Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Rasa ini


__ADS_3

Afnan sedang berbaring di tempat tidur, lalu Dea datang untuk meminta dirinya membeli air minum di warung komplek sebelah karena air galon di rumah sudah habis.


"Nan, beliin galon dong!! di warung komplek sebelah.." perintah Dea.


Afnan bangun dari tidurnya, "Kenapa enggak Ryan aja sih??" tanya Afnan.


Dea menjawab, "Dia lagi enggak enak badan, makanya kamu aja yang beli air minum."


Afnan mengangguk, "Yaudah, mana uangnya??" tanya Afnan.


Dea memberikan selembar uang, lalu Afnan menerima uang dan galon kosong dari Dea kemudian ia membawanya ke warung komplek sebelah.


Afnan mencari warung yang menjual galon itu, tak lama kemudian ia berada di depan rumah Nadia.


"Ini kan rumah ceweknya Ryan?? coba aku tanya dulu.." gumam Afnan.


Afnan tiba di depan rumah itu, lalu ia bertemu dengan Astria yang sedang duduk di depan rumah sambil minum teh.


"Ehh Afnan??" tanya Astria.


Afnan menjawab, "Mau beli galon, kamu tau enggak warung yang jual dimana??"


Astria bangkit dari duduknya, lalu ia mengantar Afnan ke warung kelontong 24 jam yang ada di dekat rumahnya.


"Sini aku antar.." ucap Astria.


Astria mengantar Afnan ke warung itu, setibanya disana mereka bertemu dengan Wanda yang merupakan sahabat Astria.


"Hahaha... dapet cowok juga lu Tria.." ucap Wanda.

__ADS_1


Astria menatap Wanda sebal, "Ehh apaan, aku cuman antar dia aja.. "


"Yaudah, mau beli galon ya?? tuh ambil aja.. totalnya 22 ribu." jawab Wanda.


Afnan memberikan uang itu, lalu ia mengangkat galon itu dan kembali ke rumah karena waktu sudah semakin malam.


Jam menunjukan setengah tujuh pagi, Dea sedang sarapan di meja makan bersama Nadhif dan Afnan. namun, tidak adanya Ryan membuat Dea sedikit khawatir.


"Ryan kemana ma??" tanya Dea.


Mama Tasya menjawab, "Lagi di kamar, bilang aja ke wali kelas kamu jika Ryan lagi tidak masuk dulu karena sakit."


Dea menghentikan makan sarapannya, lalu ia pergi ke kamar untuk mengecek kondisi Ryan. "Yan?? kamu kenapa?? kamu sakit?? nanti pergi ke dokter ya!!" ucap Dea sambil mengelus kepala Ryan.


Ryan membuka matanya, "Iya, nanti Iyan ke dokter sendiri.. lagian sama pusing dan demam saja.. paling nanti ke klinik pake angkot."


Dea mengangguk, "Iya udah, kalau begitu kakak berangkat dulu ya!!"


Di kamarnya, Nadia terbaring lemah dengan tubuh menggigil. ia merasa tubuhnya tidak cukup fit untuk pergi ke sekolah pagi ini.


"Nad, kamu mau sekolah enggak??" tanya Astria.


Nadia menjawab, "Enggak dulu deh, soalnya badan aku enggak enak.."


Astria mengangguk, "Yaudah, istirahat dulu aja... banyakin makan buah sama minum air putih."


Nadia menjawab, "Iyaa.."


Dretttt!!!!

__ADS_1


Nadia mengangkat telepon itu, "Halo?? Apa Yan??"


Ryan menjawab, "Nad, bilang ke si Rara kalau saya tidak masuk dulu. karena sedang sakit, ini saya whatsapp dia ceklis satu."


"Ihh sama aku juga enggak masuk ini, gimana dong?? coba aku chat bu Yati aja ya??" tanya Nadia.


Ryan membalas, "Oke, eh by the way ke dokter bareng enggak?? nanti saya naik taksi terus ke rumah kamu dulu."


Nadia mengangguk, "Yaudah.."


Ryan mengenakan jaketnya, lalu ia pergi ke klinik menggunakan taksi. "Ma, Ryan berangkat dulu ya!!"


Mama Tasya menjawab, "Iya.."


Ryan memberhentikan sebuah taksi, lalu ia naik ke dalam taksi itu. "Pak ke klinik Sinar Medika ya!!"


"Siap A!!" jawab sopir taksi itu.


Nadia mengganti pakaiannya, lalu ia sedikit berdandan kemudian ia menunggu Ryan di depan rumahnya.


Tak perlu menunggu lama, Ryan yang berangkat ke klinik pun meminta pak sopir untuk menepi dan mengajak Nadia ke klinik itu.


"Pak, ajak dia ya!! kalau ada penambahan biaya bilang saja pak!!" perintah Ryan.


Pak Sopir mengangguk, "Baik.."


Taksi itu menepi, lalu Ryan turun dari mobil taksi untuk menggendong Nadia. "Ayo Nad!!" ucap Ryan yang juga sedang sakit saat itu.


Nadia pun duduk di bangku belakang, lalu Ryan duduk di sebelahnya dan taksi itu pun kembali melanjutkan perjalanan ke klinik.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yuk Like,Vote, Komen.....


__ADS_2