Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Kisah masa Lalu Mama Tasya


__ADS_3

Dea turun dari angkot, setelah ia membayar ongkos. Dea pun menyusul mama Tasya yang sudah tiba di depan rumah lebih dulu.


"Hei anak gadis mama udah pulang, adik kamu mana??" tanya Mama Tasya.


Dea menjawab, "Dia udah pulang duluan, ini aku baru pulang melayat."


"Siapa yang meninggal Dea??" tanya Mama Tasya.


Dea menjawab, "Anak angkatan aku, kebetulan aku yang ikut kasih pertolongan pertama ke dia. kasihan tau ma, dia lagi sakit dipaksa menyanyi di depan kelas."


"Ohh, yaudah.. kamu ganti semua bajunya dan mandi.." perintah mama Tasya.


Dea menjawab, "Iya.."


Ryan membuka pintu, lalu menyambut kedatangan mama, Kakaknya juga adiknya yang sama sama baru pulang sekolah.


"Makanan belum ada nih??" tanya Ryan.


Mama Tasya menjawab, "Belum masak mamanya, tadi kan mama antar Kiran ke dokter dulu."


"Terus bagaimana??" tanya Ryan.


Mama Tasya menjawab, "Masak mie instant aja dulu, sayurannya ada di kulkas dan mie ada di lemari."


"Nah itu point of viewnya, pake cabe rawit, kerupuk, telur, saus cabai dan minumnya segelas air putih dingin." kata Ryan.


Dea tersenyum, "Hmm... bisaan Iyan, giliran disuruh makan mie instant aja langsung semangat."


"Hehehe, gasskeun ke dapur.." gumam Ryan.


Ryan berlari ke dapur, ia menyakan api kompor, menuangkan air ke panci, kemudian mengambil mie instant di lemari dan menunggu air mendidih.


"Iyan, mama mau tanya deh.. itu si Rara kenapa bisa ikut tinggal sama Kiran??" tanya mama Tasya.


Ryan membalas, "Mama tau darimana??"

__ADS_1


"Tadi pas mama antar, mamanya Kiran bilang katanya si Rara ditemukan terlantar di jalan.. makanya diajak tinggal bersama." kata mama Tasya.


Ryan membalas, "Emangnya kenapa ma??"


Mama Tasya menjawab, "Kamu tau enggak?? Mamanya Kiran harusnya menikah dengan papanya Rara, sedangkan mamanya Rara menikah dengan papa kamu."


"Hah??? terus bagaimana ceritanya papa bisa dapatkan mama??? sehingga Iyan dan Kak Dea ada di dunia ini??" tanya Ryan.


Mama Tasya menjawab, "Papa kamu itu tiga kali mengalami gagal menikah, salah satunya dengan mamanya Rara. memang dari segi usia, mamanya Kiran dan Rara sudah 21 tahun, tapi mama saat itu masih 17 tahun dan masih aktif SMA."


"Lalu bagaimana??" tanya Ryan yang memasukan bumbu ke dalam mangkuk.


Mama Tasya melanjutkan, "Nah ceritanya mereka berdua sudah menikah. dan kebetulan juga, tiga hari menjelang wisuda SMA. mama yang masih pakai seragam udah diajak menikah sama papa kamu. dan mama pun mau, sehingga mama akhirnya menikah tiga bulan setelah wisuda.. hadiah kelulusan terbesar mama adalah keberadaan kamu dan Dea di perut mama yang sudah berusia dua bulan."


Ryan menuangkan mie instant ke dalam mangkuk, lalu ia tersenyum. "Dan sekarang anak mama itu memiliki keseimbangan antara kewajiban sekolah dan hak untuk mengelola usaha penerbangan kargo dan penumpang bersama Dea."


"Iya sih, uhh udah besar aja anak mama ini." gumam mama Tasya yang memeluk Ryan dari belakang.


Ryan duduk di meja makan, lalu ia menyantap mie instant itu. kemudian ia meminta sang mama untuk melanjutkan ceritanya.


Mama Tasya menjawab, "Ya entah mengapa datangnya kalian berdua menjadi awal kebahagiaan bagi mama dan papa, apalagi kalian lahir diantara bulan Ramadhan dan Lebaran."


"Hehe iya.." jawab Ryan yang menyantap mie instant itu.


Radit tiba di depan rumah Ryan, untuk memperbaiki motor milik Ryan yang mengalami trouble.


"Yan, I'm here!!" ucap Radit.


Ryan membuka pintu, lalu ia bersalaman dengan sahabatnya itu. "Halo Dit, ayo kita temui pasienya.. dia tiba tiba mendadak tidak bisa menyala."


Radit mengangguk, "Oke, kemungkinan terbesar sih akinya harus diganti tapi biar dicek dulu."


Ryan membuka garasi rumahnya, di dalamnya terdapat beberapa aset milik Ryan. yaitu 20 unit armada helikopter berbagai jenis, 2 unit elf, satu unit big bus, Tiga mobil dan empat motor yang merupakan hasil kerja kerasnya serta beberapa sepeda motor warisan dari sang kakek dan juga papanya.


"Ini motornya, coba cek dulu.." ucap Ryan.

__ADS_1


Radit mengecek motor milik Ryan, dengan sekali tepukan. Dea dan Nadhif datang membawakan roti dan kopi untuk Radit.


"Ini sajennya, eh maksudnya suguhannya.. untuk upah sudah ane transfer kan??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Mengoke.."


"Kira kira itu motor kenapa??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Ini cuman dua masalah, akinya jebol sama oli belum diganti."


"Terus bagaimana??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Tenang aja, di tas ane ada banyak barang yang diperlukan.. tidak ada biaya tambahan kok.."


"Oke.." jawab Ryan.


Radit memperbaiki aki motor Ryan, juga mengganti oli.


"Ahh kelar juga..," gumam Radit.


Ryan menjawab, "Nice, duit udah di transfer.. sekarang makan aja dulu."


"Oke, terimakasih..." jawab Radit.


Radit duduk di dekat Ryan, "Ehh bro, ini dimakan ya sama kopi diminum."


"Iya, ente mau langsung pulang apa makan dulu?? soalnya ane mau jemput crush dulu.." Kata Ryan.


Radit menjawab, "Yaudah, ane ngemil dulu di depan rumah ente.. kalau sempet ya lanjut ngobrol lagi, kalau enggak ane pulang."


"Yaudah, ane berangkat dulu!!" Ucap Ryan.


"Hati hati.." jawab Radit.


*****************

__ADS_1


...Yuk Like,Vote, Komen.....


__ADS_2