Kalangkang : Invitation

Kalangkang : Invitation
Tuan Muda Absurd


__ADS_3

Terminal Kota Baru


Afnan turun dari sebuah bus yang membawa dirinya dari desa, lalu ia membuka ponsel miliknya lalu menelepon Ryan untuk menjemput dirinya.


"Dreeettt!!!"


"Halo?? apaan Nan??" tanya Ryan yang membuka obrolan telepon.


Afnan menjawab, "Jemput gua bro, di terminal Kota Baru.."


"Tumben?? lu kenapa bambang??" tanya Ryan.


Afnan menjawab, "Biasalah, nanti gua ceritain kalau sudah sampai.. buruan kesini!! nanti gua dikerubungin cewek lagi.. tau sendiri kan gua ganteng."


"Apakah yakin Dek??" tanya Ryan.


Afnan mengernyitkan dahinya, "Buruan, gua disini kepanasan nih.."


"Iya, gua kesana sekarang.." jawab Ryan yang mengendarai motor gede miliknya.


Afnan duduk sebentar di depan sebuah warung kopi, lalu ia bergumam tentang kisah cintanya juga kerusakan daerah tempat tinggalnya.


"Sial dah hidup gua, cewek gua nikah sama yang lain.. mana umurnya masih bocah lagi.." batin Afnan yang meratapi nasib sialnya itu.


Mbak pemilik warung kopi pun keluar lalu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa mas??"


Afnan menjawab dengan wajah datar, "Ada masalah, tapi itu bukan untuk dipublikasikan. mending saya simpan saja sebagai kenangan dan pengalaman."


Mbak pemilik warung kopi pun menjawab, "Ohh, yaudah deh.."


Afnan menoleh, "Buatkan saya segelas kopi, ini uangnya.."

__ADS_1


"Baik mas.." jawab mbak itu.


Ryan pun tiba, bodohnya dia juga malah ikutan memesan kopi untuk memulihkan hari harinya yang melelahkan karena pekerjaannya itu.


"Bu, kopinya satu... jangan pakai cuka ya!!" ucap Ryan.


Afnan menjitak kepala Ryan, "Lu kesini bukannya tolong gua, malah ikut ikutan somplak.."


"Gua juga pengen minum kopi kali!!" gumam Ryan.


Mbak itu pun menyuguhkan kopi pesanan Ryan dan Afnan, "Ini mas.."


"Iya, ini saya bayar sendiri.." ucap Ryan.


Mbak itu menjawab, "Baik, terimakasih banyak mas."


"Sama sama.." jawab Ryan.


"Lu kenapa??" tanya Ryan.


Afnan menjawab, "To the point aja ya!! jadi kan gua punya cewek namanya Alea.. nah setelah menjalani hubungan selama dua tahun.. dia tadinya mau dijodohkan dengan seorang laki laji anak sahabat bapaknya. disitu gua otomatis mundur, masalahnya yang bikin gua langsung pindah kesini yaitu pas gua dikejar orang satu kampung karena dicap maling.. ketika gua bersembunyi di sebuah rumah... gua melihat ada sebuah motor.. dan ketika gua mengecek satu persatu kamar.. ada Alea yang sedang bersama laki laki tapi bukan anak sahabatnya."


Ryan merasa penasaran, "Lalu, bagaimana caranya lu bisa kesini?? dan apa ada hal lain yang terjadi sama lu??"


Afnan menjawab, "Pas semua warga mengetahui gua masuk ke dalam rumah tua itu, mereka memaksa masuk. dan yang berhasil menerobos pintu melihat Alea yang sedang dalam keadaan pakaiannya acak acakan. entah mengapa perhatian mereka teralihkan ke Alea, dan gua dikasih segepok uang seratus ribuan.. dan gua akhirnya diusir."


Ryan mengangguk, "Oh, oke gua paham perasaan lu. tapi saran gua sih lu harus datang ke rumahnya Alea dan meminta maaf karena kunci masalahnya ada di elu. coba kira kira lu dikejar warga karena apa??"


"Gua sama sekali tidak melakukan apapun, hanya saja gara gara satu orang dengan problem hidup langsung meneriaki gua maling tanpa sebab dan bukti.. alhasil gua dikejar.." batin Afnan.


Ryan tersenyum ,"Yaudah lu ikut di rumah gua dulu, nanti jika kondisi optimal baru kita ke rumah Alea untuk meminta maaf."

__ADS_1


Afnan mengangguk, "Iya.."


Di perjalanan, Ryan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. lalu ia melintasi rumah Nadia, dan gadis mungil itu sedang diperlakukan layaknya pembantu oleh Astria.


"Cepat Nadia!! yang ini belum bersih nih.." teriak Astria.


Ryan segera menepikan motornya, lalu ia dan Afnan menemui Nadia dan menghentikan aksi tak terpuji itu.


"Stop Nadia!!" perintah Ryan. "Eh kamu kenapa suruh Nadia buat bersih bersih rumah?? kan dia adalah anak pemilik rumah ini?? mengapa bukan kamu yang seharusnya ikut membantu mengurus rumah bersama Nadia??" tanya Ryan.


Astria terdiam, "Iya.."


Afnan menatap Astria, "Seharusnya kamu bersyukur, saya aja tidak bisa mendapat kebahagiaan meski saya adalah anak orang kaya.. justru terkena musibah, mulai dari mama dan papa yang menikah lagi, lalu dikhianati sahabat sendiri. gunakan semua hal yang saat ini kamu punya untuk hal kebaikan."


Astria terduduk lemah di teras rumah, lalu ia memikirkan bahwa apa yang dikatakan oleh Afnan itu benar.


"Kamu benar.." jawab Astria.


Ryan tersenyum, "Maka dari itu, berhentilah bersikap jahat sama Nadia.. beri ia perlindungan dan kasih sayang seperti layaknya adik kamu sendiri."


"Baik.." jawab Astria.


Afnan tersenyum, "Yaudah, kita balik aja yuk Yan!!" seru Afnan.


Ryan menjawab, "Kalau begitu kami berdua pulang dulu!! ingat pesan saya, tetaplah rukun dan akrab. maka kalian berdua akan selamat."


"Baik Yan, terimakasih.." jawab Nadia.


Ryan membalas, "Sama sama, kita balik dulu.. permisi.." ucap Ryan yang menancapkan gas motornya.


***************

__ADS_1


...Yuk Like, Vote, Komen......


__ADS_2