Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Jurus Jitu Ryan


__ADS_3

Ryan berlari di sepanjang jalanan komplek perumahan tempat tinggalnya, saat melintasi rumah Indira ia diteriaki oppa oleh anak anak gadis teman Indira yang sedang ada disana.


"Oppa..Oppa.." Teriak anak anak itu.


Ryan berhenti sejenak, untuk meminta minum kepada Indira. "Diraa!! minta minum dong!!" ucap Ryan dibawah tatapan teman teman Indira.


"Ihh Diraaa!!!" teriak Shasa, teman SMA nya.


Indira keluar dari rumah, lalu ia memberikan satu gelas air mineral kemasan untuk diminum Ryan. "Cepetan minumnya, sebelum kamu habis dicubiti teman teman aku.."


"Oke, terimakasih.. Iyan lanjut jalan lagi dahh!!" ucap Ryan.


Indira tersenyum, "Sama sama, aduh mukanya kayak orang korea.. anak itu sudah punya perusahaan penerbangan sekarang.."


"Oppa oppa, mukaku mirip Donnie Yen dibilang oppa.." gumam Ryan yang berjalan ke rumah Nadia.


Di rumahnya, Nadia sedang murung di kamarnya. ia masih mengingat sang ibu yang sudah lama tiada.


"Nad, jangan sedih.. nanti ada orang yang bisa memberikan arti kasih sayang sama kamu." ucap sayup sayup di telinga kanan Nadia..


Nadia terperanjak, "Mama?? Mamaaa!!!"


"Nadia??" gumam Ryan yang mendengar teriakan Nadia.


Bu Dina membuka paksa pintu kamar Nadia, betapa terkejutnya dia saat melihat isi kamar Nadia yang banyak gambar helikopter dan pesawat tempur.


"Mau apa anda kesini hah?? ini wilayah teritorialku.. berani kesini nanti akan menerima akibatnya.." gumam Nadia.


Bu Dina tak menggubris peringatan dari Nadia, ia melanggar aturan dengan melintasi areal terlarang yang dimaksud Nadia.


"Saya tidak peduli, saya kesini hanya menjalankan perintah dari bapakmu.." jawab Bu Dina.


Ryan menaiki dinding ke lantai dua rumah Nadia, dimana letak kamarnya ada di dekat situ. "Disini rupanya, Nad buka pintunya!!"


Pintu kamar Nadia terbuka otomatis, lalu Ryan masuk ke dalam kamar Nadia. "Kamu kenapa Nad??"

__ADS_1


"Aku rindu sama mama kandung aku, capek aku Yan ditindas oleh ibu tiri seperti dia.." jawab Nadia.


Bu Dina merasa tak terima, lalu ia berusaha menghajar Nadia."Awas kamu ya!!!" teriak Bu Dina.


Ryan menahan hajaran itu, lalu ia memberikan peringatan kepada Bu Dina. "Ini terakhir kalinya ya!! setelah ini jika anda melakukannya lagi bisa saya pastikan anda tidak akan selamat."


Bu Dina terdiam, lalu Ryan mengajak Nadia keluar dari rumah untuk pergi ke rumahnya. "Ayo Nad.."


"Iya Yan.." jawab Nadia.


Di perjalanan, Ryan mengusap air mata Nadia yang terus menetes. "Cup, cup, udah ya nanti saya belikan permen."


"Ish Iyan, emangnya aku anak kecil apa dibeliin permen??" ketus Nadia sebal.


Ryan tertawa, "Bercanda kali, biar kamu tertawa lagi gitu.."


"Enggak gitu juga konsepnya Iyan!!" balas Nadia yang mencubit Ryan.


Saat melintasi rumah Indira, Ryan nampak mengelap air mata dan merapikan rambut Nadia yang menempel dekat pipi mungil gadis itu.


Indira tersenyum, "Wah si Iyan, hebat juga dia udah bawa cewek aja.."


"Cekrekkk!!"


Dea terdiam melihat foto yang dikirim oleh Indira, "Ih anj*r, si Iyan udah bawa perempuan aja.."


"Beneran?? siapa nama perempuannya??" tanya mama Tasya.


Dea menjawab, "Namanya Nadia ma, dia anak OSIS sama anak Multimedia.. sama kayak Ryan.."


"Aduh mama jadi teringat sama beberapa tahun lalu, kesalahpahaman besar yang membuat kamu tidak seperti Ryan yang bisa kenal dengan perempuan secantik Nadia." gumam mama Tasya.


Dea menjawab, "Iya ma, lagian Dea enggak mau dijodohin lagi.. nanti Ryan semakin marah lagi.."


"Tenang aja, setiap yang datang untuk melamar kamu tapi tidak ada persetujuan dari papa, Ryan dan mama.. akan ditolak, jika mereka mengancam kita hadapi mereka." pesan mama Tasya.

__ADS_1


Ryan dan Nadia tiba di depan rumah, mereka melepas sandal lalu masuk ke dalam rumah. "Maa.. nih katanya ada yang mau masak bareng sama mama.." ucap Ryan.


Nadia terkejut, "Wow, belajar masak rupanya.. it's okay kamu mau makan sama apa??"


"Sama kamu lah.." jawab Ryan.


Nadia menepuk dahinya, "Maksudku menu makanannya apa??"


"Ehh itu aja yang udah di beli sama mama.." jawab Ryan.


Nadia mengangguk, "Yaudah.."


"Yuk biar Dea ajarin sama kenalkan makanan kesukaan Ryan." jawab Dea.


Mama Tasya tersenyum, lalu menyusul gadis gadis itu ke dapur.


******************


Visual :


Ryan Ramadhan Argawinata



Nadia Athalla Insahara



Ryana Dea Ananda Ramadhani



Mama Tasya


__ADS_1


...Yuk Like,Vote, Komen.....


__ADS_2