Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Sarapan Anti Mainstream


__ADS_3

Dea masuk ke dalam kamar Ryan, lalu ia membangunkan adiknya itu. "Yan, bangun!! udah siang ini.."


"Whoamm.. iya, aduh capek sekali sampai bangun aja kesiangan.." gumam Ryan yang membuka matanya secara perlahan.


Dea duduk di samping Ryan, "Yan, kakak belum sarapan sama Nadhif. beli sarapan diluar aja yuk!!"


"Mama kemana emang??" tanya Ryan.


Dea menjawab, "Mama sama papa lagi keluar dulu, biarin aja lah biar mereka honeymoon lagi."


"Terus bagaimana???" tanya Ryan.


Dea menjawab, "Ya kita beli sarapan diluar lah.."


Ryan membuka whatsapp miliknya, lalu ia mengirimkan pesan suara ke Radit. "Dit, siapkan helikopter pribadi.. kita akan ke lapangan Sinar Bakti, untuk membeli bubur disana."


"Siap Yan.." jawab Radit yang langsung ke garasi lalu mengeluarkan sebuah helikopter.


Ryan mengambil handuk, lalu ia berjalan ke kamar mandi. "Kakak sama Nadhif siap siap aja dulu.."


"Iya.." jawab Dea yang berjalan keluar kamar.



"Mesin siap, semua peralatan siap.. tinggal gasskeun.." ucap Radit yang menunggu Ryan keluar dari rumah.


Ryan keluar dari rumah bersama Dea dan Nadhif, lalu kedua gadis itu naik ke bagian belakang helikopter itu.


"Kita mau kemana??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Beli bubur, anak anak pengen bubur katanya.. gua sih pengen beli ketoprak.."


"Yaudah, gasskeun sekarang.. kalau yang dekat lapangan itu jam sembilan sudah habis." jawab Radit.


Ryan mengangguk, "Benar juga, kita terbang sekarang.."

__ADS_1


"Pake sapu atau karpet??" tanya Radit.


Ryan membalas, "Terus gunanya ini helikopter buat apa??"


"Iya juga ya?? yaudah kita berangkat sekarang.." jawab Radit yang menjadi co pilot, sedangkan Ryan sendiri yang menjadi pilot.


Mendengar deruan helikopter, Nadia yang hanya membawa ponselnya saja segera menyimpan mangkuk bubur miliknya lalu merekam momen helikopter itu melintas.


"Cekreekkk!!!"


Setelah membuat video dan foto helikopter itu, Nadia segera menguploadnya ke status whatsapp dan feed instagram miliknya. betapa terkejutnya ia saat melihat komentar dari Dea yang sedang menumpangi helikopter itu.


"Itu aku lagi mau beli sarapan sama Ryan.." tulis Dea di komentar instagram Nadia.


Nadia membalas, "Apa iya Dea??"


"Iya,.." jawab Nadia.


Ryan tiba tiba membalas status whatsapp milik Nadia dengan foto pemandangan kota, ia pun menulis caption sebagai berikut.


Nadia membalas, "Ihh beneran naik helikopter, enggak ajak aku.."


Ryan membalas, "Nanti kamu naik, kebetulan minggu depan saya ada undangan.. tapi karena di surat tertulis dan partner.. yaudah kamu saya ajak.."


Nadia tertawa, "Hahah, ashiap Yan..."


Rara dan Kiran sedang berjemur di loteng rumah, tak lama sebuah helikopter melintas tepat diatas kepala mereka.


"Tuan Muda Ryan mau kemana ya?? dia bawa helikopter begitu??" tanya Rara.


Kiran melihat ponselnya, "Ihh baca ini Ra!!"


"Tempat sarapan yang enak dimana nih gais?? buset dah Ryan saking cari sarapan pake helikopter segala.." batin Rara.


Setelah satu jam perjalanan, Ryan mendarat di sebuah lapangan pinggir Danau dimana disana ada abang tukang bubur yang sedang berjualan.

__ADS_1


"Bang, berapa?? satu, dua, lu mau Dit??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Empat bang!! saya jangan pakai ketupat.."


"Woy bubur kan nasi, waras lu??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Hehe iya.."


"Mas ketoprak, saya pesan satu.." ucap Ryan.


Abang tukang ketoprak menjawab, "Siap mas.."


Saat sedang menyantap bubur dan ketoprak, Radit berbincang bersama Ryan soal kegiatan Ryan semalam.


"Semalam lu ke sekolah emak lu??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Iya, kasihan hantunya udah menderita gara gara gua.. eh dia semakin menderita sama teman teman SMA gua.."


"Gila sih, kapan uploadnya??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Nanti malam, habis ini gua mau mengedit dulu.."


"Yan, kakak aja enggak sesibuk itu.. kamu kok sibuk sekali??" tanya Dea.


Ryan menjawab, "Ohh jelas beda, kamu nanti habis menikah tergantung suamimu, tapi ya dikarenakan punya setengah saham perusahaan penerbangan ini, paling menunggu uang setoran aja.. tetap pengelolaan serta tanggung jawab sama Iyan secara penuh.."


"Benar juga, kan nanti Dea menikah. dan pastinya akan ikut suami kakak, tapi paling nanti pengelolaan perusahaan sama suami Dea. Dea pasti akan berada di rumah, urus suami sama ya mudah mudahan urus anak." jawab Dea.


Radit menyambung, "Udah dulu halunya, nanti kita lanjut lagi.. sekarang makan saja dulu."


"Oke.." jawab Ryan.


****************


...Yuk Like, Vote, Komen.....

__ADS_1


__ADS_2