
Hanya bisa menatap dengan penuh dendam dan kekesalan, aku benar-benar kecewa karena sudah mengenal mereka dan pernah mengira bahwa Ubay orang yang baik, nyatanya dia sama saja dengan Bu Yati dengan orang jahat lainnya di luar sana, begitu pula dengan Aldi, aku paling tidak menduga dengannya, sebab aku pikir dia tidak akan melakukan hal seperti ini kepadaku.
"Aldi...Ubay...kenapa kalian melakukan ini kepadaku, aku tidak pernah menyulitkan kalian!" Ucapku kepada mereka lagi.
"Ahahaha...tidak pernah kau bilang? Tidak kah kau tahu, sebelum kau ada dulu umi Salma mempercayai pasar kepadaku, aku lah yang seharusnya menjadi pemimpin disana, dan anak buahmu itu seharusnya menurut denganku dan menjadi anak buahku, tapi apa yang terjadi? Sejak kau muncul semuanya berubah dan kau sama sekali tidak menyadari hal itu, aku membencimu Tiktik!" Balas Aldi yang tidak pernah aku sangka ternyata dia mempermasalahkan hal itu.
Semua hal yang sudah terjadi cukup lama, aku pun tidak mengerti mengapa mereka menyimpan dendam dan rasa benci selama dan sebesar itu kepadaku, tapi bodohnya aku tidak menyadarinya, hanya mencurigai mereka akhir-akhir ini dan sama sekali tidak mencoba mencari tahu lebih dalam lagi.
"Aldi jika kau menginginkan semua itu dan mengatakannya kepadaku, sejak awal aku akan memberikannya dengan ikhlas kepadamu, kau tahu aku hanya butuh pekerjaan, aku tidak pernah berharap untuk menjadi ketua pemegang pasar, aku juga tidak pernah berniat merebut semua itu dariku, bahkan aku sama sekali tidak tahu jika sebelumnya kaulah yang menjadi ketuanya." Balasku berusaha menjelaskan kepada Aldi.
Dia mulai merubah tatapannya dan aku sangat berharap dia bisa berubah pikiran meskipun sekarang mungkin sudah sangat terlambat, tapi itu jauh lebih baik dibandingkan tidak sama sekali, yang terpenting aku sudah menjelaskannya aku sudah mengatakan semua kepada dia dengan penuh kejujuran dan ketulusan.
"Aldi...jangan termakan omong kosongnya, apa kau masih mempercayai wanita itu setelah apa yang sudah dia lakukan kepadamu? Harusnya sebagai sahabat dia mengerti perasaanmu meski kau tidak mengatakannya." Ucap Bu Yati yang malah mengompori Aldi.
Aku terus menggelengkan kepala menatap ke arah Aldi dan berharap agar dia tidak terbawa arus juga tida termakan oleh ucapan Bu Yati, dia selalu memanipulasi orang lain aku takut Aldi akan gelap mata.
__ADS_1
"Tidak....Aldi aku sungguh tidak tahu dan kau tidak pernah memperlihatkan semua itu sedikit pun kepadaku, kau selalu senang, bahagia dan terus tersenyum lebar ketika bekerja di pasar denganku, jadi bagaimana aku bisa tahun, tapi jika kau ingin aku bisa memberikannya sekarang juga kepadamu, di tambah anak buahku yang sekarang dan tim dari bang Arif aku yakin kamu bisa menjadi pemimpin yang baik, aku tidak akan tinggal tadi kota ini, jika kau tidak sudah dengan keberadaan aku, kau bisa memiliki segalanya tanpa harus bersaing atau memperebutkannya denganku, aku mohon padamu percayalah padaku, Aldi, aku sahabatmu aku teman terbaiknya hanya itu yang aku inginkan." Ucapku berusaha untuk meyakinkan dia.
Sayangnya belum sempat Aldi membalas ucapanku Bu Yati sudah langsung menarik tangannya dan menyuruh Aldi untuk menjauh dariku saat itu, aku tahu dia melakukannya mungkin karena takut, sebab aku terus berusaha meyakinkan Aldi tanpa henti.
"Sudah cukup, urusanmu dengannya tidak bisa di maafkan dia sudah mengecewakanmu terlalu banyak Aldi, dan kau juga orang yang sudah mencuri motornya, menjual motor kesayangannya lalu memakai uang itu untuk foya-foya sendiri, semua perbuatanmu memangnya dia akan memaafkan itu?" Ucap Bu Yati kepadanya.
"Iya, aku akan memaafkannya, Aldi aku sudah tahu kau yang melakukan semua itu, tapi aku tidak mendatangi kamu, aku mengikutimu dan melihat dengan mata kepalaku sendiri kau selalu datang bertemu Bu Yati secara diam-diam, padahal kamu mengatakan bahwa kau sudah pergi ke luar kota untuk bekerja, tapi aku tidak pernah melaporkan kamu ke polisi, aku juga tidak berharap kamu akan menggantinya, aku hanya ingin kita seperti dulu lagi, kau berubah jadi baik dan kita bangun semuanya dari awal, Aldi jangan dengarkan dia, kau tahu dia seperti apa sejak awal dan kau lebih tahu bagaimana aku sejak kecil." Teriakku kembali berusaha untuk meyakinkan dia.
Wajah Aldi mulai terlihat bingung hingga Bu Yati yang mulai merasa tegang begitu juga dengan Ubay yang langsung kembali membekap mulutku dengan tangannya.
Sampai akhirnya aku tahu ternyata Aldi masih bisa aku tolong, dia lebih mempercayai aku dibandingkan Bu Yati, aku tahu dia tidak akan tersesat terlalu jauh meski sudah banyak hal yang dia lakukan dan menyakiti aku.
"Oh...bagus, kau sudah bersekongkol dengannya, baiklah penjaga ikat dia juga dan terus di samping jurang bersama dengan wanita sialan itu!" Teriak Bu Yati memanggil para penjaganya.
Aku ingin berteriak untuk menyuruh Aldi kabur dari sana, namun mulutku di bekap oleh Ubay, terpaksa aku harus mengigit tangan Ubay dengan kuat hingga dia meringis kesakitan dan melepaskan bekapannya dari mulutku.
__ADS_1
"Lari Aldi... Cepat lari!" Teriakku kepadanya hingga Aldi langsung lari dari sana dengan cepat dan dia masih dikejar oleh kedua anak buah Bu Yati.
Aku terus merasa cemas tentangnya, berharap Aldi bisa melarikan diri dari kedua orang penjaga Bu Yati tersebut, karena jika tidak dia kemungkinan akan kalah jika bertarung melawan mereka berdua, sebab aku tahu kemampuan Aldi juga kemampuan kedua bodyguard Bu Yati tersebut, aku mungkin pernah mengalahkan dua orang itu, tetapi Aldi tidak sekuat aku dia tidak menguasai ilmu bela diri seperti aku.
Ubay yang sebelumnya aku gigit dia kini menatap tajam ke arahku, semakin kesini aku merasa dia seperti orang yang sudah gila, bahkan ketika aku sudah mengigitnya dia terus tertawa terbahak-bahak sangat kencang dan terus saja mencengkram daguku dengan kuat, sambil bicara memberikan ancaman lagi kepadaku.
"Ahahah....bagus, sekarang kau sudah berani melawanku rupanya, sudah cukup banyak drama yang kau buat, padahal aku hanya membuka mulutmu saja, berapa banyak lagi kekacauan yang akan kau lakukan jika aku melepaskan seluruh ikatan ini," ujar dia semakin menguatkan cengkraman tangannya pada wajahku saat itu.
"Lepaskan aku Ubay, aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani melakukan semua ini padaku, bahkan jika aku sudah menjadi hantu!" Balasku kepadanya.
"Ahahaha...Bu lihatlah wanita ini, dia memang wanita idamanku, sayangnya dia tidak mencintai aku balik, jadi aku harus memaksanya dan melakukan hal yang kasar seperti ini, lihat kesana." Ucap Ubay yang langsung mendorong tubuhku dan semakin mendekatkan kepalaku ke jurang disana.
Aku tercengang kaget dan kakiku langsung menjadi lemas saat melihat ke arah jurang yang dasarnya bahkan tidak terlihat itu, semuanya dipenuhi pepohonan liar dan entah berapa lama aku akan terjatuh jika benar-benar masuk ke dalam jurang tersebut.
"Kenapa bergetar, apa kau takut? Ahahaha..lihatlah Bu, manusia ini akhirnya memiliki ketakutan juga." Ucap Ubay lagi dan lagi.
__ADS_1
Dia kemudian kembali menarik tubuhku dan memelukku dengan erat saat itu sambil berbicara dan memberikan penawaran kepadaku.
"Begini saja Tiktik, aku punya penawaran yang sangat menarik untukmu, jika kau mau menikah denganku, aku akan membebaskan mu dan menjadikan kau wanita paling beruntung, tapi jika kau menolak lagi maka kau harus mati. Agar tidak ada siapapun yang bisa memiliki kau selain aku." Ucap dia bicara dengan begitu sinis dan sangat dekat dengan wajahku.