
Dekat Stasiun Batutulis
"Treengggg!!!"
Kereta Api Pangrango malam melintasi daerah Parung Jambu jam 20.04 waktu setempat, Ryan yang selesai membuat video dokumentasi kereta malam itu melanjutkan menyantap mie instant dalam cup setelah tadi tertunda.
"Saatnya pulang.." gumam Ryan yang membuang sisa makanannya ke tempat sampah, lalu ia pulang dengan berjalan kaki.
Ryan pergi ke rumah Ilham, teman SMP nya untuk mengambil motor miliknya yang dititipkan disana.
"Bro, udah spotting keretanya??" tanya Ilham.
Ryan menjawab, "Iya, ini buat lu.. terimakasih udah jagain motor."
"Sama sama, terimakasih juga upahnya.. hati hati dijalan bro!!" balas Ilham.
Ryan mengangguk, "Oke.."
Ryan melajukan motornya dengan kecepatan sedang, di perjalanan ia bertemu dengan Kiran yang masih berada diluar bersama keponakan dan sepupu sepupunya. karena terkejut dengan keberadaan Ryan, Kiran pun memanggil Ryan.
"Yan, tunggu!!" panggil Kiran.
Ryan menghentikan motornya, lalu Kiran menghampiri Ryan. "Kamu enggak ke acara ulang tahunnya Rara??"
Ryan menjawab, "Lah emangnya malam ini??"
"Kan kamu udah dikasih undangan toh?? masa kamu enggak tahu??" tanya Kiran.
Ryan menggaruk kepalanya, "Aduh, lupa lagi.. kirain bukan malam ini.."
"Beg* kamu ya!! bukankah kita bertiga ini udah sahabatan dari bayi?? kok kamu bisa bisanya malah melancong kesini??" tanya Kiran.
Ryan menjawab, "Hei, kamu juga ada disini.."
"Heh, aku disini udah ada persetujuan dari Rara.. kamu sudah bilang belum kalau kamu tidak bisa datang kesana." balas Kiran.
Ryan berpikir sejenak, "Kamu disini ngapain??"
__ADS_1
"Aku disini karena kakak sepupu aku mau menikah, dan besok aku akan menjadi pagar ayu. disamping itu aku tidak kayak kamu yang punya transport buat kesana." jawab Kiran.
Ryan memainkan lidahnya, "Apes dah, yaudah deh nanti aku kirimkan ucapan minta maaf ke Rara. untuk hari ini saya memang sudah sangat kelelahan, mau tidak mau saya lebih baik pulang saja.. permisi!!" ucap Ryan yang kembali menancapkan gas motornya.
"Ryannn!!!!" teriak Kiran yang kesal dengan ulah Ryan.
Dalam perjalanan, Ryan fokus mengendarai motornya sambil mendengarkan lagu dari airpods miliknya.
"Maafkan aku Rara!!!"
Di sebuah villa, terselenggara acara ulang tahun yang sangat meriah. Rara yang mengenakan gaun putih, mahkota bunga dan riasan yang sangat cantik keluar dari dalam rumah menemui sahabat sahabatnya yang sudah datang ke acara ulangtahunnya.
"Haii..." sapa Rara pada teman temannya.
Rara pun mencari seseorang, namun seseorang itu tidak ada disana. ya dia adalah Ryan, sahabat masa kecilnya.
"Kamu cari siapa Rara??" tanya Doni, kekasihnya.
Rara menjawab, "Ryan, kok dia belum datang ya??" tanya Rara.
Doni menatap Rara, "Tapi kok wajah kamu nampak khawatir?? bukankah kamu sudah melupakan dia??"
Rafi, salah satu teman Ryan mendengar ucapan Rara. lalu ia menerobos kerumunan dan menemui Rara yang sedang bersama Doni.
"Jadi ini yang kalian rencanakan??" tanya Rafi, yang merupakan wakil Ryan. Ryan sendiri memang terpaksa berbohong ke Kiran dengan menyebut jika ia lupa acara ulang tahun Rara itu malam ini.
Rara terkejut, selama ini Rafi mendengarkan ucapan mereka. "Aku.. cuman.."
"Cuman apa?? Ryan tidak datang malam ini.. karena dia sedang banyak pekerjaan, dan juga acara ini tidak terlalu penting baginya dan alasan itulah yang menyebabkan saya datang kesini sebagai pengganti Ryan." balas Rafi.
Rara memegang bahu Rafi, "Fi, ini masih bisa aku jelasin.."
"Jelasin apa?? jelas jelas kamu kan yang akan mempermalukan Ryan di depan orang sebanyaj ini??" tanya Rafi.
Doni dan Rara pun saling membuang muka, mereka pun pergi ke tempat terpisah dan terus melanjutkan acara demi acara hingga selesai.
"Demi lu Yan, gua walk out dari tempat ini.." tegas Rafi yang memutuskan pulang dari rumah Rara.
__ADS_1
Setelah ia tiba di rumahnya, Ryan berjalan ke kamarnya lalu ia berbaring sambil memainkan ponselnya.
"Maafin aku Rara!!" gumam Ryan.
Mama Intan masuk ke dalam kamar Ryan, lalu ia mendekati Ryan yang nampaknya sedang banyak masalah.
"Kamu kenapa Yan?? sini cerita sama mama.." tanya mama Intan.
Ryan menjawab, "Iyan itu diundang ke acara ulang tahunnya Rara, nah karena kesibukan Ryan yang cukup banyak dan Iyan akui memang agak malas, tetapi itu hanya 5%.. tadi aja Iyan kena omel sama Kiran."
"Ohh karena itu, kan mama udah pernah ajarin kamu buat tanggung jawab. nah nanti kamu bicarakan saja sama Rara baik baik, mama yakin jika Rara sudah memaafkan kamu.. Kiran juga pasti ikut." pesan mama Intan.
Ryan mengangguk, "Iya Ma.. akan Iyan coba.."
Jam menunjukan setengah sebelas malam, acara ulangtahun itu entah mengapa selesai lebih cepat dari rencana sebelumnya yang akan sampai jam dua dinihari.
"Acara kok selesai lebih cepat dari biasanya?? kamu sama Doni ada masalah apa??" tanya Pak Wawan.
Rara menjawab, "Aku takut terkena masalah besar dengan Ryan dan persahabatan antara aku, Kiran dan Ryan bisa hancur."
"Hah?? kok bisa kamu kembali ingat dengan mereka?? bukankah pak Ence sudah membuat kamu lupa dengan mereka??" tanya Pak Wawan.
Rara tersenyum sinis, "Itu sebenarnya srategi aku supaya aku bisa pulang kesini, jujur aku capek dengan perilaku keras dari kaliaj smmb semua."
Pak Wawan tak kuasa menahan emosinya, lalu ia menampar pipi Rara.
"Prakkkk!!!"
Pak Wawan berjalan keluar, lalu ia mencari pak Ence untuk melampiaskan amarahnya karena sudah ditipu.
"Pak Encee!!!"
Pak Wawan langsung menghajar wajah pak Ence dan memukulnya berkali kali hingga membuat pak Ence kehilangan nyawa.
"Papaaa!!!! berhenti!!!" teriak Putranya saat papanya dihabisi di depan matanya.
Tak lama, polisi datang lalu menangkap pak Wawan dan membawa jenazah pak Ence untuk keperluan autopsi.
__ADS_1
**********
...Yuk Like, Vote, Komen.....