Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Mencari Data


__ADS_3

Jam menunjukan setengah sembilan malam, Jojo berjalan sendirian di hotel terbengkalai itu. dengan memanfaatkan salah satu mantan staff sebagai tangan kanannya ia membuka sebuah kamar nomor 303 tempat penemuan jasad ibu asuh Nadia ditemukan.


"Kreekkkk!!!"


Jojo mencari beberapa barang yang bisa menjadi petunjuk, setelah setengah jam mencari akhirnya ia menemukan sebuah map berwarna coklat dan ia pun langsung keluar dan kembali mengunci ruangan itu.


"Ayo.." teriak Jojo.


Jojo dan mantan staff itu keluar dari hotel, kemudian ia memberikan uang tiga ratus ribu sebagai upah atas pemberian jalur oleh mantan staff itu.


"Terimakasih mas.." ucap pria tua mantan staff itu.


Jojo segera membawa pulang map itu, untuk ia analisis dan mengetahui apakah ada data yang cukup untuk menemukan orangtua kandung Nadia.


Beberapa jam kemudian, Ryan membuka sesi video zoom bersama Jojo. lalu mereka saling menukar informasi terkait data yang mereka temukan.


"Malam, sekarang apa yang lu temukan bro??" tanya Ryan.


Jojo menjawab, "Ini ada map, saat dilihat isinya.. ternyata ada beberapa screenshoot percakapan yang berisikan pengancaman dan dugaan kegiatan begitu lah.."


Ryan mengangguk, "Ohh, gua cuman menemukan Buku Diari. isinya curahan hati perempuan yang tidak bisa memiliki anak, lalu ia mengadopsi anak perempuan.. serta sebuah janji jika anak perempuan ini hanya akan disayang, diberi pendidikan, diurus, mendapat perhatian dari satu laki laki saja."


"Jangan jangan itu elu Yan.." duga Jojo.


Ryan menjawab, "Semoga saja iya.."

__ADS_1


"Berarti ada yang janggal sama keluarga Nadia yang sekarang, mereka sepertinya menyembunyikan sesuatu.." jelas Jojo.


Ryan dan Brian mengangguk, "Benar.."


Nadia membuka matanya saat suara ketukan pintu membangunkan dirinya dari tidur. ia membuka pintu dan terkejut melihat Bu Dina dan Agnia kakak tirinya berjalan lunglai.


"Kamu T*l*l ya!! kamu sudah meracuni Astria hingga ia kabur dari bisnis ini." batin bu Dina.


Bu Dina berjalan menaiki tangga sambil memegangi penyangga, lalu Nadia berusaha memasangkan kancing baju yang mengelupas di pakaian Agnia yang membuat agak kurang pantas dilihat.


"Udah jangan sok perhatian.." batin Agnia yang langsung berjalan ke kamarnya. Nadia yang kecewa pun kembali mengunci pintu, dan kembali ke kamarnya.


Mentari muncul dari ufuk timur, ayam ayam mulai bersenandung membangunkan siapapun yang masih terlelap.


Brian menjawab, "Iya hati hati, bilang ke Bu Tati kalau gua agak telat, antar Ariani dulu."


"Siap, gua duluan.." ucap Ryan yang menancapkan gas motornya.


Rara dan Kiran sedang menyantap menu sarapan, Mama Kiran datang lalu menanyakan apa yang Jojo lakukan pada malam tadi.


"Ran, kamu tahu apa yang Jojo semalam lakukan di hotel itu??" tanya mama Kiran.


Kiran menjawab, "Aku tidak tahu, bahkan aku tidak diberi tahu jika Jojo semalam kesana."


"Sebenarnya disana terjadi pemb*n*han, dan sampai saat ini pelakunya belum ditemukan." jelas mama Kiran.

__ADS_1


Kiran kembali bertanya, "Mama tahu tidak siapa korbannya??"


"Setahu mama sih teman mama sesama terapis, tapi dalam artian memang terapis yang bekerja di tempat yang sesungguhnya.. bukan sesuatu yang berkonotasi negatif. kalau tidak salah karena perselingkuhan dan persaingan bisnis." jelas mama Kiran.


Kiran mengangguk, "Ohh, bisa jadi itu mamanya Nadia.."


"Kurasa iya.." jawab Rara.


Nadia yang sudah mengenakan seragam SMA miliknya duduk di depan cermin, lalu ia mulai merias dirinya.


"Aku harus tampil memesona hari ini.." batin Nadia.


Ryan tiba di depan rumah Nadia, lalu ia menyalakan klakson basuri yang sangat terkenal itu.


"Iya sebentar.." ucap Nadia yant memastikan wajahnya sudah terlihat sangat cantik.


Nadia berjalan keluar rumah, lalu Ryan tak sanggup berkata kata lagi setelah melihat Nadia yang sangat cantik.


"Perfect banget Nadia, ayo sudah siang ini.." gumam Ryan yang memberikan helm.


Nadia menjawab, "Iya.."


***************


...Yuk Like, Votes, Komen......

__ADS_1


__ADS_2