Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Janji Ryan


__ADS_3

Ryan berjalan menyusuri lorong sekolah bersama Dea, sesekali gadis cantik itu memperbaiki dasi yang digunakan oleh Ryan yang membuat beberapa siswa terutama perempuan merasa iri.


"Ihh enak banget ya jadi Ryan.." gumam sebagian siswa.


Nadia turun dari angkot, setelah membayar ia pun berjalan memasuki areal sekolah. saat di lorong sekolah ia melihat Ryan sedang berjalan bersama Dea yang berada beberapa meter di depannya.


"Ryann!!!" panggil Nadia.


Ryan dan Dea menoleh, "Eh Nadia, maaf nih tadi motor saya mengalami gangguan. tadi sudah menerima pemberitahuan dari saya kan??"


Nadia tersipu malu, "Iya, tapi enggak kayak gini juga konsepnya.. aku malu tau!!"


Ryan mengelus rambut Nadia, ia pun tersenyum tipis. "Enggak apa apa, itu sudah biasa saya lakukan saat berbincang dengan rekan rekan bisnis jika sedang berjanji untuk bertemu."


Dea mengangguk, "Benar itu, yaudah ayo kita ke kelas.."


"Kak Dea duluan aja, kan kelas Iyan tinggal tiga kelas dari sini. kak Dea kan masih harus naik tangga lagi." perintah Ryan.


Dea tersenyum, "Iya deh, aduh adikku ini udah mulai tebar pesona ya!!"


Ryan menggertak, "Heii!!"


Dea berlari ke lantai atas, Ryan pun berjalan masuk ke dalam kelas bersama Nadia. "Selamat pagi semuanya, untuk data absensi sudah dicek??"


Rara menjawab, "Pagi juga Yan, ini si Kiran dia sakit lambung. mungkin selama beberapa hari ke depan dia tidak akan masuk dulu."

__ADS_1


Ryan mengangguk, "Baik, dia saja??"


Rara menghitung setiap siswa di kelas itu, "Satu dua.. ada semua, Kiran saja yang tidak masuk."


Ryan tersenyum, "Yaudah nanti kamu catat saja, dan laporkan ke wali kelas. nanti pulang sekolah kita jenguk dia bersama sama."


Rara menundukan kepalanya, "Baik Yan.."


Di rumahnya, Kiran terbaring lemah di tempat tidur. setiap diisi makanan, selalu saja ia muntahkan kembali.


"Dreettttt!!"


"Ma, coba ambilkan ponsel Kiran.." perintah Kiran.


Mama Intan pun mengambilkan ponsel milik Kiran. "Ini.."


Ryan membalas, "Bagaimana kondisi kamu saat ini??"


Kiran menjawab, "Ya perut aku masih sakit, badan aku lemas dan demam tinggi.."


Ryan mengangguk, "Oh oke oke, nanti saya pesankan buah buahan.. dan beberapa sumber nutrisi yang baik buat kesehatan kamu. nanti jika sudah datang tinggal ambil saja, karena sudah saya bayar.."


"Emang kamu enggak kesini??" tanya Kiran.


Ryan menjawab, "Enggak, motor saya ada gangguan.. paling saya pulang naik angkot sama kak Dea.. nanti saya titipkan sedikit uang sama Rara.. itu buat jaga jaga kalau ada keperluan mendesak."

__ADS_1


"Beneran?? terimakasih Ya Yan.." ucap Kiran.


Ryan menjawab, "Sama sama.."


Ryan menutup telepon, lalu Kiran meneteskan air matanya karena walaupun Ryan sudah ia perlakukan demikian pun masih tetap memperhatikan dirinya.


"Hiks..hiks..hiks.."


"Sayang, jangan menangis dong!! syukuri aja Ryan masih perhatian sama kamu.. nanti kalau sudah sembuh jangan jahat sama dia ya!!" pesan mama Intan.


Kiran mengangguk, "Iya Ma.."


Ryan berjalan mendekati Rara, lalu ia memberikan uang sejumlah tiga ratus ribu kepada gadis itu.


"Ini untuk jaga jaga aja, semisal Kiran perlu apapun.. bisa pakai uang itu!! oh iya untuk Nadia.. saya harap pengertiannya, saya, Rara dan Kiran sudah bersahabat sejak kelas satu sekolah dasar dan saat wisuda SD, saya sempat berjanji akan membantu mereka berdua jika dibutuhkan." jelas Ryan.


Nadia tersenyum, "Iya enggak apa apa, tapi aku kagum loh.. Ryan masih pegang janjinya padahal Rara dan Kiran aja belum tentu masih ingat jika Ryan pernah berjanji seperti itu."


Rara menundukan kepalanya, "Nadia benar, aku saja baru ingat kalau kamu pernah berjanji soal ini sebelumnya Yan.."


"Iya, makanya.. jangan berhenti berbuat baik dan jangan jahat sama orang!!" pesan Ryan yang mengelus kepala Nadia.


"Cieeee Ryan!!" ucap siswa satu kelas.


*************

__ADS_1


...Yuk Like, Vote, Komen......


__ADS_2