Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Ekspedisi Matoa


__ADS_3

Di bawah pohon Matoa yang sangat rindang, Ryan sedang berdiskusi bersama Radit, Jojo, Brian dan Rendi. mereka sedang saling berbagi tugas, Ryan dan Radit menyusuri hotel itu. lalu Rendi, Jojo dan Brian mencari jejak ke tempat lain.


"Bagaimana?? nanti jika ada sesuatu telepon saja!!" perintah Ryan.


Brian, Rendi dan Jojo menjawab, "Baik, siap... nanti akan kita hubungi jika ada sesuatu."


"Okey, kita kesana sekarang.." jawab Ryan yang memasuki sebuah mobil Jeep untuk pergi ke hotel itu.


Di perjalanan, Ryan mengetik sesuatu di mesin pencarian laptop miliknya. ternyata hotel itu pernah dua kali reputasinya rusak karena adanya kejadian pembunuhan itu.


"Ini sudah kedua kalinya, hotel itu sebelumnya pernah kena masalah yang sama. hanya bedanya, ini di ruangan melati, sedangkan yang sebelumnya di ruangan mawar." gumam Ryan.


Radit membalas, "Oke, berarti ada orang yang sengaja ingin hotel itu tutup."


Ryan menjawab, "Sepertinya iya,.."


Di hotel yang sudah tutup itu, ada seorang perempuan bernama Lulu yang sedang disekap oleh empat orang pria dan seorang wanita parubaya berambut pirang. ternyata Lulu adalah salah satu target pembunuhan selanjutnya.


Belum sempat orang orang itu berbicara, Ryan dan Radit dari multiverse lain datang dan menyerang sekelompok orang itu menggunakan alat penjinak api.


Saat serangan itu terjadi, Ryan dan Radit turun dari mobil. lalu mereka masuk ke dalam hotel itu, kemudian mengevakuasi Lulu yang sangat ketakutan.


"Ayo ikut kami!!" seru Ryan..


Mereka pun pergi dari tempat itu, lalu mereka berdua meminta informasi kepada Lulu. "Maaf, nih minum dulu.. jika sudah memungkinkan bisa ceritakan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi??" tanya Ryan.


Lulu menjawab, "Sebelumnya terimakasih sudah menyelamatkan aku, dan perlu kalian berdua ketahui jika aku adalah saksi kunci fitnah itu."


Ryan menatap Lulu, "Maksudmu??"


"Oh iya, sebelumnya nama kalian berdua siapa??" tanya Lulu.


Ryan menjawab, "Saya Ryan Ramadhan, dan ini Raditya Achbaar.. kami dari tim Ekspedisi Matoa sedang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan seorang wanita terapis spa bernama Dewi."


Lulu terdiam, "Berarti janji kakek aku itu benar, akan ada anak anak keturunan Ratu Elang yang mampu mengalahkan siapapun yang berbuat jahat di bumi ini."


"Ryan, Radit... oh iya, terkait pelaku pembunuhan itu sebenarnya mereka ada di sekitar kalian berdua." jelas Lulu.


Radit mengangguk, "Baik.."

__ADS_1


"Ehh On the way, maksud saya by the way.. yang kamu maksud fitnah itu apa ya??" tanya Ryan.


Lulu menjawab, "Perempuan itu difitnah telah melakukan itu dengan ayahku, padahal saat itu mereka berdua terkena jebakan dari Bu Dina."


"Ohh benar berarti, kita cari bukti yang lainnya.." jawab Ryan.


Radit menjawab, "Baik.."


Di tempat lain, Brian, Jojo dan Rendi tiba di depan sebuah rumah. dimana disana sedang dilaksanakan prosesi lamaran seorang gadis.


"Kita masuk saja??" tanya Brian.


Jojo menjawab, "Gua rasa iya, tapi hati hati.. disini setau gua banyak backingannya."


"Oke, nanti masuk secara hati hati dan sopan.. kita tanyakan mengapa gubuk tempat kejadian perkara itu menghilang." jelas Rendi.


Brian menjawab, "Oke.."


Mereka bertiga menghampiri acara lamaran itu, saat yang sama seseorang berusaha memukul Brian dari belakang. untungnya, ada Afnan yang sejak tadi mengikuti ketiga remaja itu.


"Buggg!!!!"


"Heyyy!!!!"


Mereka semua terdiam saat melihat seorang pria tua tak berdaya dengan kaki yang cedera akibat tendangan Afnan.


"Beraninya kalian!!!" teriak salah seorang warga.


Saat warga yang lain akan memfoto wajah keempat remaja itu, beberapa ekor burung Elang terbang mengitari rumah itu sambil mengeluarkan suara yang memekakkan telinga seperti suara pesawat Jet.


"Aaaaaa!!! Berisik!!!!"


Signal Internet terputus, Afnan meminta Brian, Jojo dan Rendi pergi dari tempat itu karena sebentar lagi ada Invasi burung Elang.


"Kita pergi dari sini!!! keadaan berbahaya!!" perintah Afnan..


Brian menjawab, "Baik, ayo semuanya.."


Rendi dan Jojo menjawab, "Siap.." anak anak itu pun kembali pergi ke arah selatan.

__ADS_1


Dengan menggunakan mobil mercy, mereka bertiga kabur ke arah selatan. tepatnya di daerah hutan.


Afnan mengatakan, "Kalian tunggu seorang gadis, jika dia datang.. ajaklah dia karena dia sumber informasi kasus yang sedang kalian tangani."


"Baik.." jawab Brian.


Di desa itu, gadis yang akan segera dilamar itu mendapat kesempatan untuk kabur setelah serangan Elang itu semakin menjadi.


"Ini saatnya.." gumam gadis itu.


Gadis bernama Anindya itu kabur melalui jendela, kemudian ia dikawal oleh 20 pasukan Elang yang terdiri dari tetangga sekitar kampung itu.


"Hei!! jangan kabur!! kejar dia!!" teriak seorang pria tua yang merupakan bapak Anindya.


Pria tua itu bersama warga lainnya berusaha mengejar, termasuk seorang saudagar kaya dan putranya yang sesuai rencana akan dijodohkan dengan Anindya.


"Ayoo!!"


Mereka semua berlari ke tengah hutan, saat itulah kesempatan bagi kawanan Elang itu untuk menghujani mereka dengan ribuan anak panah yang membuat sekelompok orang itu terluka.


"Jlebbb!!!"


Tidak ada satupun yang selamat dari hujan panah itu, kecuali Anin yang berhasil menemui Brian, Afnan, Rendi dan Jojo di sudut Hutan.


"Hah.. aku lelah sekali!!" batin Anin yang mengatur nafasnya.


Afnan berteriak, "Ini saatnya.."


Brian mengevakuasi Anin, lalu pasukan Elang pergi dengan sendirinya seiring Anin sudah berada di tangan Brian.


"Ayo ikut sama kami!!" perintah Brian.


Anin menjawab, "Baik.."


...**************...


...Maaf ya Kelamaan......


...Yuk Like, Vote, Komen......

__ADS_1


__ADS_2