Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Petunjuk Baru


__ADS_3

Jam menunjukan setengah tiga siang, Ryan yang baru saja selesai bertugas membawa logistik sebuah acara menggunakan helikopter terbang melintasi sebuah persawahan. dimana persawahan itu berada tepat di belakang hotel tempat ia menemukan banyak tulang ayam bersama Brian dan Jojo.


Saat melintasi sebuah pemukiman, Ryan terkejut karena kondisi kampung itu sudah kosong, rusak dan beberapa sudah ditumbuhi rerumputan ilalang.


"Kenapa Yan??" tanya Radit yang ikut dalam penerbangan itu.


Ryan menjawab, "Lihat, kampung ini kosong.. tidak ada penghuninya.. pada kemana ya penghuninya??" tanya Ryan.


Radit memperhatikan ada sebuah gubuk di tengah kebun samping kampung itu, keadaannya kotor dan usang membuat keadaan gubuk itu terkesa kumuh.


"Itu gubuk kok keadaannya aneh ya??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Iya juga, nanti dari bandara lu balik sendiri naik angkot ya!! gua ada keperluan sebentar."


Radit mengangguk, "Baik.."



Setelah helikopter itu mendarat, Ryan dan Radit mendapat uang hasil angkutan kargo mereka. kemudian Radit pulang menggunakan angkutan umum, lalu Ryan pergi ke rumah Nadia terlebih dahulu.


"Dreettt!!!"


"Ryan?? Halo?? apa Yan???" tanya Nadia yang sedang merias di depan cermin.


Ryan menjawab, "Kamu ada di rumah tidak??"


Nadia membalas, "Ada kok, aku enggak pernah kemana mana kecuali ada sesuatu yang benar benar penting."


Ryan mengangguk, "Oke, saya ke rumah kamu sekarang.. ini lagi naik ojek."


Nadia membalas, "Oke, siap..."


Ryan tiba di depan rumah Nadia, lalu ia membayar ojek itu. "Ini bang.." ucap Ryan.

__ADS_1


"Oke, terimakasih A.." jawab abang ojek itu.


Ryan berjalan menghampiri Nadia yang sudah menunggu di teras depan rumah, "Maaf kelamaan.."


"Enggak kok, ini aja aku baru keluar.." jawab Nadia.


Ryan tersenyum, "Baguslah, boleh saya duduk??" tanya Ryan.


Nadia menjawab, "Boleh, silakan.. apakah ada perkembangan soal kematian ibu aku??" tanya Nadia.


Ryan menjawab, "Ada, begini kamu merasa ada orang yang berusaha tutup mulut soal kematian ibu kamu tidak?? atau siapapun yang berusaha menghalangi kamu untuk meneruskan kejadian ini ke jalur hukum??" tanya Radit.


Nadia mengangguk, lalu ia mengatakan. "Iya, benar sekali.. terutama mama tiri aku yang agak panik dan selalu emosi saat aku menceritakan soal kematian ibuku."


Ryan terdiam, "Hmm... kamu tahu soal gubuk di belakang hotel itu??"


Nadia menjawab, "Iya, disana pertama kalinya aku menemukan jasad ibuku.."


Flashback On


Ryan berjalan berdua bersama Radit, setelah mereka pergi memancing di sungai. saat bersamaan hujan turun dengan derasnya, Ryan dan Radit memutuskan untuk berteduh.


"Disini aman.." gumam Ryan.


Radit menjawab, "Iya.."


Seseorang menepuk bahu mereka berdua, "Hei, sedang apa kalian berdua kesini??" tanya seorang perempuan bergaun putih dan bermahkota bunga.


"Hei, siapa saya??" tanya Ryan.


Radit membalas, "Ehh siapa kamu, kok malah bertanya ke diri sendiri??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Iya juga, maksudku kamu siapa?? kok bentukannya kayak Tuan Tanah??" tanya Ryan.

__ADS_1


Radit menjitak kepala Ryan, "Tuan Putri, lu kondisi kayak begini melawak mulu."


Ryan mengelus kepalanya sendiri, "Iya, lagian kamu siapa?? dari mana?? dan ada keperluan apa bertemu kami berdua??"


"Aku kesini untuk memberikan pesan untuk kalian dari Ratu Elang, beliau ingin menyampaikan pesan kepada kalian berdua." jawab Tuan Putri.


Ryan bertanya, "Pesan apaan?? pesan paket?? makanan?? apa pesan chat??"


"Pesan email.. ehh maksudku hanya sebuah peringatan.. bahwa nanti kalian berdua akan memasuki masa sulit karena ada kasus besar yang harus kalian berdua selesaikan.. beliau berharap kalian bisa menghadapi itu.. yaudah kalau begitu aku pergi dulu." ucap Tuan Putri.


Ryan menjawab, "Yaudah, nanti kalau ada info lagi silakan chat Whatsapp, DM instagram atau Facebook dan tweet ya!! nanti kami balas kok.."


Tuan Putri semakin pusing, "Sekalian isiin saldo Bank Kong dan Ma-Pay Later.. udah ah aku mau pulang lagi ke khayangan.. capek sama kelakuan kalian berdua." gumam Tuan Putri yang kemudian menghilang.


Flashback Off


Nadia tertawa, "Anj*r, bisa bisanya Ke Ratu Elang harus dihubungi via DM. emang ya kamu sama Radit jago melawak."


"Hahahaha... Iya, nanti saya ke gubuk itu lagi untuk mencari bukti baru. akan saya ajak anak anak tongkrongan saya demi keamanan." jelas Ryan.


Nadia tersenyum, "Sekali lagi terimakasih ya!!"


"Sama sama.." jawab Ryan.


Nadia memegang bahu Ryan, "Semangat ya!!"


Ryan mengangguk, "Terimakasih.."


Nadia menjawab, "Sama sama,"


****************


...Yuk Like, Vote, Koment.......

__ADS_1


__ADS_2