
Jam tujuh kurang lima menit
Ryan tiba di rumahnya, setelah ia memarkirkan motornya. ia pun berjalan masuk ke dalam ruamh, disaat yang sama ada Dea yang keluar dari dalam rumah lalu ia menerima jas almamater yang dilepas Ryan.
"Sini, kamu ikut Ekskul apa??" tanya Dea sambil melepaskan dasi Ryan.
Ryan menjawab, "Multimedia, yang sesuai sama passion dulu.."
Dea mengangguk, "Ohh, menyesuaikan sama passion dulu.. oh iya kalau kakak sih ambilnya OSIS sama PMR."
"Ryan paling OSIS,Multimedia dan sepak bola." gumam Ryan.
Dea tersenyum, "Yaudah kamu mandi, nanti kamu makan.. abis makan temani aku menonton film horor."
"Yaudah.." jawab Ryan yang mengambil handuk miliknya kemudian berjalan ke kamar mandi.
Setelah mandi dan makan malam, Ryan menonton televisi bersama Dea. kebetulan saat itu sedang berlangsung film horor tentang sebuah desa misterius.
"Kita mulai nontonnya ya!!!" kata Ryan.
Dea menjawab, "Iya.."
Ryan pun memulai film horor itu, lalu ia menikmati film itu berdua bersama Dea.
Di rumah Kiran, Rara sedang menyusun beberapa rencana yang akan ia lakukan. salah satunya, ia tetap berada di dekat Ryan walaupun ia masih belum bisa menceritakan semua itu pada Ryan.
"Kamu lagi ngapain Ra??" tanya Kiran.
Rara menjawab, "Ini aku lagi menyusun rencana aku kedepannya, oh iya kamu tidak ikutan ekskul??"
"Enggak, males aku..." balas Kiran.
__ADS_1
Rara mengangguk, "Ohh, tapi saran aku kamu harus segera mendapatkan ekskul.. siapa tau kalau kamu mau kuliah nanti bisa dapat dari jalur prestasi."
"Eh sekali aku bilang enggak ya enggak ya!! lagian sudah berapa kali aku bilang kalau kamu itu cuman menumpang saja di rumah aku!! pliss deh jangan ikut campur semua urusan aku!!!" batin Kiran.
Rara membalas, "Lagian dari dulu kan aku yang paling dewasa, Ryan aja dulu selalu minta dipasangkan dasi sama aku..kok kamu menjadi berubah seperti ini???"
"Stop Rara!! itu bukan urusan kamu!!" batin Kiran yang emosinya semakin memuncak.
Rara mengangguk, "Iyaa..."
Ryan terlelap tidur bersama Dea, disaat bersamaan ada bagian suara dari film horor itu yang membuat mereka terbangun.
"Aaaaaaa!!!!!!"
"Kaget sumpah, mau lanjut menonton enggak??" tanya Ryan.
Dea menjawab, "Yaudah... kakak ke kamar aja deh.."
Ryan menonaktifkan televisi, lalu ia berjalan ke kamarnya untuk melakukan editing video materi yang sudah ia kumpulkan sejak lama.
"Si Iyan jam segini lagi ngapain ya?? coba aku chat ahh.." gumam Nadia.
Nadia : P
Nadia : Kamu lagi Ngapain??
Ryan Ramadhan is Typing
Ryan Ramadhan : Biasalah, baru bangun.. lagi siap siap buat mengedit video..
Nadia : Gila kamu, aku aja belum tidur ini..
__ADS_1
Ryan Ramadhan : Haha, yaudah tidur aja.. nanti kamu sakit loh kalau begadang...
Nadia : Masalahnya aku enggak bisa tidur Iyan...
Ryan Ramadhan : Nad, yakinlah.. setelah berbicara dengan saya kamu pasti bisa tidur.. cobain deh..
Nadia : Oke...
Rara terbangun dari tidurnya, lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Kiran berlari cepat menuju kamar mandi, lalu ia mengetuk pintu dengan sangat keras.
"Tok...tok...tok.."
"Raraa!! cepatt!!"
Rara keluar dari kamar mandi, kini giliran Kiran yang masuk ke dalam tempat itu.
"Hueekkkk!!!!"
"Huekkk!!!"
"Huekk!!!"
"Kiran?? kamu kenapa??" tanya Rara.
Kiran menjawab, "Bukan urusan kamu.."
"Dia kenapa ya?? aduh semoga bukan sesuatu yang buruk!!" gumam Rara yang kembali ke kamarnya.
***********
__ADS_1
...Yuk Like,Vote, Komen.....