
27 Agustus, jam setengah sepuluh pagi
Nadia sedang menulis sesuatu di buku hariannya, tak lama Rara datang dan membaca buku harian milik Nadia. ia pun menyadari ada kemiripan dengan buku Harian dan album foto yang ditemukan Brian.
"Kamu lagi tulis apa Nad??" tanya Rara.
Nadia menjawab, "Ya begitulah, kisah hidup aku yang cukup pahit. apalagi setelah aku kehilangan sahabat dan mama aku."
"Kok mirip ya?? apa jangan jangan benar lagi dia adalah anak buangan??" tanya Rara dalam hati.
Ryan dan Radit sedang bermain basket di lapangan menghentikan permainan karena sebentar lagi akan masuk ke jam pelajaran selanjutnya.
"Ke kelas gais.." seru Ryan.
Radit, Rendi, Jojo, Brian dan Dhanu menjawab, "Siap.. mana udah gerah ini."
Mereka pun kembali ke kelas, saat di kelas Ryan yang melepas kaos olahraga miliknya menemui Nadia yang sedang menulis di buku harian miliknya.
"Nad, kamu terlihat makin cantik aja!! rambut dikuncir dua, sama pakai kacamata lagi. lagi tulis apaan emang??" tanya Ryan.
Nadia menjawab, "Iya terimakasih, ini aku lagi menulis kisah kehidupan aku yang selalu pahit."
"Pahit kayak gimana??" tanya Ryan lagi.
Nadia menjawab, "Iya, aku kehilangan mama aku.. sahabat aku, serta terkena fitnah pula."
Ryan terdiam, "Emang benar ya??"
Raisya, sahabat Nadia sejak ia masih kecil pun menjawab. "Iya benar, jadi Nadia itu punya dua teman dekat.. salah satunya bernama Aysha.. namun sayang, saat satu bulan setelah mamanya wafat, sahabatnya juga ikut menyusul dan Nadia baru tahu jika Aysha sudah tiada sepekan kemudian."
Ryan berusaha menebak, "Ohh kasusnya kayak di film film horor gitu ya?? kayak dalam bahasa sunda itu ada kalangkang atau bayang bayangnya saja. jadi Nadia menganggap Aysha masih ada, namun kenyataannya sudah tidak. seolah olah Nadia sedang berbicara sendiri."
"Nah kayak gitu, kamu kok tahu Yan??" tanya Raisya.
Ryan menjawab, "Saya juga pernah mengalami ini, jadi saya kesasar sama Radit ke daerah hutan. dimana aslinya saya harus memenuhi undangan ulang tahun teman saya, tapi saat tersasar.. kita diberikan arahan oleh seekor burung dan ada satu perempuan yang menemani sampai bertemu dengan jalur utama dimana posisinya sudah sangat jauh dari tujuan.. karena kelelahan, alhasil kita berdua pulang.. dan saat menceritakan ke teman tongkrongan, kita baru tahu jika perempuan itu sudah dinyatakan tiada sejak pagi hari sebelum kita tersasar."
"Kok kamu dan Nadia punya banyak kesamaan?? Nadia punya kepribadian introvert, kamu juga ada.. Nadia jago menulis, kamu juga sama.. dan Nadia punya kelebihan indra keenam kamu juga punya Yan." kata Raisya.
Ryan membalas, "Itu bukan kelebihan, tapi jika Ryan atau Nadia berada di titik terlemah atau paling rendah dalam kehidupan. pasti otomatis bertemu sama yang kayak begitu."
Raisya mengangguk, "Ohh berarti sesuai sama janji ibunya Nadia, kata beliau Nadia pasti akan bertemu satu laki laki yang bisa memahami dirinya, melindungi dirinya serta sayang sama Nadia. aku yakin, sebesar apapun masalahnya tidak akan ada yang bisa pisahkan kalian kecuali maut."
Dea datang, lalu memeluk Ryan dari belakang. "Ryan, kamu belum ganti baju?? ganti dulu sebentar lagi jam selanjutnya akan dimulai."
Bu Destria datang, kemudian anak anak panik dan kembali ke tempat duduknya masing masing.
"Ada yang belum ganti baju ya?? yaudah deh kita belajar diluar aja.. yang masih pake baju olahraga langsung simak materi tidak perlu ganti baju. lagian kita berada di jam terakhir, abaikan saja aturan sekolah yang mengharuskan kalian kembali mengenakan seragam resmi putih abu abu pasca materi olahraga." kata Bu Destria.
Ryan dan anak anak lainnya menjawab, "Baik.."
Saat jam pelajaran biologi sedang berlangsung, Ryan bersama Brian, Rara, Nadia, Adnan dan Daffa sedang mengerjakan tugas bersama yaitu mengisi soal pilihan ganda serta essay. meski mengerjakan tugas bersama, tetap saja yang dinilai perindividu.
__ADS_1
"Nad, maaf aja kalau ganggu privasi kamu. kata Jojo, mama kamu ditemukan meninggal dunia di dalam hotel itu karena sakit atau ada hal yang lain??" tanya Ryan.
Nadia menjawab, "Belum tahu, tapi dugaan aku kayak ada yang janggal."
Ryan mengangguk, "Ohh, kamu belum pernah coba teori orang dalam??"
"Kayak gimana??" tanya Nadia.
Ryan menjawab, "Jadi, teori ini mengatakan jika ada suatu kematian yang tidak wajar. pelakunya bisa kita lihat dari gelagat orang dalam, kalau dia merasa gelisah, atau risih dengan sesuatu apalagi disertai dengan larangan masuk ke suatu tempat. kita bisa mendapat sedikit menduga bahwa dia adalah pelakunya."
Nadia menatap Ryan, "Bisa jadi pelakunya adalah mama tiri aku!! karena dia pernah melakukan apa yang kamu katakan tadi Yan, melarang aku untuk pergi ke hotel itu. meski hotel itu sudah tutup."
"Hmm.. bisa jadi, tapi kita harus dapat bukti yang kuat dulu.. biar jika kita akan melapor jadinya enak." saran Ryan.
Nadia mengangguk, "Iya juga.."
Karena suasana kelas sedang mengerjakan tugas, dan siswa dibolehkan mendengarkan musik. dengan catatan menggunakan headset agar yang lain tidak terganggu.
Ryan pun menyanyikan sebuah lagu yang sedikit berhubungan dengan hidup dirinya serta Nadia.
A Different Way (Dj Snake Feat. Lauv)
Could you believe I could be different?
I'll be the difference, I'll lift you high
And I understand your hesitation
Our reputation, it's no surprise
So let me redefine you
And you can see the tide move
And when you're feeling alone
Oh, baby, I'll be right here
Between the sea and silence
So breathe easy my dear
You can find sunshine in the rain
I will come running when you call my name
Even a broken heart can beat again
Forget about the one who caused you pain
I swear I'll love you in a different way
__ADS_1
I know that love is so unforgiving
You've been a victim too many times
And I'll be the friend, hold you together
I'll be forever, will you be mine?
So let me redefine you
And you can see the tide move
And when you're feeling alone
Oh, baby, I'll be right here
Between the sea and silence
So breathe easy my dear
You can find sunshine in the rain
I will come running when you call my name
Even a broken heart can beat again
Forget about the one who caused you pain
I swear I'll love you in a different way
Hey, hey, hey
I swear I'll love you in a different way
Hey, hey, hey
I swear I'll love you in a different way
Nadia tersenyum, lalu ia mengumpulkan tugasnya karena sudah selesai. "Kamu sudah selesai Yan??"
"Sudah.. nih,.." ucap Ryan.
Nadia menjawab, "Oke.. Yan, hari ini kita enggak pulang bareng dulu.. aku ada keperluan Ekskul.."
"Sama, saya juga mau rapat osis.." jawab Ryan.
Bu Destria beranjak dari meja beton yang ada di bawah pohon itu, "Baik anak anak, yang sudah selesai boleh meninggalkan kelas dan langsung pulang.. kecuali yang ada Ekskul silakan kumpul dengan organisasinya."
"Baik Bu.." jawab Anak anak..
*************
__ADS_1
...Yuk Like, Vote, Komen......