Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Ryan Vs Dea


__ADS_3

Kukuruyuk!!!!


Suara ayam berkokok membangunkan Ryan, karena jam alarm di ponsel dan jam kecil milik Ryan tidak berfungsi.


"Berisik!! saya goreng tau rasa kamu.." gumam Ryan yang langsung berjalan ke kamar mandi.


Ayam pun langsung pergi, mungkin kesal dengan sikap Ryan yang tidak tahu terimakasih.


Setelah mandi, Ryan yang sudah mengenakan seragam SMA nya lengkap dengan jas almamater berwarna biru yang membuatnya terlihat sangat elegan.


"Yan, sarapan dulu.." perintah Dea.


Ryan menjawab, "Iya, mama kemana??"


"Ngapain cari mama??" tanya mama Tasya.


Ryan menjawab, "Enggak tumben aja dia masak, biasanya dia beli di online atau diluar.."


"Ehh malah ngomong begitu di depan mama, tau sendiri mama lagi mengandung calon adik baru." kata Dea.


Ryan menjawab, "Bercanda, yaudah Iyan sarapan duluan.."


"Iya.." jawab Dea.


Rara menyiapkan menu sarapan sendirian, tak lama Kiran yang sudah sembuh duduk di meja makan lalu menyantap menu sarapan yang ada.


"Mama kemana Ra??" tanya Kiran.


Rara menjawab, "Mama kamu sudah berangkat kerja, emangnya kenapa??"


Kiran menjawab, "Enggak, kirain mama belum berangkat.."


"Yaudah cepat makannya, nanti berangkat bareng aku naik angkot.." gumam Rara.


Kiran menatap Rara sinis, "What?? naik angkot?? enggak ya!! mending aku naik ojek online daripada naik angkot.. ih panas, berdesakan.."


"Terserah kamu, kalau begitu aku berangkat duluan.." ucap Rara.


Kiran menjawab, "Iya.."


Nadia sedang berdandan di depan cermin, lalu sebuah mobil tiba di depan rumahnya dan membunyikan klakson.

__ADS_1


"Tuutttt!!!!"


Nadia menyelesaikan berdandannya, lalu ia berlari keluar untuk menemui Ryan. "Sebentar!!" ucap Nadia.


Ryan turun dari mobilnya, lalu ia mengecek sebentar mobilnya yang sudah lama tidak ia gunakan.


"Aman lah, ban baru bulan kemarin ganti.." gumam Ryan.


Nadia menghampiri Ryan, "Hai.."


"Hai juga, ayo naik.. kita sudah terlambat!!" seru Ryan.


Nadia menjawab, "Iya ayo.."


Di perjalanan, Ryan yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang melihat Rara yang menumpangi sebuah angkutan umum dalam keadaan wajah pucat. karena khawatir, ia pun mengikuti angkutan umum itu sampai sekolah.


"Kiri mang.." ucap Rara.


Rara turun dari angkot, lalu ia membayarkan ongkos kepada pak sopir. setelah itu ia berjalan masuk ke dalam areal sekolah.


"Sampai juga, ayo kita susul Rara!!" seru Ryan.


Keduanya mengikuti Rara, saat di kelas Ryan langsung duduk di tempatnya karena tidak terjadi sesuatu pada Rara.


Jam pelajaran sedang berlangsung, Bu Tati guru sejarah meminta Rara agar menuliskan materi di papan tulis.


"Ra, tulis ini ya!! yang lainnya tulis di buku tulis.." perintah Bu Tati.


Rara yang agak pucat menjawab, "Baik bu.."


Rara mengambil spidol dan buku paket, saat akan menulis di papan tulis. matanya berkunang kunang, kepalanya pun pusing hebat dan akhirnya dia jatuh pingsan.


"Raraaa!!!"


Nadia segera bangkit dari duduknya, lalu ia menggendong Rara ke ruang UKS untuk diberikan penanganan.


"Hebat sekali Nadia, dia bisa loh bawa Rara ke UKS sendirian.." gumam Ryan.


Rara membuka matanya setelah Nadia membaluri lehernya dengan minyak kayu putih, tak lama Kiran datang lalu meminta Nadia kembali ke kelas.


"Nad, kamu ke kelas lagi aja.. Rara biar aku yang jaga.." perintah Kiran.

__ADS_1


Nadia tersenyum, "Yaudah, kalau begitu aku ke kelas dulu ya!!"


"Iya, terimakasih Nadia!!" ucap Rara.


Setelah Nadia pergi, Kiran menatap Rara tajam. "Kamu ngapain sih pake acara pingsan segala?? kamu tadi sudah sarapan apa belum??"


"Belum.." jawab Rara.


Kiran membalas, "Kamu lagian bukannya sarapan dulu, kan tadi kamu sendiri yang siapin.. apa jangan kamu mau bikin nama aku jelek karena kamu seolah olah terlihat terlantar???" tanya Kiran.


Rara terdiam, "Ran, aku sama sekali enggak bermaksud begitu.. ini bisa aku jelasin."


"Enggak mau, udah kamu disini aja sendiri.. biar diganggu hantu sekalian." ketus Kiran yang sebal lalu ia pergi meninggalkan Rara sendirian.


Rara terdiam, lalu ia menangis karena ia salah mengambil keputusannya untuk langsung berangkat ke sekolah.


"Rara?? kamu kenapa??" tanya Brian yang kebetulan melintas bersama Jojo.


Rara tak bergeming, ia memilih diam dan tidak mau berbicara dengan Brian.


Brian memeluk Rara, "Silakan, menangislah sejenak... jika dirasa sudah aman silakan bicara sama saya.."


Rara menjawab, "Ini semua salah aku.."


"Kenapa emang??" tanya Brian.


Rara menjawab, "Aku tadi tidak sarapan, karena tadi aku terlanjur tidak nafsu makan dengan Kiran yang secara sinis menolak berangkat sekolah bareng aku naik angkot."


"Ohh begitu, yaudah ini kan saya beli roti sobek dua bungkus.. satu buat kamu, satu lagi buat saya.. nanti siang kita ke restoran di pusat kota." seru Brian.


Rara mengangguk, "Iya.."


"Yaudah makan dulu nih.." perintah Brian.


Rara menjawab, "Iya, terimakasih Brian.."


"Sama sama.." jawab Brian.


****************


...Yuk Like,Vote, Komen.....

__ADS_1


__ADS_2