, bukan tahu.."


Indira memanyunkan bibirnya, "Ihh enggak abang, enggak adek.. sama aja, menyebalkan!!" batin Indira.


"Iya, kita tunggu anak anak yang lain datang dulu.." jawab Arkan.

__ADS_1


Di perjalanan, Papa Zidan menghentikan mobilnya di depan warung milik Riani. Ryan pun turun dari mobil untuk membeli beberapa merk kopi.


"Permisi, saya beli kopi.. semuanya campur campur ya!! setiap kopinya dua bungkus saja!!" ucap Ryan.


Riani menjawab, "Iya, sebentar!!"


Ryan duduk sejenak di depan warung itu, sambil memainkan ponselnya. secara diam diam, Riani pun memfoto Ryan yang sedang duduk di depan warungnya.


"Cekreekkk!!!"


Nadia yang sedang bersama Kiran, Rara, dan Raifa terkejut saat mengetahui si ketua kelas berada di warung milik Riani.


"Ini si Iyan ngapain ada disitu??" tanya Nadia.


Riani pun memberikan barang belanjaan milik Ryan, "Ini, totalnya jadi dua puluh ribu rupiah."


"Ini uangnya, terimakasih ya!!" ucap Ryan.


Riani menjawab, "Sama sama.."


Ryan masuk ke dalam mobil, lalu ia melanjutkan perjalanan ke rumah neneknya.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Ryan beserta keluarganya tiba di rumah neneknya bersamaan dengan keluarga bibi Resha dan Radit yang sama sama menggunakan mobil. mama Resha turun dari mobil, lalu menghampiri mama Tasya kemudian mengucapkan selamat.


Mama Tasya menjawab, "Iya nih, aku sama sekali enggak tau.. waktu dari Ryan bersama Dea, serta Nadhif ada rasa mual.. makanya pas test ketahuan hamil.. kalau yang ini tadinya ada rasa gelisah makanya pas acara sahabat bapaknya aku minta pulang, eh sampai rumah perut kerasa banget.. dan dibawa ke dokter hasilnya malah ada si dua utun.."


"Wahh, si Ryan sama Dea ada saingannya dong!!" balas bibi Resha.


Ryan menempelkan tangannya diatas bahu Radit dan Rama di kanan dan kirinya. "Semoga saja si kembar kayak gua, cuman posisinya di balik.. yang duluan cowo, yang kedua cewek."


"Haha, bisa aja lu.. yaudah kita mau bikin apa nih??" tanya Rama.


Ryan menjawab, "Nasi lemang sama ayam goreng aja, soalnya si utun pengennya itu. ya kita turuti saja!! yuk kita ke kebun pak Ramli, minta batang bambu."


"Yaudah, berarti aku sama anak anak perempuan lainnya siapin bumbunya ya!!" kata Dea.


Ryan menjawab, "Iya.. woy Arkan, Arfan.. buruan ikut!! jangan deketin si Indira!! dia udah ada pawangnya!!"


Arkan dan Arfan menjawab, "Iya.."


Ryan bersama Radit, Rama, Arkan dan Arfan berjalan menyusuri sawah untuk mencari batang bambu yang akan digunakan sebagai media untuk memasak nasi lemang. mereka pun harus melewati areal perkebunan pisang serta hutan yang sangat lebat.


"Ini kita mau cari batang bambu atau mau jadi petualang sih??" tanya Arkan.


Ryan menjawab, "Sekalian kita eksplor daerah sini, siapa tau pas buat camping."

__ADS_1


"Oh iya pak, yang sebelah sana 300 Hektar ladang jagung 200 juta, kalau yang sebelah sini ladang pisang 800 juta.." kata Radit.


Ryan menepuk dahinya, "Kita mau cari batang bambu, bukan mau beli tanah.."


Radit menjawab, "Ya maaf, bercanda.."


"Hei bocah, mau pada ngapain nih??" tanya pak Ricky, pemilik kebun bambu.


Ryan menjawab, "Ada batang bambu yang tidak terpakai tidak pak??" tanya Ryan.


Pak Ricky menjawab, "Ada banyak, buat apa emang??"


"Mau bikin nasi lemang.." jawab Ryan.


"Wihh, biasanya kalau bikin nasi lemang suka ada event besar.. mau ada acara apa nih??" tanya Pak Ricky.


Ryan menjawab, "Biasa, dalam rangka mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas masih diberi amanah calon dede utun di dalam perut mama."


"Wahh, selamat ya!! yaudah sini biar bapak kasih bambu yang baru aja... semoga ini bisa bermanfaat.." jawan pak Ricky.


Ryan menjawab, "Terimakasih pak.."


"Sama sama.." balas pak Ricky.


Arkan tersenyum, "Bisaan Ryan skil public speakingnya!!"


"Gini caranya kawan!!" jawab Ryan.


"Wow.." jawab Arfan.


Pak Ricky memberikan tiga batang bambu berukuran sedang yang masih hijau untuk pembuatan nasi lemang.


"Terimakasih ya pak.. nanti bapak ikut makan saja bersama kami siang nanti!!" ucap Ryan.


"Sama sama, nanti siang bapak kesana.." jawab pak Ricky.


Ryan pun membawa satu batang bambu, Arkan, Arfan, Radit dan Rama masing masing membawa satu batang bambu.


"Mari pak.." ucap Ryan.


"Oke.." jawab Pak Ricky.


********************


...Yuk Like, Vote dan Komen......

__ADS_1


__ADS_2