
Jam sembilan malam
Ryan sedang berbaring di tempat tidur, tak lama Nadhif datang lalu ia berbaring disamping Ryan dan menunjukan sikap manja dan cemburunya.
"Kenapa De??" tanya Ryan.
Nadhif menjawab, "Mama lebih manja sama papa, sedangkan aku diabaikan.."
Ryan tertawa, lalu mengelus kepala adiknya itu. "Sabar ya Dek, namanya juga mama lagi mau punya anak lagi ya begitu.."
Karena kepalanya dielus oleh Ryan, Nadhif pun terlelap tidur. Ryan juga yang sama sama sudah mengantuk pun ikut terlelap tidur.
Rara baru saja tiba setelah ia berjalan jalan dengan Brian, Brian pun meminta maaf karena jalanan macet membuat Rara pulang malam.
"Akhirnya kamu pulang juga, kok kamu malam banget sih Ra??" tanya Kiran.
Brian menjawab, "Saya minta maaf, karena jalanan macet membuat Rara pulang malam.."
Kiran menjawab, "Yaudah, tidak apa apa.. kalau begitu ayo masuk Ra!!"
"Iya.." balas Rara yang berjalan masuk ke dalam rumah, lalu Ryan kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Nadia terbangun dari tidurnya, lalu ia melihat jam bergambar logo salah satu maskapai ternama. ternyata jam masih menunjukan pukul 02.00.
"Ahh masih malam!! kenapa beberapa hari ini aku selalu bermimpi buruk??" tanya Nadia yang menangis sambil memegangi kepalanya.
Ryan terbangun dari tidurnya, karena tangannya merasa kram tertindih tubuhnya sendiri. ia pun melihat jam, "Masih jam dua, mending bangun aja ahh.."
Ryan berjalan ke dapur, lalu ia menemukan pakaian kotor masih menganggur. lantas ia pun memasukan pakaian itu ke mesin cuci, lalu mulai mencuci pakaian itu.
jam menunjukan jam 5, Nadhif dan Indira terbangun. salah satu dari mereka ingin ke kamar kecil, saat melintasi dapur.. mereka terkejut karena keadaan dapur sudah bersih.
"Siapa yang menyelesaikan semua ini??" tanya Indira.
Ryan dan Radit yang baru pulang dari mushola pun datang, "Kenapa Dira??"
__ADS_1
"Kamu yang beresin ini semua??" tanya Indira.
Ryan menjawab, "Enggak semua, beliau yang menyelesaikan sisanya."
"Kenapa harus beliau?? kesannya gua kayak yang tua begitu.." gumam Radit.
Ryan membalas, "Ya jelas, lu yang lebih tua.."
"Sekalian aja sebut gua mbah Sepur.." batin Radit yang kesal.
Ryan tertawa, lalu ia memilih keluar dari rumah untuk menunggu sang Mentari terbit.
Sambil menahan kantuk, Radit dan Ryan melakukan pembuatan video timelapse matahari terbit. di sisi lain, Mentari kakak Radit berjalan menuju hanggar lalu ia memerintahkan staff untuk mengeluarkan helikopter pribadi miliknya.
Setelah helikopter itu keluar, Mentari masuk ke dalamnya. lalu ia akhirnya terbang untuk membuat konten di pagi hari, sekalian mencari tukang nasi uduk untuk menu sarapannya pagi ini.
Mendengar suara gaduh, Nadia pergi ke loteng lalu ia memvideokan sebuah helikopter yang melintas lalu ia mengarah ke Desa SukaRame.
"Dit, ayo pulang dulu.. sekalian sama Ryan, kita cari tukang nasi uduk dulu.." seru Mentari.
Ryan menjawab, "Boleh, ayo Dit.."
"Gasskeunnn!!!" jawab Radit.
Nadia berjalan kaki mencari tukang nasi uduk langganannya, setelah setengah jam perjalanan ia akhirnya menemukan penjual nasi uduk itu.
"Bu, beli nasi uduknya satu!!" ucap Nadia.
Bu Yoyoh penjual nasi uduk menjawab, "Iya, nih jadi 6 ribu.."
"Oke.. ini uangnya!!" jawab Nadia.
Tak lama, sebuah helikopter terbang rendah lalu mendarat di lapangan seberang bazar. lalu Ryan turun untuk membeli nasi uduk di bu Yoyoh.
__ADS_1
"Bu, beli nasi uduknya lima ya!! sama gorengannya 10." ucap Radit yang memberikan uang sejumlah 20 ribu, lalu ia mengambil sendiri nasi uduk dan gorengan itu.
Nadia tersenyum saat melihat Ryan yang masih terlihat tampan meskipun lelaki itu sebenarnya belum mandi.
"Baik, terimakasih mas.." jawab bu Yoyoh.
Ryan menoleh, "Eh Nadia, selamat pagi.. mau diantar pulang pakai helikopternya Radit enggak??"
"Pagi juga Iyan.. emang boleh??" tanya Nadia.
Ryan menjawab, "Boleh.. ayo!!"
Nadia dan Ryan memasuki helikopter itu, lalu mereka semua menyantap nasi uduk itu sambil dalam perjalanan penerbangan pulang ke rumahnya.
"Ihh senang sekali rasanya bisa naik helikopter sekeren ini!!" gumam Nadia yang merasa bahagia.
Ryan tersenyum, lalu ia menyuapi Nadia yang nampak sedang tidak mood.
"Kamu kenapa Nad??" tanya Ryan.
Nadia menjawab, "Aku selalu bermimpi buruk, entah sejak aku kehilangan mama masalah ini selalu muncul."
"Yaudah, kamu ingatkan arti Rewrite the Stars??" tanya Ryan.
Nadia menjawab, "Iya,.."
"Nah itu adalah kesempatan kamu untuk menyusun pola hidup kamu dari awal.. dengan menulis ulang kisah kamu yang baru.." pesan Ryan.
Nadia tersenyum, "Kamu benar, terimakasih Ryan.."
"Sama sama... nih lanjut makannya.." balas Ryan.
*************
...Yuk Like, Vote, Komen......
__ADS_1