Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Tempat Yang Sama


__ADS_3

Brian dan Rara tiba di depan sebuah cafe yang berada 900 meter dari areal bandara, sehingga memungkinkan untuk melihat pesawat yang akan landing di Bandara Kota Baru.


"Sampai juga!!" gumam Brian.


Rara menjawab, "Aku enggak asing nih sama tempat ini Yan.."


"Ha?? kenapa memangnya??" tanya Brian yang keheranan.


Rara turun dari motor, juga bersama Brian yang menyimpan helm di kedua stang motor itu. "Aku dulu ditelantarkan sama orangtua aku disini.."


"Kok bisa??" tanya Brian.


Rara menjawab, "Sebenarnya itu akibat dari pannic attack yang dialami kedua orangtua aku karena malu dan menjalankan sesuatu yang tidak sesuai ekspetasi."


Brian membuka pintu cafe, lalu mereka berjalan ke tempat pemesanan. "Ice coffe dan Chocolate ice blender, makanannya kebab medium dua.."


"Oke kak, kenapa enggak yang besar saja??" tanya Pelayan cafe.


Brian menjawab, "Ya saya sadar diri aja, yaudah nanti diantar ke rooftop ya!!"


"Baik kak." jawab pelayan itu.


Brian berjalan ke rooftop cafe, sambil menunggu pesanannya datang. Ia melakukan spotting bersama Rara.


"Nih, mau cobain spot pesawat??" tanya Brian.


Rara menjawab, "Boleh, sini.."


Brian tersenyum, lalu ia memperbaiki rambut panjang Rara yang menghalangi pandangan gadis mungil itu.


"Ian, malu tau!!" batin Rara.

__ADS_1


Tak lama pesawat yang dikemudikan oleh Ryan serta di co-pilot Radit melintas tepat diatas kepala mereka.


"Wooww... keren parah!! apalagi yang bawa itu adalah teman masa kecil aku!!" gumam Rara.


Brian tertawa, "Hahahaha... habis magang itu anak!!"


"Mas, ini pesanannya!!" ucap pelayan yang membawa pesanan milik Brian dan Rara.


Brian mengangguk, "Baik, terimakasih.. ayo Ra!!"


Setelah keluar dari areal bandara, Ryan dan Radit menumpangi sebuah taksi untuk kembali pulang ke rumah neneknya.


"Desa Arjosari ya Pak!!" kata Ryan.


Abang driver menjawab, "Baik.."


Abang driver pun menancapkan gas mobilnya, di perjalanan Ryan memperhatikan jalan di sekitarnya siapa tahu ada sesuatu yang bisa dimakan.


Abang Driver menjawab, "Boleh, nanti di depan ada.."


"Harga ongkos berubah tidak??" tanya Ryan lagi.


Abang Driver membalas, "Kalem mas, harga akan tetap sama.. tidak akan berubah.."


Selang beberapa menit, mobil itu berhenti di dekat tukang sate. lalu Ryan membeli sate dan Martabak di sisi jalan perbatasan desa dan Kota itu.


"Pak, sate 30 ribu.. sama bapak yang sana!! saya pesan Martabak manis." ucap Ryan.


Kedua penjual itu menjawab, "Baik.."


"Ini buat semuanya??" tanya Radit.

__ADS_1


Ryan menjawab, "Iya, kenapa emang??"


"Terus emak lu bagaimana?? bukannya dia lagi hamil?? pastinya melihat semua ini dia pasti pengen.. apalagi ada calon dede utun.." balas Radit.


Ryan menjawab, "Dia ngidamnya beda, waktu hamil Nadhif aja dia pengen cium ketiak gua.. mana ketiak gua waktu itu bau lagi.."


"Masa??" tanya Radit.


Penjual sate dan Martabak memberikan barang pesanan Radit itu. "Ini mas.."


"Ini uangnya!!" ucap Ryan yang memberikan uang kepada abang tukang sate dan martabak.


"Terimakasih A.." jawab Abang itu, Ryan dan Radit kembali menaiki mobil taksi dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah neneknya.


Di rumah Bu Yati, semua anak dan cucu sedang berkumpul untuk sekedar saling cerita tentang hari hari yang mereka jalani. lalu kehebohan datang saat Ryan dan Radit datang membawa


dua bungkus sate dan martabak.


"Yeyy kak Adit sama kak Ryan datang!!" sambut Nadhif dan Alesha.


Ryan menjawab, "Iya, nih buat kalian.. mama kalau mau ikut makan aja!! takutnya si utun ileran."


"Enggak, mama sekarang lebih suka bau badan kamu aja.. kamu habis bawa pesawat aja masih aja wangi..." balas mama Tasya.


Ryan menepuk dahinya, "Aduh, kebiasaan.. udah tau badan Iyan aromanya kayak sigung enggak mandi 8 bulan.."


"Iya deh, udah nih.. dede utun udah puas, nanti kamu mandi.. terus makan malam.." jawab mama Tasya.


Ryan mengangguk, "Iya.."


********************

__ADS_1


...Yuk Like, Vote dan Komen......


__ADS_2