Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Cinlok Rara & Brian


__ADS_3

Brian dan Jojo tiba di depan rumah Kiran, mendengar suara desitan motor gede. Rara langsung keluar rumah dan menghampiri dua laki laki itu.


"Hai Rara.." sapa Brian dan Jojo.


Rara menjawab, "Hai, tumben kalian kesini.. mau ngapain??"


"Lamar kamu, ya jenguk Kiran lah.. mewakilkan Ryan yang berhalangan hadir. tapi beliau sudah memberikan semuanya kan??" tanya Brian.


Rara mengangguk, "Sudah, silakan masuk.."


"Oke.. ayo Jo!!" perintah Brian pada Jojo yang mendampingi dirinya menjenguk Kiran yang sedang sakit.


Rara, Brian dan Jojo menemui Kiran yang sedang terbaring lemah. Kiran menyambut bahagia kedatangan dua teman sekelasnya


"Halo Kiran!! bagaimana kondisi kamu??" tanya Brian.


Kiran menjawab, "Sudah lumayan baik, tumben kalian berdua kesini??"


"Ya sekalian aja pengen ketemu Rara.." jawab Brian.


Rara terdiam, "Hah?? sejak kapan kamu suka sama aku?? dan apa alasannya?? apa istimewanya aku??"


"Sikap dewasa kamu yang membuat hati saya akhirnya luluh, serta saran dari Ryan yang membuat saya semakin semangat dalam mendekati kamu." jawab Brian.


Rara tersenyum tipis, "Soal kedewasaan masih oke lah, tapi itu hanya spontanitas dari aku sejak TK."


"Nah itu saya sempat menyaksikan kedewasaan kamu, hanya sayangnya beda kelas." balas Brian.


Rara semakin penasaran, apakah Brian sudah tahu soal dirinya sejak TK. "Emang iya ya?? bentar aku ingat ingat dulu.."


"Silakan.." jawab Brian.

__ADS_1


Mama Intan datang dari dapur, lalu ia terkejut melihat Brian dan Jojo sudah beranjak dewasa dan satu kelas dengan Kiran.


"Ehh ada Brian sama Jojo, aduh udah gede aja kalian.. dulu tante lihat kalian berdua masih ingusan sama bahan omongan tetangga!!" sambut Bu Intan ramah.


Brian mengulumkan senyumnya, "Nah kan?? coba masih ingat gak ra??"


"Bentar, kamu yang sering kejar layangan putus di daerah rumah aku kan?? yang kalian sering dimarahi karena injak tanaman lah, masuk halaman rumah orang sembarangan lah, sama naik keatas genteng rumah. iya enggak sih??" tanya Rara.


Brian menjawab, "Benar.."


"Saatnya kita kuis.." teriak Jojo yang sejak tadi diam.


Kiran mulai bisa tertawa, "Ini judulnya nostalgia TK apa jenguk teman sih?? jangan bilang itu semua digabung."


"Emang iya, nostalgia TK benar, ketemu Rara benar, jenguk kamu benar, dan kuis juga iya.." jawab Brian.


Rara mulai mengingat semuanya, "Iya, maaf banget Ian aku agak lupa sama yang waktu TK. tapi bisa ingat, jika ada hal yang mendekati.. bisa tuh bikin aku ingat sama kenangan masa TK."


"Iya, saya juga kagum dengan persahabatan kalian dengan Ryan yang mungkin di Rara hanya 7 tahun dan Kiran menjelang sepuluh tahun.. memang benar kata Ryan, jika dia tidak berpisah sejenak dengan Rara mana bisa dia bisa punya perusahaan angkutan bersama Dea." jelas Brian.


"Iya, semoga jika sudah sembuh.. kamu bisa ikut membangun kelas IPS A yang bisa menciptakan prestask selama dua tahun ke depan.." Jelas Jojo.


Kiran tersenyum, "Iya.."


Jojo memberikan sebuah amlop berisi uang, lalu buket berisi bunga warna warni dengan tulisan ayo sembuh Kiran.. dan juga kecupan manis di kening Kiran dan diakhiri belaian dari Jojo.


"Oh Jojo incar si Kiran nih??" tanya Rara.


Jojo menjawab, "Kita ikuti aja alurnya.."


"Ashiap lah.." jawab Rara.

__ADS_1


Di dapur, Nadia bersama Dea dan Mama Tasya membuat makanan kesukaan Ryan. Nadia pun merasakan vibes keluarga yang sesungguhnya.


"Enak ya jadi kalian, masak bersama seperti ini pasti menjadi momen yang menyenangkan.." gumam Nadia.


Dea terdiam, "Memang kamu tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya??" tanya Dea.


Nadia meneteskan air matanya, "Biasanya aku sering membuat sesuatu entah itu kue, atau masakan lainnya bersama mama.. tapi mama aku telah tiada setahun lalu karena kecelakaan pesawat."


"Lalu?? bagaimana dengan papa kamu??" tanya Dea.


Nadia menjawab, "Dia menikah lagi dengan seorang wanita, tapi setelahnya ia seperti disihir dan menjadi jahat dan tidak seperti sebelumnya."


Ryan datang dari ruang keluarga bersama Nadhif, lalu ia menjelaskan soal Nadia kepada Dea dan Mama Tasya.


"Dia hidup dibawah tekanan seorang ibu tiri dan beberapa saudara tiri lainnya.. tapi Iyan punya prediksi bahwa ada sesuatu yang lain dari Nadia." kata Ryan.


Dea bertanya, "Apa itu??"


"Kemampuan Indomi, eh maksudku Indihom ehh salah lagi Indigo maksudnya.." jawab Ryan.


Mama Tasya memertanyakan hal itu pada Nadia, "Apa benar kata Iyan itu??"


"Iya, tapi sering kali aku melihat ada sesuatu yang mirip sama Ryan.." gumam Nadia.


Ryan menjawab, "Dia adalah saya dari multiverse lain, bukan hal yang mudah memiliki sesuatu seperti itu.. seringkali ujiannya ada pada saya yang sering difitnah melakukan sesuatu.. padahal saya sedang tidur di rumah."


Nadia mengangguk, "Iya.."


"Sekarang lanjut aja masaknya, nanti biar saya cobain.. anggap aja mama saya seperti mama kamu sendiri.." pesan Ryan.


Nadia kembali tersenyum, "Iya Yan.."

__ADS_1


************


...Yuk Like,Vote, Komen.....


__ADS_2