Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Keabsurdan Ryan


__ADS_3

Jam setengah enam pagi


Ryana Dhea Ananda Ramadhani terbangun dari tidurnya, kebetulan ada Ashinta sepupu Dea dan Ryan yang sedang menginap di tempat itu yang juga bangun secara bersamaan.


"Whoammm.. kok udah terang ya?? coba lihat jam dulu.." gumam Dea.


"05.49"


"Aaaa!! udah terlambat!! aku mandi duluan ya!! kamu pakai yang dilantai atas saja!!" kata Dea.


Ashinta menjawab, "Iya.."


Setelah mandi, Dea dan Ashinta yang sudah mengenakan seragam dan almamater berwarna biru berjalan ke ruang makan untuk sarapan. betapa terkejutnya mereka saat Ryan sudah ada disana yang sedang menyiapkan sarapan juga beberapa tempat di rumah itu sudah terlihat bersih.


"Wahh!! Mama.. Papa lihat ini deh.." kata Dea.


Mama Tasya dan Papa Zidan datang bersama Nadhif, si bungsu yang sudah kelas dua SMP. "Kamu yang melakukan semua ini Yan??" tanya mama Tasya.


Ryan menjawab, "Iya, tinggal cuci pakaian, cuci piring dan jemur pakaian yang belum. nanti dilanjut sama mama aja, ini Iyan mau sarapan dulu.. udah telat ini!!"


"Hahaha iya... yaudah ayo sarapan.." jawab mama Tasya.


Semuanya pun menyantap menu sarapan buatan Ryan, dan mereka pun menikmati makanan itu.


"Enak banget loh!! kamu belajar dari mana Yan??" tanya Papa Zidan.


Ryan menjawab, "Dari google, namanya egg mix with onion and Chili favour dan Yellow rice with vegetables and the fried."


"Ya ampun Ryan, tinggal bilang telor dadar cabe pake bawang sama nasi kuning pake sayuran sama gorengan aja segitu ribetnya.." gumam Dea.


Ryan membalas, "Kalau ada yang susah kenapa harus ambil yang gampang??" kata Ryan.


Dea menepuk dahinya, "Enggak gitu juga konsepnya Iyan.."


"Udah, lanjut aja makannya.. jangan mengobrol melulu.." pesan mama Tasya.


Ryan dan Dea menjawab, "Iya.."

__ADS_1


Usai sarapan, Ryan dan Dea serta Ashinta berpamitan berangkat ke sekolah. "Berangkat dulu ya!!"


"Iya hati hati dijalan.." jawab mama Tasya.


Di rumah Kiran, Rara sudah bersiap siap untuk pergi ke sekolah. namun Kiran masih sibuk dengan aktivitas berdandannya di depan cermin.


"Kiran, cepetan ini udah siang lho!!" pesan Rara.


Kiran menoleh, "Heh, kamu itu disini cuman nebeng ya!! jangan mengatur kehidupan aku.. kamu aja berangkat duluan.."


"Yaudah aku duluan.." jawab Rara yang berangkat lebih dulu.


Rara melintasi areal tengah rumah, lalu mama Kiran menghampiri Rara. "Maafin Kiran ya!! dia emang begitu anaknya!!"


"Iya ma..." jawab Rara yang cium tangan lalu berangkat ke sekolah dengan menggunakan angkutan umum.


Ryan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, saat melintasi rumah Nadia ia membelokan motornya untuk mengajak Nadia berangkat sekolah bersama.


Mendengar ada suara desitan motor di depan rumah, Nadia yang sudah bersiap siap berjalan ke depan rumah.


"Siapa diluar??" tanya Astria, saudara tiri Nadia.


"Heh, sopan sedikit bisa enggak sih??" tanya Astria.


Nadia membalas, "Lagian ibu kamu tuh yang kayak nenek sihir sudah merebut papaku!! yang membuat aku sekarang jarang diperhatikan lagi"


"Nadiaaa!!! jaga mulut kamu ya!! nanti saya laporkan ke bapakmu!!" teriak Bu Dina, ibu tiri Nadia.


Nadia menoleh, lalu tersenyum sinis. "Ini wilayah teritorialku, dan kalian semua hanya menumpang disini.. jangan macam macam sebelum kalian semua menerima akibatnya.."


Astria menelan ludahnya, lalu ia memeluk ibunya dan menyaksikan Nadia si perempuan seperti cinderella yang kini berbalik membuat keduanya ketakutan.


"Aku takut ma!!" gumam Astria.


Nadia keluar dari rumah, lalu ia menemui Ryan yang keasyikan menonton kisah cinderella real life itu.


"Yan?? Iyan.." panggil Nadia.

__ADS_1


Ryan mengedipkan matanya, "Maaf, tadi terlalu serius menonton cinderella real lifenya.. yaudah nih pakai helmnya.."


"Oke, terimakasih.." jawab Nadia yang naik keatas motor.


Ryan menoleh, "Kamu siap??"


"Siap.." jawab Nadia.


Ryan mengangguk, "Oke, gasskeunnm.." ucap Ryan yang menancapkan gas motor gede miliknya.


Saat dalam perjalanan, sebuah pesawat melintas tepat diatas kepala Ryan. dalam hati kecilnya ia ingin berhenti sebentar, namun apalah daya burung besi itu sudah melintasi dirinya.



Nadia menoleh keatas langit, lalu ia mencoba mendapat gambar pesawat itu menggunakan kamera ponsel miliknya.


"Nice dapat Yan, tenang aja.. nanti aku kirim.." kata Nadia.


Ryan menjawab, "Oke, dalam hati kecil ini.. pengen berhenti sebentar buat spot. eh jalurnya ramai serta pesawatnya sudah melintas diatas kepala Ryan.."


Nadia tertawa, "Hahah.. iya.. eh tadi kamu dengerin perdebatan aku bukan??"


Ryan menjawab, "Enggak sengaja, tapi seru.. apalagi pas kamu bilang masalah teritorial.. itu saya banget Nad.."


"Emang kamu pernah mengalami??" tanya Nadia.


Ryan menjawab, "Belum pernah dan jangan sampai terjadi.. tapi ucapan seperti itu menurut saya wajar sekali membuat mereka ketakutan."


Nadia membalas, "Iya, nasib aku emang begini.."


"Wajar sih, wajah cantik kayak bidadari, nasibnya sama kayak cinderella, tapi bisa epic comeback.. pake skin apaan tuh??" tanya Ryan.


Nadia membalas, "Kamu kira main game pake skin??"


"Kalau saya sih sama kayak putri salju, pernah ketiduran seharian.. bukan karena makan apel, tapi karena begadang sampa jam empat pagi. bangun bangun udah mau malam." jelas Ryan.


Nadia dan Ryan pun saling tertawa sambil menikmati perjalanan ke sekolah itu.

__ADS_1


******************


...Yuk Like, Vote, Komen......


__ADS_2