Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Cerita Afnan


__ADS_3

Setibanya di rumah Ryan, Afnan segera turun dari motor. lalu ia bersama Ryan masuk ke dalam rumah dan menemui mama Tasya yang sedang makan bakso.


"Assalamualaikum bibi, Afnan datang.." ucap Afnan dengan senyuman tajam yang ia miliki.


Mama Tasya menjawab, "Waalaikumsallam, eh Afnan.. tumben kamu kesini??"


"Begini bi, singkat aja ya!! Afnan boleh enggak tinggal disini dulu?? selama beberapa bulan ke depan lah.. nanti kalau Afnan menemukan tempat yang pas di sekitaran sini Afnan siap pindah lagi." jawab Afnan.


Mama Tasya menjawab, "Boleh, nanti kamu jadi asistennya Ryan. kalau si Radit kan dia sopir pribadi sama pilot pribadi, nah kamu berarti jadi tangan kanannya Ryan."


"Boleh, siap bi.." jawab Afnan.


Ryan masuk ke dalam rumah lalu menemui mamanya, "Wih makan bakso nih ma.." gumam Ryan.


Mama Tasya membalas, "Iya nih, dede utun mama pengen bakso."


Ryan mengangguk, "Yaudah, Iyan antar si Afnan ke kamarnya dulu."


"Oke.." jawab mama Tasya.


Minggu sore. Radit sedang mengendarai motornya di sekitar jalanan komplek, tak lama ia bertemu dengan Rachel yang sedang berjualan rujak di depan rumahnya.


"Sampai juga.." ucap Radit yang turun dari motornya lalu ia menemui Rachel.


Rachel yang menyadari kedatangan Radit terdiam saat sang Tuan Muda itu menghampiri dirinya.


"Rujaknya satu ya!!! dibungkus.." ucap Radit.


Rachel menjawab, "Oke i..i..iya, silakan duduk dulu."


"Baik.." jawab Radit.


Rachel pun membuatkan rujak itu, lalu Radit melanjutkan kegiatan menulisnya. "Ehh mau berapa cabenya??"


Radit menjawab, "Dua saja, yang penting makan rujaknya bukan pedasnya."


Rachel mengangguk, "Oke... kamu lagi ngapain sih??"

__ADS_1


Radit menjawab, "Lagi mau bikin cerita, kira kira kamu punya pengalaman atau teman kamu yang mengalami Skizofren??"


Rachel menjawab, "Setahuku, ada kakak kelas aku yang punya kelainan Skizofrenia.. tapi dia bisa mengendalikan hal itu. kalau tidak salah sih, dia sebelumnya berteman dengan seorang perempuan selama enam tahun saat sekolah dasar. lalu saat lulus, dan akan lanjut SMP teman perempuannya pindah ke luar kota. dan disitulah ia mengalami skizofernia dengan menganggap telah menemukan teman pengganti yang kenyataannya hanya dia saja yang bisa lihat. selang beberapa tahun kemudian, saat SMA ia bertemu kembali dengan teman lamanya dan di pertengahan semester ia baru menyadari bahwa si orang yang ia sebut teman baru dan teman lama itu sudah lama meninggal dunia."


Radit membalas, "Berarti si kakak kelas kamu itu laki laki??" tanya Radit.


Rachel menjawab, "Iya, benar.."


Radit mengangguk, lalu ia mulai menulis kisah yang diceritakan oleh Rachel tadi. tak lama, Rachel memberikan sebungkus rujak yang sudah dipesan oleh Radit tadi.


"Ini mas.." ucap Rachel.


Radit menjawab, "Baik ini uangnya, biar enggak lupa.. soalnya saya kadang suka lupa bayar."


Rachel terdiam, "Ya iya sih, tapi apa enggak ada uang receh??"


Radit membalas, "Seharusnya berapa emang??"


Rachel menjawab, "ini kan uangnya dua puluh ribu, nah seharusnya ada sisa sekitar lima ribu lagi soalnya harga rujaknya lima belas ribu."


Rachel mengangguk, "Oke sip.. sebentar.."


Rachel pun membuatkan es buah pesanan Radit, setelah selesai ia pun memberikan satu bungkus es buah pada Radit.


"Oke ini pas ya!! terimakasih!!" ucap Rachel.


Radit tersenyum, "Sama sama.. saya pamit dulu, permisi.." ucap Radit yang langsung menancapkan gas motornya untuk pulang ke rumah.


Saat sedang memakan rujak bersama Mentari, Senja dan mama Andari. Radit teringat wajah Rachel yang nampak polos saat dirinya tiba kesana. ia pun mencari nomor Rachel di grup whatsapp angkatan SMA.


Rachel yang sekarang sedang berkumpul bersama Kiran, Rara, Indira, Senja dan Nadia membuka ponselnya saat Radit menghubungi dirinya melalui chat.


RadityaAchbaar : P


Raditya Achbaar : Save ya Radit..


Rachel tersenyum sendiri, lalu ia membalas pesan chat itu.

__ADS_1


Rachel Amanda : Iya Dit...


Rara yang kepo melihat chat Rachel, lalu ia terkejut karena Rachel baru saja dichat oleh Radit.


"Ihh Rachel, kamu chatan sama kakaknya Senja??" tanya Rara yang membuat Senja ikutan kepo.


Rachel berusaha menutup wajahnya yang memerah karena malu, lalu ia menyimpan ponselnya kembali lali lalu ia fokus dengan seblak yang ia makan.


"Beneran kamu suka sama Radit??" tanya Senja.


Rachel menjawab, "Enggak.."


Senja mengangguk, "Yaudah.."


Radit kembali membalas pesan chat itu, ia mengajak Rachel untuk jalan ke cafe dekat bandara.


Raditya Achbaar : Jalan ke cafe yuk!!


Rachel : Boleh, kapan??


Raditya Achbaar : Besok pagi, sekalian sarapan disana..


Rachel : Oke..


Senja kembali mengintip percakapan Rachel dan Radit, kini ia benar benar yakin bahwa Radit menyukai Rachel begitu juga sebaliknya.


"Hayo!!! mau bilang apa lagi kamu Chel?? kamu pasti suka sama Radit kan??" tanya Senja.


Rachel menjawab, "Ihh apaan sih?? aku cuman menerima ajakan dari Radit. suka atau enggaknya belum tentu."


Senja merangkul Rachel, "Seriusin ya!! mudah mudahan kamu bisa jadi kakak ipar aku."


"Ihh.." batin Rachel yang tak kuasa menahan malu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yuk Like,Vote, Komen.....

__ADS_1


__ADS_2