Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Teguran Ryan


__ADS_3

Jojo tiba di ruang UKS, setelah ia diminta membeli nasi padang di kantin oleh Brian. "Nih Yan.." ucap Jojo.


Brian menjawab, "Terimakasih.."


"Oke.." jawab Jojo.


Brian membuka bungkusan nasi padang itu, lalu ia memberikannya pada Rara. "Nih, makan dulu.. biar kamu enggak lemas lagi."


"Emang waras enggak sih, aku telat sarapan dikasih nasi padang??" tanya Rara.


Brian menjawab, "Aman, makan saja dulu.. saya hubungi Nadia buat jagain kamu.. saya takut kalau saya suruh Kiran nanti dia begitu lagi sama kamu.."


"Oke.." jawab Rara.


Dreetttt!!!


"Halo?? apa Brian??" tanya Nadia.


Brian menjawab, "Kamu ke UKS sekarang, cepat!!"


"Baik.." jawab Nadia.


Nadia berlari ke UKS, lalu ia menemui Rara yang sedang makan nasi padang. "Rara!! kamu belum sarapan??"


"Nad, jangan sebut soal dia sudah sarapan atau belum.. apapun jawaban dia, ya itu keputusan dia.. tidak ada sangkut paut dengan Kiran. tadi dia baru saja dibuat menangis oleh Kiran, mungkin karena khawatir dicap menelantarkan Rara." pesan Brian.


Nadia mengangguk, "Baik, kalian berdua boleh pergi sekarang.."


"Baik, dihabiskan ya makannya Rara!!" pesan Brian.


Nadia menoleh kepada Rara, "Kasihan Rara, jika ia tidak tinggal bersama Kiran mungkin dia akan hidup bahagia.."


"Ra, kamu semisalnya aku ajak tinggal di rumah aku mau enggak??" tanya Nadia.


Rara menjawab, "Enggak, justru jika aku tidak tinggal di rumah Kiran. dia akan semakin liar dan tidak terkendali, kan kamu tau sendiri.. Kiran tidak memiliki ayah dan kakak laki laki. dia membutuhkan figur seorang ayah, makanya aku mau menerima ajakan mamanya Kiran yang merupakan tukang pijat panggilan."


Nadia merenung, lalu meneteskan air matanya. "Aku enggak habis pikir, bisa bisanya Kiran selalu kasar sama kamu.. tapi kamu tidak mau pindah karena kamu sayang sama Kiran."


"Itu karena persahabatan aku, Kiran dan Ryan. aku sudah bersahabat bersama mereka sejak TK, hingga kelas enam SD. di circle kecil itu, aku yang paling tua serta yang paling dewasa. dari segi usia, Aku saat awal TK 5 tahun 8 bulan, Kiran 5 tahun 4 bulan, dan Ryan 5 tahun 2 bulan.." jawab Rara.


Nadia mengernyitkan dahinya, "Ohh, kayaknya aku pernah lihat deh.. kan waktu kamu kelas 5 SD, kalian bertiga ikut lomba cerdas cermat.. kalau enggak salah seragam Ryan acak acakan, dan nomor peserta hampir copot. kamu yang merapikan dan menempelkan kembali nomor peserta yang hampir copot itu."


Rara tersenyum, "Andai aku tidak pindah saat awal SMP, mungkin tidak akan begini."


Nadia membalas, "Kamu jangan berbicara seperti itu, aku pernah baca di buku buatan Ryan beliau cerita kalau sejak kamu pindah, dia diperkenalkan dunia penerbangan oleh kakeknya.. dan menjadi pilot helikopter hingga sekarang.."


"Benar juga, justru aku yang kena masalah saat ini.." gumam Rara.

__ADS_1


Ryan datang dari luar, membuat Rara dan Nadia terkejut. "Halo gaiss... sepi aja nih??"


"Ihh Ryan!! kaget tau!! iya disini sepi.." jawab Nadia.


Ryan menjawab, "Ohh begitu, nanti kalau ramai lanjut part 2 ya!!"


"Ehh malah ngelawak!! lucu juga enggak.." gumam Nadia.


Ryan membalas, "Iya kan yang lucu dan imut itu kan kamu.." ucap Ryan pada Nadia.


Ryan langsung kembali ke kelas, sedangkan pipi Nadia memerah dan Rara hanya bisa tersenyum tipis.


Di kelas, Ryan terlelap tidur setelah di jam terakhir guru mata pelajaran ekonomi hanya memberikan tugas. sedangkan ia sudah menyelesaikan tugasnya itu, setelah beberapa saat ia pun terbangun lalu berjalan keluar kelas karena jam pelajaran sudah selesai.


"Krriingggg!!!!"


Ryan berjalan ke UKS sambil membawa tas Nadia dan Rara, setibanya disana ia malah menemukan kedua gadis itu sedang tertidur.


"Hei bidadari!! ayo bangun!! mau pulang enggak??" tanya Ryan.


Nadia dan Rara terbangun, "Ryan?? sini tas aku.."


"Nih, ambil... tadi saya sudah cek di kelas tidak ada yang tertinggal.." jelas Ryan.


Rara dan Nadia mengangguk, "Terimakasih, tapi kayaknya hari ini kami berdua tidak pulang bareng kamu.. ada keperluan di Ekskul aku.."


"Hebat kamu Iyan, yaudah silakan kalau mau magang.. hati hati, jangan ngebut bawa helikopternya.." pinta Nadia.


Ryan menjawab, "Iya sayang, eh maksudku Nadia.."


"Terserah kamu, silakan berangkat.." ucap Nadia.


Ryan menjawab, "Iya, permisi.."


Ryan berjalan ke parkiran, lalu ia menaiki motornya dan pergi ke Bandara untuk pergi magang di perusahaan mitra kakeknya.


Rara menatap Nadia, "Nad, bisa enggak sih kalau mau ngebucin jangan di depan mata aku?? kuping aku bisa panas tau!!"


"Kamu kenapa?? cemburu??" tanya Nadia.


Rara menjawab, "Eh enggak, aku cuman enggak terima aja Ryan sama kamu.. aku dan Ryan itu cuman sahabatan aja.."


"Apakah iya??" tanya Nadia.


Rara membalas, "Nad, jangan bercanda dong!!"


"Iya maaf.." jawab Nadia.

__ADS_1


Brian sedang mengendarai motornya, tak lama Ryan menyalip dari belakang. "Gua duluan ya!!" ucap Ryan.


"Oke.." jawab Brian.


Ryan masuk ke dalam bandara, lalu ia turun dari motornya dan berjalan ke hanggar helikopter untuk melakukan pemantauan udara pembangunan jalan tol sekaligus pengiriman logistik bahan makanan.


"Yan, kita lepas landas sekarang.." ucap pak Ferdi.


Ryan menjawab, "Baik.."


Ryan naik keatas helikopter itu, lalu ia terbang mengantarkan kargo ke areal proyek pembuatan jalan layang dan arus lalu lintas di sekitarnya.


Dalam perjalanan, Radit melihat arus lalu lintas padat merayap karena jam pulang sekolah yang bersamaan dengan jam kerja. ia pun mendarat di sebuah lapangan tepi jalan tol.


"Akhirnya sampai juga, jalanan lumayan padat juga ya pak??" tanya Ryan yang melepas jas almamater miliknya.


Pak Ferdi menjawab, "Benar, saat ini memang jam pulang kerja dan sekolah SMA atau SMP."


Ryan menatap ke salah satu jalur kereta di dekat jalan tol itu, tak lama ia melihat seseorang mirip Kiran sedang berada di dalam mobil sedan berwarna hitam itu.


"Pakkk!!! kereta pakkk!!!" teriak Ryan.


Namun terlambat, Mobil itu tetap memaksakan melaju dan tabrakan pun tak terhindarkan.


"Duaarrrrr!!!!"


Mobil itu terseret beberapa meter, Ryan bersama 9 orang lainnya yang sedang berada dalam penerbangan itu pun menghampiri mobil itu.


"Kiran?? benar kan dugaan saya.. sini keluar pelan pelan.." Ucap Ryan yang membuka pintu mobil itu.


Kiran pun berhasil diselamatkan, namun sayang karena posisi mobil sudah berada tepat di pinggir Rel mobil itu pun terjatuh ke dalam sungai di bawahnya dimana masih banyak orang yang belum diselamatkan.


"Bagaimana ini??" tanya Ryan.


Pak Ferdi menggendong Kiran, lalu Ryan pun menghubungi pihak kereta api dan petugas polisi di wilayah itu.


"Selamat sore, mohon izin melapor terjadi kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang daerah Kuala Baru, satu unit mobil terjatuh ke dalam sungai dan hanya satu yang berhasil di selamatkan." ucap Ryan.


Petugas menjawab, "Baik laporan diterima, nanti petugas akan dikirimkan kesana.."


"Baik.." Jawab Ryan yang masuk ke dalam helikopter.


Pak Ferdi menepuk bahu Ryan, "Mas, kita bawa gadis ini ke rumah sakit untuk trauma healing. untung posisi dia ada di bagian tengah mobil."


"Baik, ayo pak.." jawab Ryan yang menerbangkan helikopter itu.


****************

__ADS_1


...Yuk Like, Vote dan Komen.....


__ADS_2