
Jam setengah sepuluh siang
Ryan masih bermain sepakbola bersama teman temannya di lapangan luar sekolah yang berada di tengah perkampungan setelah mata pelajaran olahraga. Rara datang lalu meminta Ryan dan yang lainnya segera kembali ke kelas.
"Yan, balik lagi ke kelas.. kalian masih dikasih waktu buat ganti baju.." perintah Rara yang sudah mengganti pakaian sejak dulu.
Ryan menjawab, "Oke.."
Anak anak pun kembali ke areal sekolah, saat tiba di parkiran sekolah. bel berbunyi sangat panjang dan merupakan penanda jam pelajaran berakhir lebih cepat.
"Ehh pulang??" tanya Ryan.
Rara menjawab, "Kurasa iya, tapi mau ada apa ya??"
Tak lama ada siswi melintas dengan keadaan menangis dan ditemani sahabat sahabatnya, lantas Ryan pun menanyakan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Ada apa ini??" tanya Ryan.
Siswi itu menjawab, "Si Alyka, sudah selesai.."
Spontan Ryan dan anak anak lainnya menundukan kepalanya, dan benar saja di depan mereka ada seorang siswi yang digotong oleh tim PMR dengan wajahnya yang tertutup kain putih.
"Turut Berduka Cita ya!! oh iya Rara bilang ke Nadia, bawakan tas milik anak laki lakinya." perintah Ryan.
Rara menjawab, "Baik.."
Ryan duduk diatas sepeda motor yang terparkir, lalu ia menanyakan kronologi kejadian itu pada Dea yang kebetulan melintas.
"Kak, dia kenapa??" tanya Ryan.
Dea menjawab, "Kata anak anak kelasannya, dari pagi dia emang udah pegang dada sendiri. cuman bagi sebagian anak kelasannya, itu hanya alasan saja biar tidak jadi menyanyi.. saat itu sebenarnya lagi pelajaran Sosiologi, tiba tiba disuruh menyanyi sama gurunya.. eh akhirnya dia maksain dan akibatnya dia kolaps dan beberapa saat yang lalu dinyatakan tidak ada."
__ADS_1
Ryan mengangguk, "Waduh, bahaya banget itu.. oke kalau kak Dea ada urusan lain biar Iyan pulang sendiri.. sekalian nanti mau membuat aturan yang nantinya dibahas sama wali kelas Iyan soal pedoman kesehatan siswa."
"Yaudah, kak Dea ke rumah anak yang tadi dulu ya!!" ucap Dea pada Ryan.
Ryan mengangguk, "Baik terimakasih, silakan.."
Rara masuk ke dalam kelas, lalu ia meminta Nadia membawakan tas milik Ryan. "Nad, bawain tas Ryan.. dan yang lainnya bawa tas anak laki lakinya.. ditunggu di parkiran.."
Nadia menjawab, "Oke.."
Nadia membawakan tas milik Ryan ke parkiran sekolah, lalu ia memberikan tas itu pada Ryan. "Ini Yan.." ucap Nadia.
Ryan menjawab, "Terimakasih.."
anak anak yang lain pun menerima tasnya masing masing yang dibawa oleh siswi kelasan mereka.
"Mau pulang bareng??" tanya Ryan.
Di perjalanan, Ryan sedang mengelap keringat yang keluar pada tubuhnya. "Nad, menurut kamu.. kira kira penting enggak jika kita membuat aturan yang memang sedang sakit diperbolehkan meninggalkan kelas dan tidak ikut mata pelajaran??"
"Lah, bukannya biasanya seperti itu aturannya?? yang memang sedang sakit biar enggak makin parah ya lebih baik pulang saja.." jawab Nadia.
Ryan melanjutkan pembicaraannya, "Maksud saya kalau memang sedang sakit kita tangani dulu.. nanti kita antar pulang atas persetujuan wali kelas.. kalau ada yang emang pura pura karena mungkin ada praktek.. kita ajarin dia hadapi masalahnya, bukan lari dari masalahnya."
"Kamu benar Yan.." jawab Nadia..
Seorang tukang paket datang ke rumah Kiran, lalu ia mengetuk pintu rumah Kiran untuk mengantar buah buahan dan beberapa asupan nutrisi untuk Kiran dari Ryan.
"Tok...tok...tok.."
"Pakett!!"
__ADS_1
Bu Intan membuka pintu, lalu abang kurir itu memberikan paket buah buahan dan sayuran itu pada bu Intan.
"Ini atas nama Kiran Alanna Syafira dari Ryan Ramadhan Argawinata.." ucap Kurir itu.
Bu Intan membalas, "Ohh oke, terimakasih mas.."
"Sama sama, kalau begitu saya pamit.. permisi.." ujar tukang paket itu.
Bu Intan membawa buah buahan dan sayuran itu ke dalam rumah, lalu bu Intan menemui Kiran yang masih terbaring lemah.
"Ran, ini ada bahan makanan dari Ryan.. nanti kamu makan ya!! mama buatkan sayur sop.." pesan Bu Intan.
Kiran menjawab, "Iya ma, Ryan baik banget sih.. dia masih bisa bisanya memperhatikan kesehatan aku.."
"Makanya kamu jangan jahat sama Ryan ya!!" kata mama Intan.
Kiran menjawab, "Iya.."
Rara membuka pintu rumah, lalu ia pergi ke kamar Kiran untuk memastikan apakah pemberian Ryan sudah sampai atau belum.
"Kiran, buah sama sayuran pemberian Ryan udah datang??" tanya Rara.
Kiran menjawab, "Sudah, baru saja tiba.. kamu ganti baju sana!! bau keringat begini!!"
Rara menjawab, "Iyaa.."
Ryan dan Nadia turun di depan rumah Nadia, lalu mereka memutuskan langsung pulang ke rumah masing masing karena keperluan pribadi.
"Hati hati dijalan ya Yan.." ucap Nadia pada Ryan yang berjalan menjauh darinya.
*******************
__ADS_1
...Yuk Like,Vote, Koment......