
Setibanya di rumah, Nadia turun dari motor Ryan. ia melepas helm yang dipinjamkan oleh Ryan, lalu mengembalikannya pada lelaki yang sudah mengantar dirinya itu.
"Ini Yan, terimakasih udah antar aku pulang.." ucap Nadia.
Ryan menjawab, "Sama sama, kalau begitu saya pergi ya!! ada urusan yang sangat penting."
Nadia memegang tangan Ryan, lalu memeluk lelaki itu dan meneteskan air matanya. "Maafin aku ya, udah merepotkan kamu.."
"Iya, enggak apa apa.. kalau begitu saya pergi dulu.. nanti kalau ada info saya akan kasih tau kamu secepatnya!!" janji Ryan.
Nadia mengangguk, lalu melepaskan pelukan itu.. "Iya hati hati ya Iyan!!" pesan Nadia.
Ryan tersenyum, lalu ia menancapkan gas motornya itu. sedangkan Nadia masuk ke dalam rumahnya.
Jojo dan Brian tiba di depan sebuah salon terbengkalai, mereka pun langsung masuk ke tempat ibu sambung Nadia bekerja itu.
"Bentar, gua nyalakan senter dulu.. tempatnya agak gelap dan usang.." gumam Jojo yang memang seorang penjelajah tempat terbengkalai.
Brian menemukan petunjuk, di sebuah ruangan treatment terdapat banyak sekali tulang ayam berceceran dimana menjadi pertanda bahwa tempat itu sepertinya mendapat kiriman yang menyebabkan tempat itu tutup.
"Lihat ini, banyak sekali tulang ayam.." jelas Brian.
Jojo menghampiri Brian, "Wow, tapi buat apa ya kira kira??" tanya Jojo.
Brian menjawab, "Yang kayak begini biasa digunakan untuk mengirim sesuatu kayak penyakit atau hal negatif yang membuat sebuah kegiatan usaha terganggu hingga tutup atau bangkrut."
Jojo mengangguk, "Ohh, gua cuman penjelajah tempat tua doang.. yang kayak begini gua mana paham."
Ryan yang menyusul pun tiba, ia merasakan seolah olah tempat itu masih aktif. padahal sudah satu tahun tutup.
"Ini kayaknya ruangan treatment tubuh.. tapi seperti yang masih aktif padahal sudah lama tutup." gumam Ryan.
Ryan menemui Brian dan Jojo, "Kalian menemukan sesuatu??"
Brian menemukan, "Kami menemukan ini, persis seperti apa yang ada di buku diary.. kita ada dua kandidat yang bisa kita cari tahu.. pertama, mamanya Kiran, kedua.. mama tirinya Nadia."
Ryan menjawab, "Setahu gua iya sih, tapi kalau mama tirinya Nadia juga punya usaha kayak begini di daerah sebelah.."
__ADS_1
"Tau dari mana??" tanya Jojo.
Ryan menjawab, "Sialnya, gua malah enggak sengaja masuk ke tempat itu dan yang bikin kaget. paginya usaha salon dan spa seperti biasa, eh malamnya malah ada yang lain."
Jojo penasaran, "Gimana ceritanya??"
Ryan menjelaskan, "Jadi, gua kan sempat diajak sama Astria buat masuk ke usaha punya mamanya. pas lewat salah satu lorong, gua melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka.. ternyata ada cewek usia SMA yang lagi luluran.. dan saat malamnya gua cuman kebetulan lewat situ, dan begitulah.. perempuan perempuan itu seperti sedang menunggu pelanggan.."
Jojo dan Brian mengangguk, "Ohh, lalu usaha yang sudah tutup ini aslinya punya siapa??"
Ryan menjawab, "Kita tanya mamanya Kiran, pasti beliau tahu.."
Brian dan Jojo menjawab, "Boleh.."
Ryan, Brian dan Jojo pun beranjak pergi dari tempat itu. lalu mereka pergi ke rumah Kiran untuk mencari informasi soal kematian ibu sambung Nadia.
Rara dan Kiran sedang menyantap makan malam, di tengah ketenangan malam itu. Ryan, Brian dan Jojo datang dengan menggunakan sepeda motor.
"Siapa yang datang?? coba lihat di kaca Ra.." perintah Kiran.
Rara mengintip dari balik jendela, "Ran, si Ryan, Brian, sama Jojo pada kesini. mau pada ngapain ya mereka??"
Kiran menjawab, "Benarkah?? coba kamu hampiri saja mereka.. jangan takut!!" pesan Kiran.
Ryan mengetuk pintu, lalu Rara keluar menemui dirinya. "Ryan?? tumben kesini??"
"Mamanya Kiran ada??" tanya Brian.
Rara menelan ludahnya, "Ada.. sebentar.. mama dipanggil sama Ryan!!"
Mama Kiran keluar, lalu menemui Ryan yang sedang mencari jejak kematian ibu sambungnya Nadia.
"Ryan?? ada apa??" tanya Mama Kiran.
Ryan menjawab, "Tante kenal sama orang ini tidak??"
Awalnya mama Kiran sempat ragu, karena ia diminta diam oleh bu Dina yang merupakan pelaku utama dan sekelompok warga yang merupakan bekingan Bu Dina.
__ADS_1
"Sebenarnya saya takut Den, tapi yaudah.. tante kenal, dia rekan sesama terapis. tapi dalam hal ini profesi yang sebenarnya, bukan sesuatu yang berkonotasi negatif. setau saya perempuan ini ditangkap lalu dihakimi warga karena dituduh melakukan suatu pelanggaran sosial. awalnya dijebak untuk masuk ke sebuah hotel, tak lama warga datang lalu menyeretnya ke sebuah gubuk, disana sepenglihatan saya dia maaf banget di bakar dan dihujani enam tembakan... tapi jenazahnya baru ditemukan sepekan kemudian oleh putrinya yang bernama Nadia." jelas mama Kiran.
Ryan terdiam, "Kasihan Nadia, pasti dia trauma melihat jenazah ibunya seperti itu. yaudah, terimakasih ya tante.. tapi maaf sebelumnya, boleh pinjam piring tidak?? kita bertiga beli nasi padang tadi."
Mama Kiran tertawa, "Kalian lapar?? yaudah, mau ditambahin sama lauk yang tante buat tidak??"
Brian tertawa, "Iya, sesekali test makanan buatan calon mertua lah.."
Ryan tersenyum sinis, "Maenya sih, emang si Kiran Deudeuh ka Anjeun?? ( Masa iya, emang si Kiran sayang sama kamu??)"
"Bisa aja, coba terus.." jawab Brian.
Mama Kiran membawakan piring untuk Ryan dan kawan kawannya, lalu Ryan menerima piring itu dan menyantap nasi padang dan lauk buatan mama Kiran.
"Nih bocah kelaparan.." tulis Rara dalam sebuah caption foto ke whatsapp Dea."
"Ih malu maluin.." batin Dea.
Dea menemui mama Tasya untuk memperlihatkan aksi putranya itu, "Maa.. nih kelakuan anakmu.."
"Aduh, emang sih mama sempat ngidam makan sambal daun jeruk.. akhirnya kesampaian juga sama Ryan." jawab mama Tasya
Dea mengangguk, "Ohh, pantesan Dea selalu ngeces saat melihat tulisan sambal daun jeruk."
"Ihh si Dede nendang nendang, emang aktif banget ya??" tanya Dea.
Mama Tasya menjawab, "Iya, paling bakalan kayak kamu atau Ryan."
"Ih mama..." ucap Dea dengan wajah cemberut.
Ryan teringat pada Radit, ia pernah bercerita jika ia dulu sering dibully teman temannya. bahkan karena tidak kuat dengan keadaan itu, Radit memutuskan pindah sekolah. meski sempat ada hambatan dari orangtua para pelaku yang sangat benci dengan orangtua Radit, namun Radit berhasil pindah dan satu kelas dengan Ryan di sekolah yang baru dan saat itulah dua kekuatan bersatu dan mereka tidak mengalami bullying lagi sampai sekarang.
"Besok gua harus ketemu Nadia lagi.." batin Ryan yang meneruskan makan malamnya.
*****************
...Yuk Like, Vote, Komen.....
__ADS_1